At-Tharīq Ilā Ma‘rifatillāh. (Jalan Menuju Mengenal Allah dengan Benar)

At-Tharīq Ilā Ma‘rifatillāh

(Jalan Menuju Mengenal Allah dengan Benar)


🌿 MUKADIMAH 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang memperkenalkan Diri-Nya kepada makhluk,
bukan dengan teka-teki,
bukan dengan ilusi,
tetapi dengan wahyu dan tanda-tanda nyata.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang menunjukkan jalan paling lurus untuk mengenal Allah.

Hadirin rahimakumullah…

Kalau kita mau ke Makkah, tapi naik jalan ke Bandung,
sampai kiamat pun tidak akan thawaf 😄
👉 Tujuan yang benar butuh jalan yang benar.

Begitu pula mengenal Allah.
Salah jalan → salah Tuhan.
Salah metode → sesat tapi merasa dekat.


1️⃣ JALAN MENUJU MAKRIFATULLAH (PRINSIP DASAR)

🧭 Allah tidak dilihat, tapi dikenal melalui tanda-Nya

📖 Imam Malik rahimahullah berkata:

“Al-istiwa’ ma‘lum, kaifiyah majhul, beriman wajib, bertanya tentangnya bid‘ah.”

👉 Selama sesuatu bisa dibayangkan, bisa diserupakan, bisa dilihat mata,
itu pasti bukan Allah.

📜 Hadits Nabi ﷺ:

تَفَكَّرُوا فِي خَلْقِ اللَّهِ وَلَا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ
“Berpikirlah tentang ciptaan Allah, dan jangan kalian berpikir tentang Zat Allah.”
📚 (HR. Abu Nu‘aim, hasan menurut sebagian ulama)

💡 Makhluk = tanda
💡 Allah = Pencipta tanda


2️⃣ AYAT QAULIAH: ALLAH MEMPERKENALKAN DIRI-NYA SENDIRI

📖 QS At-Tīn: 1–5

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ۝ وَطُورِ سِينِينَ ۝ وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ۝ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya:
“Demi buah tin dan zaitun… sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

📌 Syarah Ibnu Katsir:
Allah mengajak manusia merenung ciptaan,
hingga akal tunduk,
dan hati berkata: “Mustahil ini tanpa Pencipta.”

(Humor ringan)
HP saja ada manual-nya,
masa alam semesta tidak ada Pabriknya? 😄


3️⃣ AYAT KAUNIAH: ALAM SEBAGAI BUKTI KEESAAN ALLAH

📖 QS Fussilat: 53

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ
“Kami akan perlihatkan tanda-tanda Kami di ufuk dan pada diri mereka sendiri.”

📖 QS Ali ‘Imran: 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ… لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

📌 Imam Al-Ghazali:

“Barangsiapa mengenal dirinya dengan benar, ia akan mengenal Rabb-nya.”

💡 Jantung berdetak tanpa kita perintah
💡 Mata melihat tanpa kita desain
💡 Oksigen gratis tanpa invoice

(Humor reflektif)
Manusia bikin kipas angin saja berisik,
Allah bikin angin ribuan tahun… gratis & senyap 😄


4️⃣ METODOLOGI ISLAM: AKAL + NAQL

Islam tidak mematikan akal,
Islam mengawal akal.

📖 QS Yunus: 100–101

“Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak menggunakan akalnya.”

📖 QS At-Thalaq: 10

“Allah menyediakan azab bagi orang yang berakal tetapi tidak berpikir.”

📖 QS Al-Mulk: 10

“Seandainya dahulu kami mendengar atau berpikir, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka.”

📌 Ibnu Taimiyah:

“Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan wahyu yang sahih.”

👉 Akal tanpa wahyu = liar
👉 Wahyu tanpa akal = kering
👉 Gabungan keduanya = iman kokoh


5️⃣ TASDIQ: HATI MEMBENARKAN

📖 QS An-Najm: 11

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
“Hati tidak mendustakan apa yang ia saksikan.”

📖 QS Ali ‘Imran: 191

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ

📖 QS Qaf: 37

“Peringatan bagi yang memiliki hati atau mau mendengar dengan sungguh-sungguh.”

📌 Ibnu Qayyim:

“Iman bermula dari cahaya di hati, bukan dari perdebatan di lidah.”


6️⃣ HASIL AKHIR: IMAN YANG SEJATI

Makrifatullah → Tasdiq → Iman

📌 Hasan Al-Bashri:

“Iman bukan angan-angan, tapi keyakinan di hati dan amal dalam perbuatan.”


7️⃣ METODE SELAIN ISLAM: DUGAAN & HAWA NAFSU

📖 QS Yunus: 36

“Dugaan tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran.”

📖 QS Al-Baqarah: 55

“Mereka berkata: kami tidak akan beriman sampai melihat Allah secara nyata.”

📖 QS Al-An‘am: 115

“Telah sempurna kalimat Tuhanmu dalam kebenaran dan keadilan.”

(Kisah Umar bin Khattab)
Beliau tertawa mengingat masa jahiliah:
👉 bikin patung dari gandum
👉 lapar… dimakan 😄
“Bagaimana aku dulu menyembah tuhan yang bisa aku gigit?”


8️⃣ AKIBAT SALAH JALAN: RAGU & KUFUR

📖 QS Al-Hajj: 55

“Orang kafir senantiasa dalam keraguan.”

📖 QS An-Nur: 50

“Apakah dalam hati mereka ada penyakit atau keraguan?”

👉 Ragu adalah anak dari metode salah.


🔚 PENUTUP 

🔹 Mengenal Allah harus dengan cara Allah
🔹 Jalan itu adalah wahyu + akal
🔹 Selain itu: khayalan, nafsu, dan syaitan
🔹 Ujungnya: iman atau kufur

📌 Imam Syafi‘i:

“Aku beriman kepada Allah sebagaimana yang Allah kehendaki, dan aku beriman kepada Rasulullah sebagaimana yang Rasul kehendaki.”


📚 RUJUKAN KITAB

  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Lathā’if al-Ma‘ārif – Ibnu Rajab
  • Madārij as-Sālikīn – Ibn Qayyim
  • Ihyā’ ‘Ulumiddīn – Al-Ghazali
  • Majmū‘ Fatāwa – Ibn Taimiyah


Tidak ada komentar