Hujan, Petir, dan Hati yang Ketakutan
Materi Ceramah Tafsir
QS Al-Baqarah Ayat 19
“Hujan, Petir, dan Hati yang Ketakutan”
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:
اَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ فِيْهِ ظُلُمٰتٌ وَّرَعْدٌ وَّبَرْقٌۚ يَجْعَلُوْنَ اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِۗ وَاللّٰهُ مُحِيْطٌۢ بِالْكٰفِرِيْنَ
“Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya karena takut mati akibat petir itu. Dan Allah meliputi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah: 19)
I. Perumpamaan Kedua: Lebih Mencekam
Jika ayat 17 menggambarkan api yang padam,
ayat ini menggambarkan badai yang menakutkan.
Hujan deras.
Gelap.
Petir menyambar.
Guruh menggelegar.
Orang munafik itu seperti orang yang:
- Takut dengan suara petir
- Tapi tidak bisa lari dari langit
Mereka takut pada Islam,
padahal Islam itu rahmat.
II. Makna “صَيِّبٍ” (Hujan Lebat)
Menurut Imam At-Ṭabari dalam Jāmi’ al-Bayān:
“Sayyib” adalah hujan deras yang turun membawa kehidupan.
(Jāmi’ al-Bayān, Tafsir QS 2:19)
Artinya:
Hujan itu sebenarnya rahmat.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ
“Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.”
(QS. Asy-Syura: 28)
Islam itu seperti hujan.
Menghidupkan bumi hati.
Tapi orang munafik melihat hujan sebagai ancaman,
bukan rahmat.
III. Petir dan Kilat: Apa Maknanya?
Tafsir Ulama
📖 Ibn Kathir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:
Petir adalah ancaman dan peringatan Al-Qur’an.
Kilat adalah cahaya kebenaran yang sesekali mereka rasakan.
(Tafsir Ibn Kathir, 1/71)
📖 Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān:
Kegelapan adalah keraguan,
guruh adalah ancaman ayat-ayat azab,
kilat adalah dalil-dalil kebenaran yang hampir mereka pahami namun tidak mereka ikuti.
(Al-Jāmi’, 1/214)
IV. Mereka Menutup Telinga
يَجْعَلُوْنَ اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ
Lucu ya…
Mereka masukkan jari ke telinga supaya tidak dengar petir.
Padahal kalau petir mau menyambar,
menutup telinga tidak menyelamatkan.
Ini sindiran Allah:
Mereka menolak mendengar ayat-ayat ancaman.
Allah berfirman:
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا وَلَّوْا مُسْتَكْبِرِينَ
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berpaling dengan sombong.”
(QS. Luqman: 7)
V. Allah Meliputi Mereka
وَاللّٰهُ مُحِيْطٌۢ بِالْكٰفِرِيْنَ
Artinya:
Tidak ada tempat lari.
Sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ
“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”
(QS. Al-Fajr: 14)
Kalau hujan bisa kita hindari dengan payung…
Kalau azab Allah?
Mau pakai helm proyek satu kampung juga tidak cukup.
VI. Hadits Tentang Takut yang Benar
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا
“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
(HR. Al-Bukhari no. 6486 dan Muslim no. 2359)
Orang beriman takut karena sadar.
Orang munafik takut karena benci.
VII. Humor Biar Tidak Tegang
Kadang kita begini:
Kalau dengar ayat tentang neraka…
Langsung batuk-batuk pura-pura minum.
Kalau khutbah mulai bahas dosa…
Tiba-tiba lihat jam terus.
Ini seperti orang kehujanan…
Tapi menyalahkan hujannya, bukan cari tempat berteduh.
Atau kayak orang takut petir…
Tapi tetap selfie di tengah lapangan.
Itu bukan berani…
Itu nekat plus kurang mikir!
VIII. Pelajaran Besar Ayat
- Islam itu rahmat, bukan ancaman.
- Orang munafik melihat kebenaran sebagai beban.
- Menutup telinga dari nasihat tidak menghindarkan dari kematian.
- Allah meliputi segala sesuatu — tidak ada celah untuk lari.
IX. Refleksi Diri
Tanya pada hati kita:
Kalau dengar ayat azab…
Apakah kita berubah?
Atau cuma bilang: “Ah nanti juga tobat.”
Jangan jadi orang yang:
- Takut pada suara,
- Tapi tidak takut pada sebabnya.
Takut pada ceramah…
Tapi tidak takut pada dosa.
X. Penutup Menggetarkan
Jamaah sekalian…
Hujan itu rahmat.
Petir itu peringatan.
Kilat itu cahaya kebenaran.
Jangan sampai kita:
Menutup telinga dari nasihat…
Lalu Allah tutup hati kita.
Karena kalau hati sudah ditutup…
Petir paling terang pun tak akan menerangi.
Doa Penutup
Ya Allah…
Jangan jadikan kami seperti orang yang takut pada suara peringatan,
tetapi tidak mau berubah.
Ya Allah…
Bukakan telinga hati kami.
Terangi jiwa kami dengan cahaya Al-Qur’an.
Jangan Engkau biarkan kami tenggelam dalam keraguan.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Post a Comment