AL-WALA’ WAL BARA’: MEMBANGUN KELUARGA YANG SETIA KEPADA ALLAH
AL-WALA’ WAL BARA’: MEMBANGUN KELUARGA YANG SETIA KEPADA ALLAH
⏱️ BAGIAN 1 – PEMBUKA & URGENSI KELUARGA
Mukadimah
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad ﷺ, teladan ayah, suami, dan pendidik terbaik sepanjang zaman.
Hadirin, para ayah, ibu, dan calon orang tua yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita hidup di zaman:
- Anak cepat hafal lagu, tapi lambat hafal tauhid
- Anak tahu idola K-Pop, tapi tidak tahu siapa wali sejatinya
- Rumah ramai, tapi iman sepi
👉 Masalahnya bukan kurang cinta,
tapi salah arah loyalitas.
📖 QS At-Tahrim: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”
📚 Ali bin Abi Thalib berkata:
“Ajari mereka dan didik mereka.”
👉 Menjaga keluarga bukan hanya soal nafkah,
tapi wala dan bara.
(Humor keluarga)
Anak sekarang kalau ditanya:
“Siapa yang paling kamu cintai?”
Jawabnya: HP 😄
Padahal wali yang sebenarnya bukan charger-nya.
⏱️ BAGIAN 2 – MAKNA AL-WALA’ WAL BARA’ DALAM RUMAH TANGGA
1️⃣ Definisi sederhana untuk keluarga
- Al-Wala’: setia, cinta, taat, membela karena Allah
- Al-Bara’: berlepas diri, menolak, tidak mengikuti selain Allah
📖 QS An-Nahl: 36
“Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.”
📚 Ibnu Katsir:
“Tauhid tidak sah tanpa dua unsur ini.”
👉 Dalam keluarga:
- Wala: Allah, Rasul, iman, shalat, akhlak
- Bara: syirik, maksiat, nilai rusak, budaya dosa
📖 QS Al-Baqarah: 165
“Orang beriman sangat mencintai Allah.”
(Analogi parenting)
Anak itu seperti flashdisk.
Kalau orang tua colokkan ke lingkungan rusak,
isinya rusak.
Kalau dicolokkan ke iman, isinya iman.
⏱️ BAGIAN 3 – TELADAN NABI IBRAHIM DALAM MENDIDIK KELUARGA
📖 QS Al-Mumtahanah: 4
“Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah.”
📖 QS Asy-Syu’ara: 77
“Sesungguhnya mereka adalah musuhku kecuali Rabb semesta alam.”
📖 QS Ibrahim: 35
“Ya Rabb, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang menjauhi penyembahan berhala.”
📚 Ibnu Rajab:
“Doa tauhid didahulukan sebelum doa rezeki.”
👉 Ibrahim AS:
- Menghancurkan berhala
- Tapi membangun iman anaknya
- Berdialog, bukan bentak
📖 QS Ash-Shaffat: 102
“Wahai anakku, aku melihat dalam mimpi aku menyembelihmu…”
👉 Dialog tauhid, bukan otoriter.
(Humor lembut)
Nabi Ibrahim tidak berkata:
“Kamu nurut aja, ayah lebih tua!”
Beliau ajak bicara 😄
Itu parenting tauhid.
⏱️ BAGIAN 4 – BARA DALAM KELUARGA: TEGAS TANPA KASAR
📖 QS Al-Mujadilah: 22
“Tidak akan engkau dapati orang beriman mencintai orang yang memusuhi Allah…”
📖 QS At-Taubah: 24
“Jika keluarga lebih kalian cintai daripada Allah…”
👉 Bara dalam keluarga bukan:
- Benci anak
- Putus silaturahim
👉 Tapi:
- Tidak membiarkan dosa jadi normal
- Tidak mendiamkan syirik & maksiat
📚 Syaikh Bin Baz:
“Lemah dalam tauhid keluarga adalah awal kehancuran umat.”
(Contoh praktis)
- Anak minta pesta maksiat → ditolak
- Anak pacaran bebas → dihentikan
- Anak menertawakan agama → diluruskan
(Humor reflektif)
Orang tua kadang tegas soal PR,
tapi lembek soal iman 😅
Padahal PR bikin naik kelas, iman bikin selamat akhirat.
⏱️ BAGIAN 5 – WALA DALAM KELUARGA: MEMBANGUN RUMAH ALLAH
📖 QS Al-Ma’idah: 55–56
“Wali kalian hanyalah Allah, Rasul dan orang beriman.”
📖 QS An-Nisa: 59
“Taatilah Allah dan Rasul.”
📖 QS Al-Ahzab: 21
“Pada diri Rasulullah teladan terbaik.”
👉 Bentuk wala di rumah:
- Shalat berjamaah
- Al-Qur’an hidup di rumah
- Adab lebih utama dari prestasi
📚 Imam Malik:
“Tidak akan baik generasi akhir kecuali dengan apa yang memperbaiki generasi awal.”
(Humor keluarga)
Rumah tanpa shalat itu seperti rumah tanpa WiFi.
Anak gelisah, orang tua marah 😄
⏱️ BAGIAN 6 – IKHLAS & ITTIBA’: WARISAN KELUARGA
📖 QS Al-Bayyinah: 5
“Ikhlas hanya kepada Allah.”
📖 QS Ali ‘Imran: 31
“Ikutilah Rasul.”
📚 Fudhail bin ‘Iyadh:
“Amal diterima jika ikhlas dan benar.”
👉 Orang tua:
- Ikhlas mendidik
- Ikhlas menegur
- Ikhlas membatasi
🤲 DOA
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك…
Ya Allah…
Kami lemah…
Kami sering lebih takut kehilangan harta
daripada kehilangan iman anak-anak kami…
Ya Allah…
Ampuni kami para ayah yang lalai
Ampuni kami para ibu yang lelah dan salah…
Ya Allah…
Jika anak-anak kami hari ini jauh dari-Mu
jangan Engkau wafatkan kami sebelum melihat mereka kembali…
Ya Allah…
Jadikan rumah kami rumah tauhid
Jadikan anak-anak kami penyejuk mata
bukan fitnah iman…
اللهم ارزقنا ولايتك
وألهمنا البراءة من كل ما يغضبك…
Ya Allah…
Wafatkan kami dalam Laa ilaha illa Allah
Kumpulkan kami bersama Nabi-Mu
Sebagai keluarga yang Engkau ridai…
آمين… آمين… آمين…
Post a Comment