Pesan untuk Para Wali (Wanita)
Pesan untuk Para Wali (Wanita)
Amanah di Tanganmu, Surga atau Luka Sepanjang Usia
PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Para ayah… para wali… para penjaga kehormatan wanita…
Hari ini kita tidak sedang berbicara tentang orang lain.
Hari ini kita sedang bercermin.
Berapa banyak rumah tangga hancur…
Bukan karena suami yang jahat…
Bukan karena istri yang durhaka…
Tetapi karena kesalahan di pintu awal bernama wali.
Padahal…
Allah menjadikan wali sebagai pemegang simpul akad,
Bukan sekadar saksi,
Bukan sekadar formalitas,
Tetapi penentu arah hidup seorang wanita.
BAGIAN 1: WALI ADALAH AMANAH ALLAH
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)
Para wali…
Anak perempuan bukan milik kita.
Dia titipan Allah.
Dan setiap titipan akan dimintai pertanggungjawaban.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.”
Bukan ditanya:
- “Anakmu cantik atau tidak”
- “Anakmu laku atau tidak”
Tetapi:
Apakah kau jaga imannya?
Apakah kau jaga kehormatannya ?
BAGIAN 2: KESALAHAN FATAL PARA WALI
Hadirin…
Berapa banyak wali menolak lelaki shalih…
Karena apa?
- Rumahnya kecil
- Motornya butut
- Hidupnya sederhana
Lalu wali berkata:
“Tunggu yang mapan…”
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ
“Jika datang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia…”
Apa kelanjutannya wahai wali?
إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ
“Jika tidak kalian lakukan, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang luas.”
Kerusakan itu bernama:
- Pacaran berkepanjangan
- Khalwat
- Air mata anak gadis
- Dosa yang diwariskan
BAGIAN 3: JANGAN MENJUAL ANAK PEREMPUAN
Wahai wali…
Hati-hati…
Mahar mahal… tuntutan berlapis…
Bisa berubah menjadi jual beli kehormatan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُنَّ صَدَاقًا
“Wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling ringan maharnya.”
Jika engkau beratkan…
- Engkau beratkan hidup anakmu
- Engkau beratkan rezekinya
- Engkau beratkan rumah tangganya
Dan ingat…
Jika rumah tangganya hancur…
Yang paling lama menangis…
adalah ibunya… dan ayahnya.
BAGIAN 4: MUSYAWARAH & JANGAN MEMAKSA
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْبِكْرُ تُسْتَأْذَنُ فِي نَفْسِهَا
“Anak gadis dimintai izinnya…”
Wahai wali…
Dia yang akan hidup bersama lelaki itu…
Bukan engkau.
Berapa banyak wanita hidup tersenyum di luar…
Namun menangis di sepertiga malam…
Karena dinikahkan dengan lelaki yang tidak dia ridhoi.
Ingat…
Nikah paksa bukan keberanian wali,
Tapi kezaliman yang dibungkus adat.
BAGIAN 5: KONTROL SETELAH LAMARAN
Lamaran bukan akad.
Belum halal:
- Berboncengan
- Jalan berdua
- Pegang tangan
- Menginap
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ الشَّيْطَانُ ثَالِثَهُمَا
“Tidaklah laki-laki berdua dengan wanita kecuali setan menjadi yang ketiga.”
Wahai wali…
Jika engkau lepas kontrol…
Dan terjadi apa-apa…
Siapa yang paling rugi?
Putrimu… bukan dia.
BAGIAN 6: HARI BAIK & SYIRIK TERSEMBUNYI
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا طِيَرَةَ وَلَا صَفَرَ
“Tidak ada hari sial, tidak ada bulan sial…”
Menggantungkan nikah pada hitungan hari… Itu bukan budaya… Itu cabang syirik.
Aisyah رضي الله عنها berkata:
Rasulullah menikahiku di bulan Shafar…
Dan itu rumah tangga paling bahagia dalam sejarah.
PENUTUP
Wahai wali… Suatu hari engkau akan tua… Anak perempuanmu akan berdiri di hadapan Allah…
Dan mungkin dia berkata:
“Ya Allah… ayahku pernah menahanku dari lelaki shalih…”
Atau mungkin dia berkata:
“Ya Allah… ayahku menjagaku… memudahkanku… lindungilah dia…”
Pilihlah…
Karena surga dan luka sama-sama bisa lahir dari tangan wali.
DOA
اللهم اغفر لنا ذنوبنا…
Ya Allah…
Ampuni kami para ayah…
Ampuni kami para wali…
Jika selama ini kami…
Lebih mencintai dunia…
Daripada keselamatan anak-anak kami…
Ya Allah…
Lembutkan hati para wali…
Jauhkan kami dari kesombongan…
Jauhkan kami dari menjual kehormatan anak kami…
Ya Allah…
Jika anak-anak kami menangis karena keputusan kami…
Maka ampunilah kami sebelum Engkau menghisab kami…
Ya Allah…
Nikahkan anak-anak kami dengan pasangan yang shalih…
Jadikan rumah tangga mereka sakinah… mawaddah… warahmah…
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami sebab rusaknya iman anak-anak kami…
Jadikan kami sebab datangnya keberkahan dan surga bagi mereka…
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
آمين… آمين… آمين يا رب العالمين…
Post a Comment