PEMUDA DI UJUNG ZAMAN: DARI DOSA YANG DIPIKUL, SAMPAI JALAN PULANG

“PEMUDA DI UJUNG ZAMAN: DARI DOSA YANG DIPIKUL, SAMPAI JALAN PULANG”

(Tafsir Surah Ṭāhā 101–135)


I. PEMBUKAAN

الحمد لله الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا…

Segala puji bagi Allah…
Yang menciptakan hidup dan mati
bukan untuk bermain-main…
tetapi untuk menguji:
siapa di antara kita yang benar-benar hidup sebagai hamba.

Wahai para pemuda…
kalian hidup di zaman cepat,
zaman bising,
zaman mata terbuka tapi hati tertutup.

Namun dengarkan…
Al-Qur’an tidak pernah berubah
meski dunia berubah seribu wajah.

Hari ini kita tidak bicara ringan.
Hari ini kita bicara hari ketika gunung dihancurkan,
wajah ditundukkan,
dan dosa dipikul di punggung manusia.


II. DOSA SEBAGAI BEBAN DI HARI KIAMAT 

Allah berfirman:

خَالِدِينَ فِيهِ ۖ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا

“Mereka kekal di dalamnya, dan amat buruklah dosa itu sebagai beban pada hari kiamat.”
(QS. Ṭāhā: 101)

Dosa itu bukan hilang.
Ia menjadi beban.
Dipikul.
Ditenteng.
Dibawa ke hadapan Allah.

Ibnu Katsir menjelaskan:

“Wizrun (dosa) itu seperti beban fisik, yang memberatkan langkah di padang Mahsyar.”

Wahai pemuda…
maksiat yang kau sembunyikan hari ini…
akan menjadi berat di hari itu.

Lalu Allah berfirman:

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ…

“Pada hari sangkakala ditiup, Kami kumpulkan orang-orang berdosa dengan wajah muram kebiruan.”
(QS. Ṭāhā: 102)

Para ulama berkata:
warna biru itu bukan keindahan,
tapi tanda horor,
ketakutan yang membeku di wajah.

Mereka berbisik:

إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا

“Kalian tidak tinggal (di dunia) kecuali sepuluh hari.”

Lalu yang paling lurus berkata:

إِلَّا يَوْمًا

“Bahkan hanya sehari.”

Begitu singkat dunia…
ketika neraka sudah di depan mata.


III. HANCURNYA GUNUNG & SUNYINYA SUARA 

Pemuda hari ini bangga pada kekuatan,
pada bangunan,
pada kekuasaan.

Allah jawab:

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا

“Dia jadikan bumi itu rata, tak ada lekuk dan tak ada tonjolan.”

Gunung — simbol kekuatan — lenyap.

Lalu Allah berfirman:

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِ

“Semua suara tunduk kepada Ar-Rahman."

Tak ada teriakan.
Tak ada pembelaan.
Tak ada klarifikasi.

Hanya suara langkah kaki…

Dan syafaat?

لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلَّا…

“Tidak berguna syafaat kecuali yang diizinkan Allah.”

Imam Nawawi menegaskan:

“Syafaat bukan milik pendosa yang meremehkan taubat.”


IV. ADAM, TAUBAT, DAN JALAN PULANG

Pemuda…
kisah ini bukan kisah orang lain.
Ini kisah kita.

Adam lupa.
Adam tergelincir.
Adam jatuh.

Namun…

ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ

“Lalu Rabb-nya memilihnya dan menerima taubatnya.”

Allah tidak membuang Adam.
Allah mengajarinya taubat.

Dan pesan terpenting:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى

“Jika datang petunjuk dari-Ku, siapa yang mengikutinya tidak akan sesat dan tidak celaka.”

Pemuda…
Al-Qur’an itu jalan pulang.


V. HIDUP SEMPIT & BUTA DI AKHIRAT 

Allah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, baginya kehidupan yang sempit.”

Ibnu Abbas berkata:

“Ini termasuk azab kubur.”

Makanya…
ada yang hartanya banyak…
tapi dadanya sesak.

Ada yang viral…
tapi jiwanya kosong.

Lalu:

وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Buta…
karena menutup mata dari kebenaran di dunia.


VI. PESAN AKHIR UNTUK PEMUDA 

Allah perintahkan Nabi:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ

“Perintahkan keluargamu shalat.”

Perubahan umat…
dimulai dari rumah.

Dan penutup:

فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَابُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ

“Kelak kalian akan tahu siapa yang di atas jalan lurus.”

Bukan sekarang…
tapi di hadapan Allah.


DOA 

اللهم…
Ya Allah…
di hari ketika dosa dipikul…
jangan jadikan kami termasuk yang roboh di bawah bebannya…

Ya Allah…
jika mata kami sering melihat yang haram…
jangan Kau bangkitkan kami dalam keadaan buta…

Ya Allah…
kami pemuda yang lemah…
iman kami sering jatuh…
taubat kami sering tertunda…

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا…
Ya Rabb…
tambahkan kami ilmu…
bukan hanya tahu…
tapi tunduk…

Ya Allah…
jangan jadikan Al-Qur’an hanya suara…
jadikan ia penuntun langkah kami pulang…

اللهم اختم لنا بالحسنى…
Akhiri hidup kami dengan husnul khatimah…

وصلى الله على سيدنا محمد…



Tidak ada komentar