KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN ADABNYA
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN ADABNYA
Ulama: Pewaris Nabi atau Saksi yang Memberatkan?
I. PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له
ومن يضلل فلا هادي له
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد…
Jamaah rahimakumullah…
Sebelum kita bicara tentang ilmu,
mari kita ingat hari ketika ilmu itu ditanya.
Bukan berapa kitab yang kita miliki,
bukan berapa majelis yang kita hadiri,
tetapi…
“Apa yang kau lakukan dengan ilmu yang Aku titipkan kepadamu?”
Pada hari itu,
orang bodoh punya alasan,
tetapi orang berilmu tidak punya dalih.
II. HADITS AGUNG: JALAN ILMU ADALAH JALAN SURGA
Hadits Abu Darda’ رضي الله عنه
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ…
Artinya:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga…”
Renungan pelan:
Bukan hanya di akhirat,
tapi sejak di dunia…
Ilmu:
- memudahkan taubat
- memudahkan istiqamah
- memudahkan takut kepada Allah
Namun jamaah…
jalan ini tidak ringan.
Karena itu sedikit yang sanggup istiqamah.
III. MALAIKAT MERIDHAI PENUNTUT ILMU
وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ
Malaikat…
makhluk yang tidak pernah bermaksiat…
justru merendahkan sayapnya kepada manusia.
Ibnu Rajab رحمه الله berkata:
“Ini isyarat bahwa penuntut ilmu berada di bawah naungan rahmat Allah.”
📚 Jāmi‘ al-‘Ulūm wal Ḥikam
Tapi jamaah…
Ini bukan untuk orang yang mencari popularitas,
bukan untuk yang mencari gelar,
bukan untuk yang ingin dikenal.
Malaikat hanya ridha kepada ilmu yang dibarengi adab dan keikhlasan.
IV. ADAB SALAF: ILMU TANPA ADAB ADALAH PETAKA
1. Kisah Imam Malik رحمه الله
Imam Malik tidak pernah mengajar hadits
kecuali setelah mandi, berpakaian rapi, dan memakai wewangian.
Ketika ditanya, beliau berkata:
“Aku memuliakan hadits Rasulullah ﷺ.”
📚 Tartīb al-Madārik
Hari ini…
hadits dibaca sambil bercanda,
ayat dibacakan tanpa rasa takut.
Bukan Al-Qur’an yang kurang agung,
tapi hati kita yang mengerut.
2. Kisah Imam Syafi‘i رحمه الله
Beliau berkata:
“Aku membuka lembaran kitab dengan sangat pelan,
karena aku malu jika suaranya mengganggu guruku.”
📚 Siyar A‘lam an-Nubalā’
Renungan:
Ilmu masuk bukan karena kecerdasan,
tapi karena rendahnya hati.
3. Kisah Abdullah bin Mubarak رحمه الله
Beliau berkata:
“Kami mempelajari adab selama 30 tahun,
dan mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
📚 Jāmi‘ Bayān al-‘Ilm
Hari ini kita ingin cepat pintar,
tapi tidak sabar menjadi rendah.
V. SEMUA MAKHLUK MENDOAKAN ORANG BERILMU
وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Ikan di laut…
binatang di hutan…
bahkan bumi yang kita pijak…
mendoakan orang berilmu,
karena ilmu menahan kerusakan.
Al-Ghazali رحمه الله:
“Ilmu adalah sebab terjaganya keseimbangan alam.”
📚 Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn
VI. DUA ORANG YANG TIDAK PERNAH KENYANG
Hadits Ibnu Mas‘ud رضي الله عنه
“Ada dua orang yang tidak pernah kenyang: penuntut ilmu dan penuntut dunia…”
Penuntut ilmu:
- makin takut
- makin merasa kecil
- makin berharap rahmat
Penuntut dunia:
- makin sombong
- makin merasa cukup
- makin lupa akhirat
Firman Allah
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
(QS. Fathir: 28)
Ilmu sejati melahirkan tangis,
bukan tepuk dada.
VII. PENUTUP: TAKUT JIKA ILMU MENJADI PENUNTUT
Jamaah rahimakumullah…
Ilmu bisa menjadi:
- penolong
- atau penuntut
Bukan banyaknya ilmu yang menyelamatkan,
tapi kejujuran mengamalkannya.
DOA
اللهم إنا نعوذ بك من علم لا ينفع
ومن قلب لا يخشع
ومن نفس لا تشبع
اللهم اجعل علمنا حجةً لنا لا علينا
ونورًا في قبورنا
وشفيعًا لنا يوم نلقاك
اللهم لا تجعلنا من الذين علموا فتركوا
ولا من الذين عرفوا فتكبروا
ربنا اغفر لنا ذنوبنا
واستر عيوبنا
وتوفنا وأنت راضٍ عنا
وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
Post a Comment