Semua Milik Allah… Lalu Apa yang Kita Sombongkan?


“Semua Milik Allah… Lalu Apa yang Kita Sombongkan?”

Tafsir Al-Hajj Ayat 61–78


PEMBUKAAN – MALAM YANG TENANG, HATI YANG DIMINTA JUJUR 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
yang masih mengizinkan kita hidup…
yang masih mengizinkan kita mendengar ayat-ayat-Nya…
di malam Jumat yang sunyi ini…

Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi Muhammad ﷺ…
nabi yang paling banyak menangis di malam hari…
bukan karena lelah berdakwah…
tetapi karena takut berdiri di hadapan Allah.

Jamaah yang dimuliakan Allah…
malam ini…
kita tidak sedang ingin terlihat baik…
kita hanya ingin jujur di hadapan Allah.

Karena boleh jadi…
di mata manusia kita tampak kuat…
tapi di hadapan Allah…
kita sangat rapuh.


BAGIAN I – MALAM DAN SIANG: ALLAH SEDANG BERBICARA TENTANG KEKUASAAN 

(Al-Hajj: 61–62)

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ

Allah tidak sedang bercerita tentang astronomi…
Allah sedang mengajari kita tentang kendali hidup.

Malam datang…
tanpa minta izin kepada siapa pun…
siang pergi…
tanpa bisa ditahan oleh siapa pun…

Kalau Allah bisa membolak-balik waktu…
apa sulit bagi Allah
membolak-balik keadaan kita?

Hari ini tertawa…
besok menangis…

Hari ini di atas…
besok di bawah…

Semua itu bukan karena kuatnya kita…
tapi karena Allah Maha Kuasa.

وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ
Allah itu Maha Benar…
sementara yang kita kejar seringkali palsu.

Jamaah…
berapa banyak hal yang dulu kita perjuangkan mati-matian…
hari ini…
bahkan tak lagi kita ingat.


BAGIAN II – HUJAN YANG TURUN PELAN, NIKMAT YANG SERING DILUPAKAN

(Al-Hajj: 63–64)

أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

Hujan tidak turun dengan teriakan…
ia turun perlahan…
diam-diam…
tapi menghidupkan segalanya…

Begitulah nikmat Allah…
datangnya tidak selalu spektakuler…
tapi ketika dicabut…
kita baru sadar betapa berharganya.

Kesehatan…
ketenangan…
keluarga…
iman…

Allah Maha Lembut…
tapi sering kita menunda syukur…
sampai nikmat itu hampir hilang.

Padahal semua yang di langit…
dan semua yang di bumi…
bukan milik kita…
hanya dititipkan.


BAGIAN III – SEMUA DITUNDUKKAN, KECUALI HATI YANG SOMBONG 

(Al-Hajj: 65–66)

Hewan tunduk…
laut tunduk…
kapal bisa berlayar…
langit ditahan agar tak jatuh…

Semua taat pada Allah…

Kecuali…
satu makhluk…
yang sering membangkang…
manusia.

Allah hidupkan kita…
Allah matikan kita…
Allah bangkitkan kita kembali…

Tapi kita sering lupa…
dan ketika lupa…
kita berani melanggar.

Jamaah…
berapa banyak dosa
yang kita lakukan
bukan karena tidak tahu…
tetapi karena meremehkan.


BAGIAN IV – AGAMA BUKAN UNTUK DIPERDEBATKAN, TAPI UNTUK DIHIDUPKAN 

(Al-Hajj: 67–69)

Allah tidak menyuruh Nabi-Nya memenangkan debat…
Allah menyuruh Nabi-Nya menyampaikan kebenaran.

Karena hidayah…
tidak lahir dari suara keras…
tapi dari hati yang ikhlas.

Betapa sering kita sibuk membenarkan diri…
tapi lupa memperbaiki diri…

Padahal Allah akan mengadili…
bukan berdasarkan kata-kata kita…
tapi berdasarkan amal kita.


BAGIAN V – BERHALA ITU LEMAH, DAN HATI YANG BERGANTUNG PADANYA LEBIH LEMAH

(Al-Hajj: 71–74)

Berhala tak bisa menciptakan lalat…
bahkan tak bisa merebut kembali
apa yang dirampas lalat…

Tapi manusia…
masih bergantung kepadanya…

Hari ini…
berhala tidak selalu berbentuk patung…
ia bisa berupa jabatan…
uang…
popularitas…
atau manusia yang terlalu ditakuti.

Ketika hati lebih takut kehilangan dunia
daripada kehilangan Allah…
di situlah syirik tersembunyi mulai hidup.


BAGIAN VI – ALLAH MEMILIH, KITA HANYA MENERIMA 

(Al-Hajj: 75–76)

Allah memilih rasul…
Allah memilih hamba…
Allah memilih jalan…

Tugas kita bukan mempertanyakan takdir…
tapi tunduk dan berjalan.


BAGIAN VII – SERUAN TERAKHIR: JADILAH MUSLIM SEUTUHNYA 

(Al-Hajj: 77–78)

Rukuklah…
sujudlah…
berbuat baiklah…
berjihadlah dengan sungguh-sungguh…

Bukan hanya di masjid…
tapi di rumah…
di pasar…
di tempat kerja…
di saat sendiri…

Allah tidak menjadikan agama ini sempit…
yang membuatnya berat…
adalah hati kita yang enggan taat.


DOA PENUTUP

Allāhumma…
di malam Jumat ini…
kami datang dengan hati yang letih…

Banyak nikmat-Mu kami lupakan…
banyak perintah-Mu kami tunda…
banyak dosa kami sembunyikan…

Ya Allah…
jangan Engkau perlakukan kami
sesuai keadilan-Mu…
perlakukan kami dengan rahmat-Mu

Jika Engkau cabut nikmat kami malam ini…
kami tak punya apa-apa…

Jika Engkau buka aib kami…
kami tak sanggup menunduk…

Ya Allah…
lembutkan hati kami
sebagaimana Engkau lembutkan bumi dengan hujan…

Hidupkan iman kami
yang hampir kering…

Ampuni dosa kami
yang kami ingat…
dan yang kami lupakan…

Ya Allah…
jika malam ini ada tangisan…
jadikan ia saksi taubat kami…

Jika malam ini ada penyesalan…
jadikan ia awal perubahan kami…

Jika malam ini ada niat baik…
kuatkan kami untuk istiqamah…

Rabbana…
jangan Engkau wafatkan kami
kecuali dalam keadaan berserah diri

Āmīn…
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar