DARI PERUT KENYANG KE HATI YANG LUPA TUHAN
“DARI PERUT KENYANG KE HATI YANG LUPA TUHAN”
(Tadabbur QS Quraisy 1–4)
📖 PEMBUKAAN AYAT
1️⃣ Firman Allah Ta’ala:
📖 QS Quraisy Ayat 1–4
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
Artinya:
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.
(Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
Maka hendaklah mereka menyembah Rabb pemilik rumah ini (Ka’bah).
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”
🔥 BAGIAN I — NIKMAT YANG DIABAIKAN
Tafsir Ulama
📚 Imam Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, beliau menjelaskan:
Allah mengingatkan Quraisy atas nikmat keamanan dan kelapangan rezeki agar mereka menyembah Allah semata.
📚 Imam Al-Qurthubi
Dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, beliau menyebutkan:
Allah jadikan perjalanan dagang mereka aman karena keberadaan Ka’bah.
Artinya apa?
🔴 Mereka bukan hebat. 🔴 Bukan karena strategi bisnis. 🔴 Bukan karena marketing. 🔴 Tapi karena rumah Allah di tengah kota mereka.
Kalau bukan karena Ka'bah, kafilah mereka dirampok!
😄 Humor Segar
Kalau hari ini ada orang merasa sukses karena:
- “Saya jago bisnis.”
- “Saya ahli investasi.”
- “Saya rajin ikut seminar.”
Padahal listrik mati 2 jam saja sudah panik.
Padahal sinyal hilang 5 menit sudah bilang:
“Ya Allah kiamat sudah dekat!”
Quraisy minimal masih tahu itu dari Allah…
Kita?
Sudah kenyang… tapi tidak sujud.
🔥 BAGIAN II — NIKMAT PALING BESAR: KEAMANAN
Allah berfirman:
📖 QS Al-Ankabut: 67
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ
“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sementara manusia di sekeliling mereka saling merampok?”
📚 Ibnu Katsir menjelaskan:
Keamanan Makkah adalah karunia khusus dari Allah.
Hadis Nabi ﷺ
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي بَدَنِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
(HR. Tirmidzi no. 2346)
Artinya:
“Barangsiapa di pagi hari merasa aman, sehat badannya, dan punya makanan hari itu, seakan dunia telah dikumpulkan untuknya.”
📚 Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:
Ini menunjukkan nikmat terbesar dunia adalah keamanan dan kecukupan.
🔴 Tapi manusia? Kalau sudah aman… Lupa Tuhan.
Kalau sudah kenyang… Lupa sujud.
Kalau sudah kaya… Lupa zakat.
Kalau sudah sukses… Lupa akhirat.
😄 Humor Menghidupkan Suasana
Orang miskin bilang:
“Ya Allah kalau saya kaya, saya rajin masjid.”
Sudah kaya? Masjid lewat… cuma klakson:
“Assalamu’alaikum dari mobil, ya Rabb!”
🔥 BAGIAN III — PERINTAH YANG DIABAIKAN
Allah berfirman:
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
“Maka hendaklah mereka menyembah Rabb pemilik rumah ini.”
📚 Al-Baghawi dalam Ma’alim at-Tanzil:
Ini perintah tauhid sebagai balasan atas nikmat.
Artinya:
Nikmat → Harus melahirkan ibadah.
Rezeki → Harus melahirkan syukur.
Keamanan → Harus melahirkan ketaatan.
Kalau tidak?
Allah berfirman:
📖 QS Ibrahim: 7
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Jika kalian bersyukur pasti Aku tambah, dan jika kalian kufur, azab-Ku sangat pedih.”
📚 Tafsir Ath-Thabari:
Kufur nikmat adalah menggunakan nikmat untuk maksiat.
🔥 RETORIKA MENGGUNCANG
Kalau hari ini:
- Mata dipakai nonton haram.
- Tangan dipakai zalim.
- Mulut dipakai ghibah.
- Harta dipakai riya.
Itu bukan sekadar dosa.
Itu kufur nikmat.
💥 HUBUNGAN DENGAN PERISTIWA GAJAH
Allah menyelamatkan Quraisy dari tentara bergajah.
📖 QS Al-Fil: 1
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Tuhanmu bertindak terhadap pasukan bergajah?”
📚 Ibnu Katsir:
Itu mukjizat penjagaan Allah terhadap Ka’bah.
Tapi setelah diselamatkan… Quraisy tetap syirik.
MasyaAllah…
Kadang kita juga begitu. Sakit → sembuh → janji taubat. Lolos dari musibah → janji berubah.
Tiga minggu kemudian… Balik lagi.
😄 Bahkan dosa pun diulang dengan “update versi terbaru”.
💧 DOA
Ya Allah… Engkau beri kami makan… tapi kami lupa menyebut nama-Mu.
Ya Allah… Engkau beri kami keamanan… tapi kami gunakan untuk maksiat dalam kamar tertutup.
Ya Rabb… Betapa sering Engkau lindungi kami dari musibah, yang bahkan kami tidak tahu.
Berapa kecelakaan yang Engkau belokkan? Berapa penyakit yang Engkau tahan? Berapa bala yang Engkau cegah?
Ya Allah… Kami malu…
Engkau beri makan dari lapar… kami balas dengan kelalaian.
Engkau beri aman dari takut… kami balas dengan kesombongan.
Ya Allah… Jangan Engkau cabut nikmat sebelum Engkau cabut dosa kami.
Ya Allah… Jika kami belum pantas menerima nikmat, jadikan kami pantas dengan taubat.
Ya Allah… Jangan Engkau jadikan kami seperti Quraisy, yang kenyang tapi kafir, aman tapi syirik.
Ya Rabb… Ajari kami sujud saat kenyang… Ajari kami bersyukur saat aman… Ajari kami takut sebelum Engkau membuat kami takut…
Ampuni dosa kami… dosa keluarga kami… dosa orang tua kami…
Jangan Engkau uji kami dengan kelaparan iman. Jangan Engkau uji kami dengan hilangnya rasa takut kepada-Mu.
Ya Allah… Akhiri hidup kami dalam keadaan menyembah Rabb rumah ini… dalam keadaan tauhid… dalam keadaan sujud…
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Post a Comment