IQRA’: DARI TITIK DARAH MENUJU DEKAT DENGAN ALLAH
🔥 “IQRA’: DARI TITIK DARAH MENUJU DEKAT DENGAN ALLAH”
Berdasarkan Surah Al-Alaq dalam Al-Qur'an
BAGIAN I – AYAT 1–5
PERINTAH PERTAMA: IQRA’!
📖 Ayat 1
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan.”
Ini adalah wahyu pertama kepada Nabi ﷺ.
Hadis riwayat Bukhari:
«جَاءَنِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: اقْرَأْ…»
(HR. Bukhari no. 3)
Jibril datang dan berkata: “Bacalah!”
🔎 Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim):
Perintah membaca ini adalah awal kemuliaan umat Islam — agama ini dibangun di atas ilmu.
🔥 Pesan mimbar:
Wahyu pertama bukan “Kumpulkan harta.”
Bukan “Kuasai dunia.”
Tapi “Iqra’!”
Artinya: bangun peradaban dengan ilmu.
😄 Humor:
Kadang kita ini rajin baca…
tapi yang dibaca cuma komentar netizen.
Ayat kurang, gosip lancar!
📖 Ayat 2
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
“Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.”
🔎 Imam Al-Qurthubi (Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an):
Allah menyebut asal manusia untuk mengingatkan bahwa kita berasal dari sesuatu yang hina, agar tidak sombong.
🔥 Dari segumpal darah…
jadi makhluk yang bisa debat, bisa bikin teknologi, bisa sombong!
😄 Humor:
Lucu ya…
Asalnya cuma segumpal darah,
giliran punya jabatan sedikit… suaranya berubah.
📖 Ayat 3
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
“Bacalah, dan Rabbmu Maha Pemurah.”
Ibnu Katsir:
Pengulangan “Iqra’” menunjukkan pentingnya ilmu.
Allah itu Al-Akram — Maha Mulia dan Maha Dermawan dalam memberi ilmu.
📖 Ayat 4–5
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Yang mengajar dengan pena.
Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
📚 Dalam tafsir disebutkan Nabi Idris adalah yang pertama menulis dengan pena.
🔥 Islam menghormati tulisan, ilmu, dokumentasi.
Agama ini tidak anti intelektual.
BAGIAN II – AYAT 6–8
MANUSIA MUDAH SOMBONG
📖
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى
“Ketahuilah, manusia benar-benar melampaui batas ketika merasa dirinya cukup.”
🔎 Asbabun nuzul: tentang Abu Jahal.
Tapi sifat ini universal.
Kalau merasa:
- Punya uang
- Punya kuasa
- Punya jabatan
Maka muncul kesombongan.
📖 Allah berfirman:
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ
“Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah tempat kembali.”
🔥 Pesan:
Tidak peduli seberapa tinggi posisi…
ujungnya tetap kembali ke tanah.
😄 Humor:
Gaji naik sedikit…
sudah lupa waktu shalat.
Padahal nanti di kubur tidak ditanya:
“Berapa slip gajimu?”
BAGIAN III – AYAT 9–14
ORANG YANG MELARANG SHALAT
📖
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى
عَبْدًا إِذَا صَلَّى
“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba ketika ia shalat?”
Ini tentang Abu Jahal yang melarang Nabi ﷺ shalat di Ka’bah.
Bayangkan…
Orang sedang sujud…
masih dilarang.
🔎 Tafsir Ibnu Katsir:
Ini menunjukkan permusuhan terhadap ibadah.
🔥 Hari ini mungkin tidak ada Abu Jahal secara fisik.
Tapi ada “Abu Jahal modern”:
- Yang mengejek hijrah
- Yang menertawakan orang rajin masjid
- Yang menganggap shalat tidak penting
📖
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ
“Tidakkah dia tahu bahwa Allah melihat?”
Pesan keras:
Tidak ada dosa yang tersembunyi.
BAGIAN IV – AYAT 15–18
ANCAMAN BAGI YANG SOMBONG
📖
لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
“Sungguh Kami akan tarik ubun-ubunnya, ubun-ubun yang dusta lagi durhaka.”
Ibnu Katsir:
Ubun-ubun disebut karena itu simbol kehormatan dan kendali.
🔥 Sombong hari ini…
bisa diseret besok.
📖
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
“Biarlah dia memanggil golongannya.
Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah.”
Hadis menyebutkan:
“Jika ia benar-benar memanggil golongannya, niscaya malaikat Zabaniyah akan menangkapnya.”
(Disebut dalam tafsir Ibnu Katsir)
🔥 Jangan merasa aman karena punya backing manusia.
Kalau Allah murka… tidak ada yang bisa lindungi.
BAGIAN V – AYAT 19
PENUTUP YANG MENYENTUH
📖
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Jangan patuhi dia. Sujudlah dan mendekatlah.”
Inilah puncak surah.
Dekat dengan Allah bukan lewat harta.
Bukan lewat status.
Tapi lewat sujud.
Hadis riwayat Muslim:
«أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ»
(HR. Muslim no. 482)
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud.”
🔥 Jadi kalau ingin dekat dengan Allah…
perbanyak sujud.
PENUTUP CERAMAH
Surah ini mengajarkan:
- Bangun hidup dengan ilmu.
- Jangan sombong walau sukses.
- Ingat akhirat.
- Jangan pernah tinggalkan shalat.
- Dekat dengan Allah lewat sujud.
😄 Humor penutup:
Kalau hidup mau naik level…
upgrade iman dulu.
Karena WiFi saja kalau sinyal lemah…
harus mendekat ke router.
Kalau iman lemah…
mendekat ke Allah.
Post a Comment