DI MATA MANUSIA KECIL, DI SISI ALLAH BISA TAK TERHINGGA (Tentang Niat, Hati, dan Rahasia Amal)
“DI MATA MANUSIA KECIL, DI SISI ALLAH BISA TAK TERHINGGA”
(Tentang Niat, Hati, dan Rahasia Amal)
I. PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang melihat hati sebelum amal,
yang menilai niat sebelum gerak,
yang menyimpan rahasia hamba-hamba-Nya jauh lebih dalam daripada yang disangka manusia.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarganya, para sahabatnya,
dan kepada kita semua yang masih diberi kesempatan hidup…
kesempatan untuk memperbaiki niat,
sebelum datang waktu tidak ada lagi niat, yang ada hanya penyesalan.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
bukan tentang banyaknya amal
bukan tentang indahnya kata
bukan tentang ramainya majelis
Malam ini…
kita akan bicara tentang sesuatu yang tidak terlihat
tapi menentukan segalanya:
👉 NIAT DALAM HATI
II. ALLAH TIDAK MELIHAT LIDAH, TAPI ARAH HATI
Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi رحمه الله meriwayatkan:
“Aku tidak menerima perkataan setiap orang yang bijak,
tetapi Aku melihat kepada tekad dan keinginannya…”
Jamaah…
Betapa banyak orang pandai bicara,
tapi lisannya tidak sampai ke langit.
Dan betapa banyak orang diam,
tapi diamnya menjadi tafakkur,
dan ucapannya—walau sedikit—menjadi dzikir.
Karena Allah tidak bertanya:
- “Seberapa fasih kamu berbicara?”
- “Seberapa sering kamu tampil?”
Allah bertanya: 👉 “Ke mana hatimu mengarah?”
Jika hatimu menuju Allah…
maka:
- diam pun berpahala
- niat pun dicatat
- air mata pun disimpan
Tapi jika hatimu menuju selain Allah…
maka:
- amal menjadi debu
- pujian menjadi racun
- dan kebaikan menjadi bumerang
III. KATA YANG SAMA, NIAT YANG BERBEDA
Ibrahim An-Nakha‘i رحمه الله berkata:
“Seseorang bisa berkata kasar tapi berniat baik,
Allah tanamkan uzur di hati manusia.”
Dan sebaliknya…
kata yang lembut…
kalimat yang manis…
jika niatnya busuk…
Allah bocorkan kebusukannya tanpa ia sadari.
Jamaah…
Bukan kata yang membuat Allah ridha…
tapi niat di balik kata itu.
Berapa banyak kita:
- menasihati tapi ingin dipuji
- berdakwah tapi ingin dipandang
- beramal tapi ingin disebut
Lalu kita heran…
“Kenapa hati ini kering?”
“Kenapa amal ini hampa?”
Padahal…
niat kita tidak sampai ke Allah.
IV. NIAT YANG LEBIH BERAT DARI GUNUNG
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya.”
Kenapa?
Karena amal terbatas…
tapi niat bisa sepanjang umur.
Seseorang berkata dalam hatinya:
- “Ya Allah, jika aku punya umur panjang, aku ingin terus taat…”
- “Jika aku punya harta, aku ingin menolong…”
- “Jika aku diberi kesempatan, aku ingin berubah…”
Allah mendengar itu…
dan Allah Maha Adil.
Sampai kelak di hari kiamat…
seseorang kehabisan pahala karena dizalimi orang lain…
lalu Allah berkata:
“Aku masih punya simpanan untukmu…”
“Itu niat baikmu…”
(Suara diperlambat)
Subhānallāh…
Yang tidak pernah dilihat manusia…
yang tidak pernah dipamerkan…
yang bahkan mungkin tidak pernah terwujud…
justru itulah yang menyelamatkan.
V. BUKTI NIAT: JUJUR ATAU DUSTA?
Al-Faqih berkata:
“Niat itu terbukti bila seseorang tidak kikir dengan yang sedikit.”
Kalau kita berkata:
- “Kalau aku kaya, aku akan sedekah…”
Tapi hari ini…
- seribu saja berat
- dua ribu terasa sakit
Allah tahu…
kalau yang sedikit saja engkau kikir…
yang banyak pun engkau akan kikir.
Begitu pula orang yang berkata:
- “Kalau aku hafal Al-Qur’an, aku akan membaca siang malam…”
Tapi satu surah yang dihafal saja jarang dibaca…
Allah tahu…
niat itu ucapan lisan, bukan tekad hati.
(Nada lirih)
Jamaah…
Allah tidak tertipu oleh rencana…
Allah menilai kesungguhan pada apa yang ada di tangan kita hari ini.
VI. BANYAK YANG TIDUR LEBIH MULIA DARI YANG TERJAGA
Kata Al-Faqih:
“Betapa banyak orang tidur dicatat sebagai orang shalat…”
Karena ia tidur dengan niat bangun tahajud…
lalu kalah oleh takdir…
dan ia menyesal ketika bangun.
Sedangkan ada yang bangun…
tapi hatinya berkata:
“Kalau tahu masih malam, aku tidak akan bangun…”
Jamaah…
Allah menulis niat, bukan posisi tubuh.
VII. DOA
Ya Allah…
jika Engkau membuka catatan amal kami malam ini…
berapa banyak yang ikhlas?
dan berapa banyak yang hanya ingin dipandang?
Ya Allah…
kami lelah berpura-pura baik…
kami lelah menjadi hamba di mata manusia…
tapi lalai di hadapan-Mu…
Ya Allah…
jika amal kami kecil…
jangan Kau kecilkan niat kami…
dan jika amal kami rusak…
jangan Kau rusakkan harapan kami…
Ya Allah…
jadikan niat kami lebih hidup daripada amal kami…
jadikan rahasia kami lebih baik daripada yang tampak…
dan jadikan akhir hidup kami dalam husnul khatimah…
Ya Allah…
ampuni niat yang bengkok…
ampuni hati yang bercabang…
ampuni amal yang kami banggakan…
padahal Engkau tidak ridha…
Ya Allah…
jangan biarkan kami wafat
dengan amal yang besar
tapi hati yang kosong…
Ya Allah…
terimalah kami…
bukan karena amal kami…
tapi karena rahmat-Mu…
Āmīn… ā mīn… yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment