Islah Dzatil Bain: Menyelamatkan Keluarga, Menyelamatkan Jamaah
“Islah Dzatil Bain: Menyelamatkan Keluarga, Menyelamatkan Jamaah”
Pembukaan (±10 menit – menundukkan hati)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillah…
Segala puji bagi Allah yang menyatukan hati-hati kita dengan iman.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ,
yang datang membawa agama rahmat, bukan agama permusuhan.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Di antara kita mungkin ada:
- Suami yang diam pada istrinya berhari-hari
- Istri yang memendam luka bertahun-tahun
- Saudara kandung yang tak saling menyapa
- Jamaah masjid yang saling sindir, saling benci, saling menjauh
Kita rajin shalat…
Kita rajin puasa…
Tapi hati kita retak.
Dan hari ini, Allah kumpulkan kita bukan untuk merasa benar,
tetapi untuk belajar berdamai.
Bagian 1: Bahaya Konflik dalam Pandangan Nabi ﷺ (±15 menit)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak halal bagi seorang Muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari…”
Bayangkan, hadirin…
Bukan zina…
Bukan riba…
Bukan pembunuhan…
Tapi memutus hubungan,
sudah cukup membuat amal tertahan.
Rasulullah ﷺ bersabda lagi:
“Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis, kecuali bagi orang yang bermusuhan…”
Artinya apa?
Ada orang shalatnya banyak…
Sedekahnya jalan…
Tapi ampunannya tertahan karena konflik.
Bukan karena kurang ibadah,
tapi karena kerasnya hati.
Bagian 2: Konflik Keluarga – Luka yang Paling Dalam (±20 menit)
Hadirin yang Allah muliakan…
Konflik paling menyakitkan bukan dengan orang jauh,
tapi dengan orang yang kita cintai.
Suami-istri:
- Tidur satu ranjang, tapi hati berjauhan
- Satu rumah, tapi terasa asing
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
Banyak rumah tangga runtuh bukan karena kurang nafkah,
tapi karena:
- Lisan yang tajam
- Ego yang tinggi
- Gengsi untuk minta maaf
Ada suami berkata:
“Saya kepala rumah tangga.”
Tapi lupa…
kepala yang sombong tidak akan masuk surga.
Ada istri berkata:
“Saya juga tersakiti.”
Benar…
Tapi surga tidak dibuka dengan siapa paling benar,
melainkan siapa paling mau merendah.
Bagian 3: Konflik Jamaah – Ibadah yang Kehilangan Ruh
Jamaah yang dirahmati Allah…
Masjid dibangun untuk sujud,
bukan untuk saling menjatuhkan.
Tapi kenyataannya:
- Berbeda pilihan → bermusuhan
- Berbeda pendapat → saling menjauh
- Berbeda gaya ibadah → saling merendahkan
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan berada di mimbar-mimbar cahaya.”
Bukan karena mereka paling pintar,
tapi karena hatinya bersih.
Masjid yang penuh jamaah tapi penuh kebencian
lebih berbahaya daripada masjid yang sepi.
Bagian 4: Islah Dzatil Bain – Amal yang Mengalahkan Puasa & Shalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Maukah aku beritahu amalan yang lebih utama daripada puasa, shalat, dan sedekah?”
“Islah dzatil bain.”
Bayangkan…
Memperbaiki hubungan
lebih berat timbangannya
daripada ibadah sunnah yang panjang.
Kenapa?
Karena ibadah bisa dikerjakan sendiri,
tapi islah butuh mengalahkan ego.
Islah itu:
- Mengalah walau kita benar
- Diam walau bisa membalas
- Datang walau pernah disakiti
Dan itulah akhlak para penghuni surga.
Bagian 5: Tangisan Kesadaran
Hadirin…
Coba tanyakan pada diri kita masing-masing:
- Sudahkah kita memaafkan pasangan kita?
- Sudahkah kita menyapa saudara yang lama kita jauhi?
- Sudahkah kita berhenti menyimpan dendam?
Atau jangan-jangan…
Kita ingin masuk surga
dengan membawa daftar kebencian?
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kebencian.”
DOA
Allahumma ya Allah…
Kami datang kepada-Mu
bukan membawa amal yang pantas dibanggakan,
tapi membawa hati yang penuh luka dan dosa.
Ya Allah…
Ampuni kami yang mudah marah,
ampuni kami yang sulit memaafkan,
ampuni kami yang lebih suka menang daripada berdamai.
Ya Allah…
Jika di antara kami ada suami yang menyakiti istrinya,
lembutkanlah hatinya.
Jika di antara kami ada istri yang menyimpan luka,
lapangkanlah dadanya.
Jika di antara kami ada keluarga yang terpecah,
satukanlah kembali dengan rahmat-Mu.
Ya Allah…
Jika di masjid ini ada jamaah yang saling bermusuhan,
hapuskanlah dendam dari hati mereka.
Jangan Engkau angkat amal kami
dalam keadaan kami saling membenci, ya Rabb…
Ya Allah…
Jadikan kami hamba-hamba-Mu
yang jika disakiti memilih memaafkan,
jika dihina memilih bersabar,
jika berbeda memilih berlapang dada.
Ya Allah…
Naungi kami dengan naungan-Mu
bersama orang-orang yang saling mencintai karena-Mu.
Ya Allah…
Jangan wafatkan kami
dalam keadaan bermusuhan dengan siapa pun.
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun,
waj’alna lil muttaqina imama…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Post a Comment