MANUSIA: TERBAIK ATAU TERJEREMBAB?

🔥 “MANUSIA: TERBAIK ATAU TERJEREMBAB?”

(Bedah Surah At-Tin Ayat 1–8)

Berdasarkan Surah At-Tin dalam Al-Qur'an


PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku…

Kita hidup di zaman aneh.

Manusia diciptakan paling sempurna…
tapi hidupnya seperti paling hina.

Teknologi tinggi.
Akal canggih.
Tapi akhlak kadang lebih rendah dari binatang.

Allah membuka Surah At-Tin dengan sumpah.

Kalau Allah sudah bersumpah…
artinya ini serius.


SUMPAH YANG MENGGETARKAN

📖

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
وَطُورِ سِينِينَ
وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

“Demi Tin dan Zaitun.
Demi Bukit Sinai.
Demi kota yang aman ini.”

Ini bukan sekadar buah.

Ini simbol tempat turunnya wahyu:

  • Wilayah Nabi Isa
  • Bukit Nabi Musa
  • Kota Nabi Muhammad ﷺ

Seolah Allah berkata:

“Aku bersumpah atas sejarah para nabi…
bahwa manusia punya potensi luar biasa!”


MANUSIA DICIPTAKAN PALING SEMPURNA

📖

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh Kami ciptakan manusia dalam bentuk terbaik.”

Perhatikan:

Bukan “cukup baik”.
Bukan “lumayan”.

Tapi Ahsani Taqwim.

Kita punya:

  • Akal
  • Hati
  • Ruh
  • Moral
  • Pilihan

Tapi kenapa banyak yang hidupnya rusak?

🔥 Karena manusia diberi kebebasan.

Kalau akalnya dipakai untuk maksiat…
maka ia turun.


🎭 Humor tajam:

Sekarang orang lebih bangga six-pack daripada six juz hafalan.

Lebih bangga followers daripada pahala.

Padahal yang ditanya di kubur bukan:
“Berapa subscriber kamu?”


TURUN KE PALING RENDAH

📖

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

“Kemudian Kami kembalikan dia ke serendah-rendahnya.”

Sebagian ulama: usia tua.

Sebagian: neraka jika kufur.

Bayangkan…

Dari “Ahsani Taqwim”…
turun ke “Asfala Safilin”.

Dari puncak kemuliaan…
ke jurang kehinaan.

🔥 Itu bukan takdir semata.
Itu pilihan.

Orang yang tidak menjaga imannya…
akan turun.


PENGECUALIAN

📖

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

“Kecuali yang beriman dan beramal saleh.”

Kuncinya dua:

  1. Iman
  2. Amal

Bukan iman saja.
Bukan amal saja.

Iman tanpa amal = teori kosong.
Amal tanpa iman = lelah tanpa nilai akhirat.

🔥 Yang selamat bukan yang pintar.
Tapi yang taat.


TAMPARAN LOGIKA

📖

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ

“Apa lagi yang membuatmu mendustakan hari pembalasan?”

Kalau Allah bisa menciptakan manusia dari setetes air…
Kalau Allah bisa membuatnya tua dan lemah…

Kenapa ragu Allah mampu membangkitkan?

📖

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

“Bukankah Allah hakim paling adil?”

Hari ini mungkin orang zalim tertawa.
Tapi di akhirat, keadilan ditegakkan.

🔥 Jangan iri pada orang yang tampak sukses dalam dosa.

Karena hakimnya bukan manusia.

Hakimnya Allah.


 PENUTUP 

Saudaraku…

Kita diciptakan terbaik.

Jangan hidup seperti terburuk.

Jangan turunkan dirimu sendiri.

Kalau hari ini kita masih bermaksiat…

Kita sedang menukar “Ahsani Taqwim”
dengan “Asfala Safilin”.

Masih ada waktu.

Masih ada kesempatan.

Pilih naik…
atau jatuh.


🌧 DOA 

Ya Allah…

Engkau ciptakan kami dalam bentuk terbaik…

Tapi sering kami hidup dalam cara terburuk…

Ya Rabb…

Kalau Engkau tidak menjaga kami…
kami akan jatuh.

Ya Allah…

Jangan Engkau kembalikan kami ke derajat paling rendah…

Jangan Engkau jadikan kami hamba yang hina di hadapan-Mu…

Ampuni dosa mata kami…
Ampuni dosa lisan kami…
Ampuni dosa hati kami…

Ya Allah…

Kami takut menjadi manusia yang Engkau turunkan derajatnya…

Kami takut kehilangan iman sebelum mati…

Tetapkan hati kami di atas agama-Mu…

Ya Rabb…

Jika kami sudah mulai jauh…
tarik kami kembali…

Jika kami mulai lalai…
sadarkan kami…

Jika kami mulai sombong…
hancurkan kesombongan itu sebelum Engkau hancurkan kami…

Ya Allah…

Engkau Hakim yang paling adil…

Jangan hukum kami dengan keadilan-Mu…

Hukum kami dengan rahmat-Mu…

Jadikan kami termasuk orang-orang yang Engkau kecualikan…

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh…

Ya Rabb…

Angkat kami kembali ke derajat kemuliaan…

Jangan biarkan kami mati dalam kehinaan…

Balaa…
Wa nahnu ‘ala dzalika minasy syahidin…

Aamiin ya Rabbal ‘alamin…



Tidak ada komentar