Tauhid, Tanda Kekuasaan Allah, dan Kepastian Kematian

Tauhid, Tanda Kekuasaan Allah, dan Kepastian Kematian


PENDAHULUAN

Jamaah rahimakumullah,

Ayat-ayat ini adalah jantung akidah Islam.
Allah membantah syirik, menjelaskan keesaan-Nya dengan logika dan tanda alam, serta mengingatkan bahwa hidup ini singkat dan penuh ujian.


1. TUHAN PALSU TIDAK PERNAH MENGHIDUPKAN

(Ayat 21)

أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ

Artinya:
“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang dapat menghidupkan (orang mati)?”

Penjelasan Ulama

  • Ibnu Katsir: Tuhan sejati harus memiliki kekuasaan mencipta dan menghidupkan, bukan sekadar patung.
  • Ath-Thabari: Ini pertanyaan ejekan dan pembatalan akidah syirik.

📌 Pelajaran:
Apa pun yang tidak bisa menghidupkan, tidak layak disembah.


2. LOGIKA TAUHID: JIKA TUHAN BANYAK, ALAM HANCUR

(Ayat 22)

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا

Artinya:
“Seandainya di langit dan bumi ada tuhan selain Allah, niscaya keduanya rusak.”

Komentar Ulama

  • Al-Qurthubi: Ini dalil rasional terkuat tentang tauhid rububiyah.
  • Ar-Razi: Dua penguasa mutlak pasti bertabrakan kehendaknya.

📌 Dalil Pendukung 

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ
(QS. Al-Mu’minun: 91)


3. ALLAH TIDAK DITANYA, KITA YANG AKAN DITANYA

(Ayat 23)

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Artinya:
“Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat, merekalah yang akan ditanyai.”

📌 Ibnu ‘Asyur:
Allah Maha Berdaulat mutlak, sementara manusia adalah hamba yang bertanggung jawab.


4. SEMUA KITAB MENGAJARKAN TAUHID

(Ayat 24–25)

قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ
“Katakanlah: Tunjukkan bukti kalian!”

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Tiada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.”

📌 Ibnu Katsir:
Tidak satu pun kitab samawi mengajarkan syirik.

Hadis Tauhid

«حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا»
“Hak Allah atas hamba adalah disembah dan tidak disekutukan.”
(HR. Bukhari & Muslim)


5. MALAIKAT BUKAN ANAK ALLAH

(Ayat 26–29)

بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ
“Bahkan mereka (malaikat) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.”

📌 Al-Qurthubi:
Kehambaan bertentangan dengan konsep anak.

📌 Akidah Ahlus Sunnah:
Malaikat:

  • Taat mutlak
  • Tak mendahului perintah
  • Tak memberi syafaat kecuali izin Allah

6. TANDA KEKUASAAN ALLAH DI ALAM SEMESTA

(Ayat 30–33)

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ

“Dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”

📌 Ibnu Katsir:
Ini dalil ilmiah dan akidah sekaligus.

وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Masing-masing beredar pada garis edarnya.”

📌 Ar-Razi:
Keteraturan kosmos meniscayakan Satu Pengatur.


7. TIDAK ADA MANUSIA YANG KEKAL

(Ayat 34–35)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati.”

Hadis Pendukung

«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ»
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).”
(HR. Tirmidzi)

📌 Ujian hidup:

  • Kaya – miskin
  • Sehat – sakit
  • Senang – susah

Semua ujian iman.


8. NABI DIPEROLOK, TAPI KEBENARAN TETAP MENANG

(Ayat 36)

إِنْ هَٰذَا إِلَّا رَجُلٌ يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ

“Mereka menjadikanmu bahan ejekan…”

📌 Ibnu Katsir:
Semua nabi diuji dengan ejekan.


9. TERGESA-GESA MINTA AZAB

(Ayat 37–40)

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ
“Manusia diciptakan tergesa-gesa.”

📌 Al-Hasan Al-Bashri:
Orang tergesa sering binasa sebelum sadar.

بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ

“Kiamat datang tiba-tiba, membuat mereka panik.”


PENUTUP CERAMAH

Jamaah yang dimuliakan Allah,

  • Tauhid adalah pondasi keselamatan
  • Alam semesta adalah bukti keesaan Allah
  • Hidup singkat, ujian berat
  • Kematian pasti, kiamat datang mendadak

📌 Jangan tunda taubat 📌 Jangan mainkan iman 📌 Jangan banggakan dunia



Tidak ada komentar