Rugi Dalam Perdagangan Iman
Tafsir & Materi Ceramah
QS Al-Baqarah Ayat 16 – “Rugi Dalam Perdagangan Iman”
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 16:
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰىۖ فَمَا رَبِحَتْ تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ
“Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan mereka bukanlah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 16)
I. Mukadimah: Tema Besar Ayat
Ayat ini masih berbicara tentang orang-orang munafik, sebagaimana rangkaian ayat sebelumnya dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 8–20.
Allah memakai bahasa perdagangan.
Kenapa? Karena orang Arab Quraisy sangat paham konsep dagang.
Kalau Allah bilang:
“Tidak beruntung perniagaan mereka” — itu bahasa yang sangat menyakitkan.
Karena orang dagang itu paling takut apa?
Rugi!
Kalau cuma lapar, masih bisa sabar.
Kalau cuma capek, masih bisa istirahat.
Tapi kalau sudah modal habis dan rugi total — itu yang bikin kepala cenat-cenut tujuh keliling!
Dan Allah bilang:
Iman mereka itu dagang yang bangkrut total!
II. Makna “Membeli Kesesatan dengan Petunjuk”
Kata kunci: اشتروا (isytarau)
Dalam bahasa Arab artinya membeli.
Tapi maksudnya adalah menukar.
Tafsir Ulama
📖 Imam At-Ṭabari dalam Jāmi’ al-Bayān menjelaskan:
Mereka telah meninggalkan petunjuk dan mengambil kesesatan sebagai gantinya, sebagaimana orang yang menukar barang berharga dengan sesuatu yang hina.
(Jāmi’ al-Bayān, Tafsir QS 2:16)
📖 Imam Ibn Kathir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm berkata:
Mereka mengetahui kebenaran, tetapi sengaja memilih kesesatan karena hawa nafsu dan kepentingan dunia.
(Tafsir Ibn Kathir, 1/67)
III. Modal Dasar Manusia: Fitrah
Allah ﷻ berfirman:
فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
(QS. Ar-Rum: 30)
Artinya:
Semua manusia punya modal awal: fitrah menerima kebenaran.
Itu seperti:
- Modal usaha
- Modal warisan
- Modal deposito ruhani
Tapi orang munafik ini...
Modalnya dijual!
Bukan dikembangkan.
Lucunya begini...
Kalau orang jual motor buat modal usaha, masih masuk akal.
Ini orang jual petunjuk surga buat beli...
status sosial!
Itu seperti orang jual rumah buat beli layangan.
Anginnya berhenti, jatuh semua!
IV. Ciri Orang Rugi Secara Ruhani
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya orang-orang munafik berada pada tingkatan paling bawah dari neraka.”
(QS. An-Nisa: 145)
Kenapa paling bawah?
Karena mereka tahu kebenaran, tapi berpura-pura.
Dalam hadits Rasulullah ﷺ bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, jika dipercaya ia berkhianat.”
(HR. Muhammad riwayat Al-Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59)
V. Mengapa Disebut Tidak Untung?
Allah memakai istilah:
فَمَا رَبِحَتْ تِّجَارَتُهُمْ
Artinya: bukan cuma tidak untung…
Tapi rugi total.
Dalam tafsirnya, Al-Qurthubi menjelaskan:
Ini adalah perumpamaan bahwa mereka tidak mendapatkan manfaat sedikit pun dari amal mereka.
(Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, 1/205)
Bayangkan orang buka warung:
- Sewa mahal
- Modal besar
- Promosi jor-joran
Tapi dagangan basi.
Itu rugi biasa.
Ini lebih parah:
Modalnya iman, yang dibuang!
VI. Ayat Pembanding: Perdagangan yang Menguntungkan
Allah berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah Aku tunjukkan kepadamu suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?”
(QS. As-Saff: 10)
Ini dagang yang benar:
- Iman
- Jihad
- Amal saleh
Bukan dagang citra. Bukan dagang popularitas. Bukan dagang jabatan.
VII. Humor Renungan (Supaya Tidak Ngantuk)
Kadang kita begini:
Shalat cepat, tapi scroll lama.
Ngaji 5 menit, tapi gosip 2 jam.
Ini seperti orang beli mobil mewah…
tapi bensinnya air cucian beras!
Luarannya keren…
mesinnya mogok.
Munafik itu bukan soal peci miring atau gamis panjang.
Munafik itu hati yang bengkok.
Jangan sampai kita seperti pedagang:
- Untung di Instagram
- Bangkrut di akhirat
VIII. Renungan Ulama
📖 Ibnul Qayyim dalam Madarij as-Salikin berkata:
Orang yang meninggalkan kebenaran karena hawa nafsu, maka ia telah menjual akhiratnya dengan harga yang sangat murah.
(Madarij as-Salikin, 1/85)
📖 Hasan Al-Bashri berkata:
Munafik itu menampakkan iman seperti lilin menyala, tetapi hatinya gelap seperti malam tanpa bulan.
(Riwayat dalam Hilyatul Auliya’, Abu Nu’aim)
IX. Pesan Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Semua kita ini pedagang.
Tiap hari transaksi.
Pertanyaannya:
Kita jual iman untuk dunia?
Atau jual dunia untuk akhirat?
Jangan sampai Allah berkata tentang kita:
“Tidaklah beruntung perniagaan mereka.”
Karena kalau Allah sudah bilang rugi…
Tidak ada auditor yang bisa menyelamatkan!
Doa Penutup
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang yang menjual petunjuk dengan kesesatan.
Jangan Engkau cabut fitrah kami.
Jangan Engkau biarkan hati kami mati dalam keadaan berpura-pura.
Ya Allah…
Jadikan iman kami dagangan paling menguntungkan.
Jadikan akhir hidup kami dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Post a Comment