Ketika Kekuasaan Tak Menyelamatkan, Kecuali Hati yang Tunduk


“Ketika Kekuasaan Tak Menyelamatkan, Kecuali Hati yang Tunduk”

Tafsir Al-Hajj Ayat 41–60


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji hanya bagi Allah…
Yang masih memberi kita malam Jumat,
malam yang sunyi…
malam ketika langit terasa lebih dekat…
dan doa orang-orang yang terluka lebih cepat naik ke ‘Arsy.

Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
yang di malam-malam sunyi seperti ini
sering menangis…
bukan karena dunia…
tetapi karena takut kepada Rabb-nya.

Jamaah yang dimuliakan Allah…
malam ini…
kita tidak sedang mencari ilmu yang tinggi,
kita sedang mencari hati yang hidup.
Karena ilmu tanpa hati…
tidak akan menyelamatkan.


BAGIAN I – KETIKA KEKUASAAN TURUN, APA YANG ALLAH LIHAT?

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ…

Allah tidak berkata:
“Jika Kami beri mereka kekuasaan, mereka membangun istana…”
tidak…

Allah tidak berkata:
“Jika Kami beri mereka kekuasaan, mereka memperkaya keluarga…”
tidak…

Tetapi Allah berkata:
“Mereka mendirikan salat…”

Karena salat adalah tanda takut kepada Allah.
Siapa yang masih menjaga salatnya ketika berkuasa…
dialah yang masih takut jatuh.

Jamaah sekalian…
berapa banyak orang
yang ketika belum punya apa-apa…
rajinnya luar biasa…

tetapi setelah Allah beri jabatan…
salat ditunda…
zakat diperdebatkan…
amar makruf dianggap tidak penting…

Padahal kekuasaan itu…
bukan tanda cinta Allah…
tapi ujian paling berbahaya...


BAGIAN II – SEMUA RASUL DIDUSTAKAN, DAN AZAB TAK PERNAH SALAH ALAMAT 

Allah menghibur Nabi-Nya…
“Jika engkau didustakan…
mereka sebelum kamu pun sama…”

Nuh didustakan…
Hud didustakan…
Shalih didustakan…
Ibrahim didustakan…
Musa pun didustakan…

Dan Allah tidak langsung menghancurkan mereka…
Allah beri waktu…
Allah beri kesempatan…
Allah beri peringatan…

Tapi ketika batas itu dilampaui…
Allah berkata:
“Maka lihatlah bagaimana kemurkaan-Ku…”

Jamaah…
negeri tidak runtuh karena gempa dulu…
tapi karena kezaliman yang dipelihara.

Rumah tangga tidak hancur karena miskin dulu…
tapi karena dosa yang dibiarkan.


BAGIAN III – YANG BUTA BUKAN MATA, TAPI HATI

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ…

Berapa banyak orang matanya sehat…
tapi selalu melihat dosa…

Berapa banyak orang telinganya tajam…
tapi tak pernah mendengar nasihat…

Karena yang rusak bukan penglihatan…
yang rusak adalah hati.

Hati yang terbiasa bohong…
tak lagi merasa bersalah…

Hati yang sering zalim…
tak lagi takut…

Dan inilah yang paling Allah takutkan dari hamba-Nya:
hati yang mati tapi tubuh masih hidup.


BAGIAN IV – AZAB ALLAH TAK PERNAH TERLAMBAT

Mereka berkata:
“Kapan azab itu?”

Allah menjawab:
“Sehari di sisi Tuhanmu…
seperti seribu tahun hitunganmu…”

Bukan karena Allah lupa…
tapi karena Allah menunggu taubat.

Namun jika waktu itu habis…
tak ada yang bisa menahan keputusan-Nya.


BAGIAN V – AL-QUR’AN: PENYARING HATI 

Setan tak pernah bisa merusak Al-Qur’an…
tapi setan bisa menguji manusia dengan Al-Qur’an.

Yang hatinya bersih…
makin tunduk…

Yang hatinya sakit…
makin membangkang…

Al-Qur’an yang sama…
membuat sebagian orang menangis…
dan sebagian lain marah…

Karena masalahnya bukan pada wahyu…
tapi pada wadah hati.


BAGIAN VI – KEPUTUSAN TERAKHIR 

Hari itu…
tidak ada jabatan…
tidak ada gelar…
tidak ada pengikut…

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ

Hari itu…
hanya ada dua tempat:
surga atau neraka.


BAGIAN VII – HIJRAH DAN JANJI ALLAH 

Siapa yang meninggalkan dosa karena Allah…
tidak akan dibiarkan kosong…

Siapa yang hijrah menuju taat…
tidak akan disia-siakan…

Allah tahu niat…
Allah tahu luka…
Allah tahu air mata yang tak dilihat siapa pun…


DOA 

Allāhumma…
di malam Jumat yang sunyi ini…
kami datang bukan membawa amal…
kami datang membawa dosa dan harap

Ya Allah…
jika Engkau beri kami kekuasaan…
jangan Engkau cabut rasa takut kepada-Mu…

Jika Engkau beri kami rezeki…
jangan Engkau matikan rasa syukur…

Jika Engkau beri kami umur…
jangan Engkau biarkan kami jauh dari salat…

Ya Allah…
bersihkan hati kami…
dari keras…
dari dengki…
dari munafik…

Hidupkan hati kami dengan Al-Qur’an…
lembutkan jiwa kami dengan taubat…

Ya Allah…
jika malam ini adalah malam terakhir kami…
jadikan akhir hidup kami husnul khatimah

Jika esok kami masih Engkau bangunkan…
jadikan kami hamba yang lebih taat dari hari kemarin…

Rabbana…
ampuni kami…
orang tua kami…
guru-guru kami…
dan kaum muslimin seluruhnya…

Āmīn…
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar