Manusia Lalai, Kiamat Dekat, dan Kebenaran Pasti Menang
“Manusia Lalai, Kiamat Dekat, dan Kebenaran Pasti Menang”
PENDAHULUAN
Jamaah rahimakumullah,
Surah Al-Anbiyā’ adalah surah Makkiyyah yang turun pada masa tekanan dakwah Nabi ﷺ sangat berat. Surah ini mengingatkan manusia tentang kedekatan kiamat, bahaya kelalaian, sikap kaum penentang wahyu, serta kepastian kemenangan kebenaran atas kebatilan.
1. KIAMAT SUDAH DEKAT, MANUSIA JUSTRU LALAI
(Ayat 1)
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ
Artinya:
“Telah dekat kepada manusia hari perhitungan mereka, sementara mereka berada dalam kelalaian dan berpaling (daripadanya).”
Penjelasan Ulama
- Ibnu Katsir: “Kedekatan kiamat bukan soal jarak waktu, tetapi kepastian dan kesiapan manusia menghadapinya.”
- Al-Qurthubi: “Lalai adalah penyakit hati, bukan kurangnya ilmu.”
📌 Pelajaran penting:
Banyak orang tahu tentang kiamat, tapi tidak bersiap.
Dalil Penguat (Hadis)
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
“Aku diutus dan kiamat itu seperti dua jari ini.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. AL-QUR’AN DITURUNKAN, NAMUN DICIBIR & DIPERMAINkan
(Ayat 2–3)
مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ
Artinya:
“Tidak datang kepada mereka peringatan baru dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya sambil bermain-main, sedang hati mereka lalai.”
Ulasan Ulama
- Fakhruddin Ar-Razi: “Mereka mendengar dengan telinga, tapi hati mereka tertutup.”
- Hasan Al-Bashri: “Ilmu tanpa penghayatan hanya menambah hujjah atas diri sendiri.”
📌 Refleksi:
Apakah kita membaca Al-Qur’an untuk berubah, atau hanya untuk selesai?
3. TUDUHAN KEPADA NABI ﷺ: SIHIR, SYAIR, KHAYALAN
(Ayat 4–5)
بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ
Artinya:
“Mereka berkata: ‘Itu hanyalah mimpi-mimpi yang kalut, bahkan dia mengada-adakannya, bahkan dia hanyalah seorang penyair.’”
Komentar Tafsir
- Ibnu ‘Asyur: “Orang yang menolak kebenaran akan terus mengubah alasan, karena masalahnya bukan akal, tapi kesombongan.”
4. SEMUA RASUL ADALAH MANUSIA, BUKAN MALAIKAT
(Ayat 7–8)
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ
Artinya:
“Kami tidak mengutus rasul sebelum engkau melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka.”
Hikmah Besar
- Rasul manusia → teladan yang bisa ditiru
- Mereka makan, tidur, menikah → agama ini realistis
📌 Ibnu Katsir:
“Seandainya rasul malaikat, manusia akan berkata: kami tak mampu meneladaninya.”
5. JANJI ALLAH: RASUL & ORANG BERIMAN AKAN DITOLONG
(Ayat 9)
ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ فَأَنْجَيْنَاهُمْ
Artinya:
“Kemudian Kami tepati janji kepada mereka, lalu Kami selamatkan mereka.”
Dalil Pendukung
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا
“Sesungguhnya Kami pasti menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman.”
(QS. Ghafir: 51)
6. KEHANCURAN KAUM ZALIM SELALU DATANG MENDADAK
(Ayat 12–15)
فَإِذَا هُمْ مِنْهَا يَرْكُضُونَ
Artinya:
“Maka tiba-tiba mereka berlari tunggang-langgang.”
📌 Catatan Tafsir Jalalain:
Penyesalan selalu datang terlambat.
Hadis Pendukung
«إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ، فَإِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ»
“Sesungguhnya Allah memberi tenggang waktu kepada orang zalim, namun bila Dia mengambilnya, Dia tidak akan melepaskannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
7. ALAM SEMESTA TIDAK DICIPTAKAN SIA-SIA
(Ayat 16–18)
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
Artinya:
“Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dengan bermain-main.”
Makna Mendalam
- Hidup bukan kebetulan
- Hidup adalah amanah & ujian
📌 Al-Ghazali:
“Orang yang memahami tujuan hidup, ringan baginya dunia.”
8. KEBENARAN AKAN MENGHANCURKAN KEBATILAN
(Ayat 18)
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ
Artinya:
“Kami lemparkan yang benar kepada yang batil, lalu ia menghancurkannya.”
Hadis Sejalan
جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ
“Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.”
(QS. Al-Isra’: 81)
9. MALAIKAT TIDAK SOMBONG, TERUS BERIBADAH TANPA LETIH
(Ayat 19–20)
لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ
Artinya:
“Mereka tidak menyombongkan diri dari menyembah-Nya dan tidak merasa letih.”
📌 Pelajaran Tajam:
Jika malaikat tidak lelah beribadah, siapakah kita untuk bermalas-malasan?
PENUTUP & MUHASABAH
Jamaah yang dimuliakan Allah,
- Kiamat semakin dekat
- Kelalaian adalah musuh utama
- Kebenaran pasti menang
- Penyesalan selalu datang terakhir
Mari kita kembali kepada Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, tapi dihidupi.
Post a Comment