Mengenal Allah Lewat Kekuasaan-Nya, Mensyukuri Nikmat-Nya, dan Menunaikan Amanah Iman
“Mengenal Allah Lewat Kekuasaan-Nya, Mensyukuri Nikmat-Nya, dan Menunaikan Amanah Iman”
I. PERTOLONGAN ALLAH DATANG DARI KEKUASAAN-NYA
(Al-Hajj: 61–62)
Teks Arab
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ
Terjemah
“Demikianlah karena Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Demikianlah karena Allah, Dialah Tuhan Yang Hak, dan apa saja yang mereka sembah selain Dia adalah batil.”
Pokok Makna
- Kemenangan kaum mukmin bukan karena jumlah, tapi karena kekuasaan Allah
- Pergantian siang–malam adalah bukti kendali mutlak Allah
Komentar Ulama
-
Ibnu Katsir:
“Siapa yang mampu mengatur waktu, mampu pula mengatur kemenangan.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir -
Al-Qurthubi:
“Ayat ini meneguhkan tauhid rububiyah dan uluhiyah sekaligus.”
📚 Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an
Dalil Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.”
📚 HR. Tirmidzi
Contoh Nyata
- Usaha kecil bertahan karena kejujuran
- Keluarga sederhana kuat karena doa
- Umat lemah menang karena tawakal
II. HUJAN DAN HIJAU BUMI: BUKTI LEMBUTNYA ALLAH
(Al-Hajj: 63–64)
Teks Arab
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً
Terjemah
“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu bumi menjadi hijau?”
Makna Penting
- Allah Lathīf (Maha Lembut)
- Nikmat sering datang perlahan, tidak disadari
Komentar Ulama
- Imam Al-Ghazali:
“Nikmat terbesar sering datang tanpa suara.”
📚 Ihya’ Ulumuddin
Dalil Pendukung
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Segala nikmat berasal dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)
Contoh Nyata
- Hati yang tenang setelah sabar
- Rezeki datang setelah istikamah
- Masalah selesai tanpa kita tahu caranya
III. SEMUA DI TANGAN ALLAH, MANUSIA SERING INGKAR
(Al-Hajj: 65–66)
Makna Ayat
- Hewan, laut, langit → ditundukkan
- Hidup, mati, bangkit → diatur Allah
Komentar Ulama
- Fakhruddin Ar-Razi:
“Jika manusia merenung satu nikmat saja, ia tak akan sombong.”
📚 Mafatih al-Ghaib
Hadis
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
“Siapa tak bersyukur kepada manusia, tak bersyukur kepada Allah.”
📚 HR. Ahmad
Contoh Nyata
- Lupa bersyukur saat sehat
- Baru ingat Allah saat sakit
- Baru berdoa saat terdesak
IV. SYARIAT ADALAH PETUNJUK, BUKAN BAHAN DEBAT
(Al-Hajj: 67–69)
Makna Ayat
- Tiap umat punya syariat
- Tugas Nabi dan umat: menyeru, bukan berdebat kusir
Komentar Ulama
- Asy-Syaukani:
“Hidayah tidak lahir dari debat, tapi dari keikhlasan.”
📚 Fath al-Qadir
Dalil Sunnah
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ
“Kelembutan tidak ada pada sesuatu kecuali menghiasinya.”
📚 HR. Muslim
Contoh Nyata
- Dakwah dengan akhlak
- Mengingatkan tanpa merendahkan
- Menasihati tanpa menghina
V. SYIRIK ADALAH KEZALIMAN TERBESAR
(Al-Hajj: 71–74)
Perumpamaan Lalat
Berhala tak mampu:
- Mencipta lalat
- Merebut kembali sesuatu dari lalat
Komentar Ulama
- Ibnu ‘Asyur:
“Ini perumpamaan paling menghancurkan kesombongan manusia.”
📚 At-Tahrir wa at-Tanwir
Dalil
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Syirik adalah kezaliman besar.”
(QS. Luqman: 13)
Contoh Syirik Modern
- Menggantungkan nasib pada jimat
- Takut makhluk lebih dari Allah
- Mengejar dunia sampai melupakan ibadah
VI. ALLAH MEMILIH RASUL DENGAN HIKMAH
(Al-Hajj: 75–76)
Makna
- Rasul bukan pilihan manusia
- Allah tahu siapa yang layak membawa wahyu
Komentar Ulama
- Ibnu Taimiyyah:
“Allah memilih rasul sebagaimana memilih waktu dan tempat.”
📚 Majmu’ Fatawa
VII. PENUTUP AGUNG: IDENTITAS MUSLIM & AMAL NYATA
(Al-Hajj: 77–78)
Perintah Terakhir
- Salat
- Ibadah
- Amal kebaikan
- Jihad (totalitas ketaatan)
- Pegang teguh Allah
Dalil Sunnah
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ
“Mukmin yang kuat lebih Allah cintai.”
📚 HR. Muslim
Contoh Nyata
- Jihad melawan hawa nafsu
- Istikamah di zaman rusak
- Tetap jujur saat orang curang
KITAB RUJUKAN UTAMA
- Tafsir Ibnu Katsir
- Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an – Al-Qurthubi
- Mafatih al-Ghaib – Ar-Razi
- Ihya’ Ulumuddin – Al-Ghazali
- Fath al-Qadir – Asy-Syaukani
- Majmu’ Fatawa – Ibnu Taimiyyah
- Shahih Bukhari & Muslim
Post a Comment