SAAT KIAMAT DEKAT, SIAPA KITA DI HADAPAN ALLAH? (Tafsir Ruhani Surah Al-Anbiyā’ 1–20)

“SAAT KIAMAT DEKAT, SIAPA KITA DI HADAPAN ALLAH?”

(Tafsir Ruhani Surah Al-Anbiyā’ 1–20)


🔹 PEMBUKAAN 

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah…
Yang masih memberi kita waktu,
padahal hari perhitungan sudah sangat dekat

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
yang diutus bukan untuk menakut-nakuti,
tetapi untuk membangunkan hati yang tertidur panjang

Jamaah yang Allah muliakan…
Dengarkanlah firman Allah… bukan dengan telinga…
tetapi dengan hati yang ingin selamat


🔹 BAGIAN I – UNTUK PEMUDA 

“KAU MUDA, TAPI WAKTUMU TIDAK MUDA”

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ
“Telah dekat hari perhitungan mereka, namun mereka lalai…”

Wahai para pemuda…
Allah tidak berkata: “hari itu masih jauh”
Allah berkata: SUDAH DEKAT

Pemuda…
Usia boleh 17… 20… 25…
Tapi ajal tidak pernah tanya umur

Berapa banyak yang:

  • berangkat pagi… tak pulang sore
  • pamit nongkrong… pulang dalam kain kafan
  • masih rencana hijrah… tapi mati sebelum hijrah

Nabi ﷺ bersabda:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ»
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang masa mudanya, untuk apa ia habiskan.”
(HR. Tirmidzi)

Pemuda…
Masa muda bukan masa bebas dosa,
tapi masa mahal untuk akhirat.

Kalau hari ini
Al-Qur’an hanya kau dengar sambil main HP…
kalau shalat hanya kau jalani sambil terburu-buru…
kalau dosa kau simpan rapi dan banggakan…

Takutlah…
bukan pada ustadz…
tapi pada hari saat Allah bertanya langsung kepadamu


🔹 BAGIAN II – UNTUK KELUARGA

“RUMAH YANG RAMAI, TAPI KOSONG DARI ALLAH”

مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

“Mereka mendengar ayat Allah, tapi sambil bermain-main…”

Ayah…
Ibu…

Rumah kita ramai…
TV menyala…
HP berbunyi…
Grup WA tak pernah sepi…

Tapi…
kapan terakhir Al-Qur’an dibaca bersama?
kapan terakhir shalat berjamaah satu rumah?
kapan terakhir anak melihat ayahnya menangis karena dosa?

Allah tidak bertanya:
“Seberapa sukses rumahmu”
Allah bertanya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayah…
jika anak rusak…
yang pertama ditanya bukan guru, tapi ayah

Ibu…
jika anak lalai…
yang pertama ditanya bukan lingkungan, tapi ibu..

Jangan sampai…
kita sukses di dunia…
tapi kehilangan keluarga di akhirat


🔹 BAGIAN III – UNTUK PEMIMPIN 

“KEKUASAAN ITU SEMENTARA, HISAB ITU SELAMANYA”

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً
“Betapa banyak negeri zalim yang Kami binasakan…”

Wahai para pemimpin…
di rumah…
di kantor…
di lembaga…
di masyarakat…

Ingat…
kekuasaan bukan tanda cinta Allah
tapi alat ujian Allah

Nabi ﷺ bersabda:

«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Jika keputusanmu menyakiti…
jika kebijakanmu menzalimi…
jika jabatanmu membuatmu sombong…

Ingat…
di akhirat tidak ada jabatan
yang ada hanya amal dan penyesalan


🔹 PENUTUP

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ

“Kebenaran akan menghancurkan kebatilan…”

Kebenaran itu pasti menang
pertanyaannya…
kita di pihak mana?


🤲 DOA 

Allāhumma…
jika hari ini Engkau panggil kami…
kami sadar…
bekal kami sangat sedikit…

Ya Allah…
ampuni dosa pemuda kami…
yang terlalu lama bermain…
yang terlalu berani bermaksiat…
padahal ajal begitu dekat…

Ya Allah…
selamatkan keluarga kami…
jangan jadikan rumah kami
ramai di dunia…
tapi berpisah di akhirat…

Ya Allah…
luruskan pemimpin-pemimpin kami…
lembutkan hati mereka…
jauhkan mereka dari zalim…
sebab satu kezaliman…
cukup untuk menjerumuskan ke neraka…

Ya Allah…
jika Engkau tidak ampuni kami…
kepada siapa lagi kami berharap?

Terimalah taubat kami…
sebelum nyawa sampai di tenggorokan…
sebelum penyesalan tak berguna…

Āmīn… Āmīn… Āmīn…



Tidak ada komentar