Api yang Padam, Hati yang Gelap

Materi Ceramah Tafsir

QS Al-Baqarah Ayat 17

“Api yang Padam, Hati yang Gelap”

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِى اسْتَوْقَدَ نَارًا ۚ فَلَمَّآ اَضَاۤءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ
“Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api. Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”
(QS. Al-Baqarah: 17)


I. Mukadimah: Perumpamaan yang Menggetarkan

Ayat ini masih berbicara tentang orang-orang munafik.

Kalau ayat sebelumnya Allah menyebut mereka sebagai pedagang yang rugi,
sekarang Allah beri gambaran visual:

Orang nyalakan api… terang sebentar… lalu padam total.

Bayangkan di tengah padang pasir malam hari…
Gelap. Angin dingin. Binatang liar.
Lalu ada api menyala — harapan muncul.
Eh… tiba-tiba mati.

Itulah iman munafik.
Terang sebentar… lalu gelap selamanya.


II. Tafsir Para Ulama

1️⃣ Tafsir Imam At-Ṭabari

Dalam Jāmi’ al-Bayān, beliau menjelaskan:
Orang munafik menampakkan iman sehingga mereka mendapatkan keamanan kaum muslimin. Tetapi ketika mati atau ketika Allah menyingkap hakikat mereka, cahaya itu hilang dan tinggal kegelapan azab.
(Jāmi’ al-Bayān, Tafsir QS 2:17)

2️⃣ Tafsir Ibn Kathir

Dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, beliau berkata:
Api itu adalah cahaya iman yang mereka tampakkan, namun tidak sampai ke hati. Maka Allah cabut cahaya itu dan mereka kembali dalam kegelapan kebingungan.
(Tafsir Ibn Kathir, 1/68)

Perhatikan:
Allah tidak mengatakan ذهب الله بنارهم (Allah menghilangkan api mereka).
Tapi Allah mengatakan:

ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ

Allah hilangkan cahayanya, tinggal panasnya.

Artinya?
Masih ada capeknya, tapi tidak ada manfaatnya.
Masih ada ritualnya, tapi tidak ada hidayahnya.

Itu seperti orang pegang setrika panas…
Tapi bajunya tetap kusut!


III. Dalil Penguat dari Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Munafiqun ayat 3:

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ
“Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci sehingga mereka tidak mengerti.”
(QS. Al-Munafiqun: 3)

Hati yang dikunci itu seperti HP yang terkunci password.
Mau buka?
Salah PIN terus.

Bedanya, kalau HP bisa reset…
Kalau hati dikunci Allah… siapa yang bisa buka?


IV. Cahaya Iman Itu Apa?

Allah ﷻ berfirman:

اللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ
“Allah adalah Pelindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.”
(QS. Al-Baqarah: 257)

Iman itu cahaya.
Munafik itu punya api, tapi tidak punya cahaya.

Seperti lampu neon yang berkedip-kedip.
Nyala… mati… nyala… mati…
Akhirnya gelap permanen.


V. Hadits Tentang Cahaya Iman

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ
“Sesungguhnya iman itu bisa usang di dalam hati kalian sebagaimana pakaian menjadi usang. Maka mintalah kepada Allah agar memperbaharui iman dalam hati kalian.”
(HR. Al-Hakim, shahih menurut syarat Muslim)

Artinya:
Kalau iman tidak dirawat…
Padam sendiri.

Seperti kompor gas.
Kalau tabungnya kosong…
Mau diputer sekeras apa pun… cuma bunyi “cesss”!


VI. Komentar Ulama tentang “Padamnya Cahaya”

📖 Ibnul Qayyim dalam Madarij as-Salikin menjelaskan:
Cahaya iman itu muncul karena kejujuran dan keikhlasan. Jika keduanya hilang, maka yang tersisa hanyalah kegelapan hawa nafsu.
(Madarij as-Salikin, 1/125)

📖 Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān berkata:
Ini adalah perumpamaan orang yang mengetahui kebenaran tetapi tidak mengambil manfaat darinya.
(Al-Jāmi’, 1/210)


VII. Humor Tajam Biar Melek

Kadang kita begini…

Datang ke kajian:
MasyaAllah semangat.

Pulang kajian:
Masuk motor… buka HP…
Langsung hilang semua ilmunya.

Itu seperti orang nyalakan lilin…
Begitu kena angin gosip… padam!

Ada juga yang begini:
Kalau di masjid, wajahnya teduh.
Keluar parkiran, klaksonnya paling galak.

Ini namanya:
Iman indoor.

Outdoor langsung hilang sinyal!


VIII. Pelajaran Besar Ayat

  1. Iman yang tidak tulus tidak akan bertahan.
  2. Ilmu tanpa amal hanya seperti api tanpa cahaya.
  3. Hati bisa dikunci jika terus-menerus menolak kebenaran.

Jangan sampai kita termasuk orang yang:

  • Pernah merasakan manisnya iman…
  • Lalu Allah cabut cahayanya.

Karena kalau cahaya sudah hilang…
Yang tersisa cuma gelap dan penyesalan.


IX. Renungan Penutup

Tanya pada diri kita:

Apakah iman kita api yang stabil?
Atau cuma korek api sekali gesek?

Jangan jadi muslim musiman.
Ramadhan terang…
Syawal gelap.

Kalau listrik mati, kita masih bisa beli genset.
Kalau cahaya iman mati…
Tidak ada toko yang jual cadangannya.


Doa Penutup

Ya Allah…
Jangan Engkau cabut cahaya iman dari hati kami.
Jangan Engkau jadikan kami seperti api yang padam di tengah kegelapan.

Ya Allah…
Perbaharui iman kami.
Terangi hati kami.
Wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Tidak ada komentar