AL-QUR’AN: PENOLONG ATAU PENUNTUT DI HARI KIAMAT

AL-QUR’AN: PENOLONG ATAU PENUNTUT DI HARI KIAMAT


I. PEMBUKAAN

الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين

أما بعد…

Jamaah rahimakumullah…
Mari kita tundukkan kepala kita sejenak.
Bukan karena lelah…
tapi karena takut.

Takut jika malam ini adalah peringatan terakhir,
takut jika majelis ini adalah kesempatan terakhir,
takut jika ayat-ayat Allah yang sering kita dengar…
justru akan menjadi saksi yang memberatkan kita.

Malam ini kita tidak membicarakan dunia.
Tidak membicarakan orang lain.
Tidak membicarakan siapa yang salah dan siapa yang benar.

Malam ini kita membicarakan nasib kita sendiri,
ketika Al-Qur’an berdiri di hadapan Allah,
dan kita berdiri di hadapannya tanpa daya.


II. HADITS AGUNG: AL-QUR’AN SEBAGAI SAKSI HIDUP 

Hadits Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه

النَّصُّ الْعَرَبِيُّ:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ
وَمَاحِلٌ مُصَدَّقٌ
مَنْ جَعَلَهُ أَمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ
وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ

Terjemahan:

“Sesungguhnya Al-Qur’an adalah pemberi syafaat yang syafaatnya diterima, dan ia juga penuntut yang tuntutannya dibenarkan. Barang siapa menjadikannya di depannya, maka ia akan menuntunnya ke surga. Dan barang siapa menjadikannya di belakangnya, maka ia akan menyeretnya ke neraka.”

📚 Tanbīh al-Ghāfilīn – Abu Laits As-Samarqandi

Jamaah…
Hadits ini tidak menyebut:

  • Orang kafir
  • Orang munafik
  • Orang fasik

Hadits ini berbicara kepada orang yang punya Al-Qur’an.


III. AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBERI SYAFAAT 

Dalil Al-Qur’an

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)

Artinya:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”

Renungan:
Hati yang bersih itu dibentuk oleh Al-Qur’an,
bukan oleh nasihat manusia,
bukan oleh gelar,
bukan oleh pujian.


Hadits Nabi ﷺ

النَّصُّ الْعَرَبِيُّ:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Terjemahan:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”

📚 HR. Muslim

Ulasan Imam An-Nawawi رحمه الله:

“Yang dimaksud ‘ash-hab Al-Qur’an’ adalah orang yang terus-menerus berinteraksi dengannya dan mengamalkan hukum-hukumnya.”

📚 Syarh Shahih Muslim

Jamaah…
Al-Qur’an tidak membela orang yang sekadar menyentuh mushaf,
tapi membela orang yang tersentuh oleh maknanya.


IV. AL-QUR’AN SEBAGAI PENUNTUT 

Ayat yang Mengguncang Umat

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
(QS. Al-Furqan: 30)

Artinya:
“Rasul berkata: Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.”

Ibnu Katsir رحمه الله:

“Meninggalkan Al-Qur’an mencakup meninggalkan bacaan, pemahaman, dan pengamalan.”

📚 Tafsīr Ibn Katsīr

Renungan panjang:
Ayat ini bukan tentang mushaf yang dibuang.
Tapi tentang Al-Qur’an yang tidak lagi mengatur hidup.


Makna “Penuntut yang dibenarkan”

Abu Laits As-Samarqandi رحمه الله:

“Al-Qur’an akan menuntut orang yang tidak membacanya dan tidak mengamalkannya, dan tuntutan itu dibenarkan oleh Allah.”

📚 Tanbīh al-Ghāfilīn

Bayangkan hari itu…
Al-Qur’an berkata:

“Ya Allah, aku dibaca… tapi perintahku dilanggar.”
“Aku dihafal… tapi hukumnya ditinggalkan.”
“Aku dihias suaranya… tapi dihinakan maknaku.”

Dan Allah membenarkannya.


V. DI DEPAN ATAU DI BELAKANG?

Dalil Al-Qur’an

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ
(QS. Al-An‘am: 155)

Artinya:
“Ini adalah kitab yang Kami turunkan penuh berkah, maka ikutilah ia.”

Hasan Al-Bashri رحمه الله:

“Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, bukan sekadar dilantunkan.”

📚 Jāmi‘ Bayān al-‘Ilm

Renungan:
Jika Al-Qur’an di depan:

  • Ia menuntun keputusan
  • Ia menahan hawa nafsu
  • Ia menegur sebelum dosa

Jika di belakang:

  • Kita tahu ayatnya
  • Tapi menolak hukumnya

VI. PENUTUP 

Jamaah rahimakumullah…
Sebelum malaikat maut datang,
sebelum lidah kelu,
sebelum mushaf hanya jadi warisan…

Mari kita kembali.
Bukan besok.
Bukan nanti.
Malam ini.


DOA 

اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا
ونور صدورنا
وجلاء أحزاننا
وذهاب همومنا

اللهم لا تجعل القرآن خصمًا علينا
ولا شاهدًا بسوء علينا
ولا قائدًا لنا إلى النار

اللهم اجعله شفيعًا لنا
وحجةً لنا لا علينا

اللهم تب علينا توبةً نصوحًا
قبل أن نلقاك وأنت غاضب علينا

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
وهب لنا من لدنك رحمة

وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين



Tidak ada komentar