Jangan Mencari Perang, Tapi Carilah Ridha Allah
“Jangan Mencari Perang, Tapi Carilah Ridha Allah”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين…
نحمده ونستعينه ونستغفره…
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Kita berkumpul di rumah Allah ini
bukan karena kita paling benar,
bukan karena amal kita paling banyak,
tetapi karena Allah masih menahan ajal kita
agar hati ini sempat dibersihkan.
Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling lembut hatinya,
namun paling tegas dalam kebenaran.
Mukadimah Tema: Islam Mengajarkan Kendali, Bukan Amarah
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Islam tidak mengajarkan haus darah,
Islam tidak mendidik dendam,
Islam mendidik adab—bahkan pada saat paling berat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian mengharapkan pertemuan dengan musuh.
Mintalah kepada Allah keselamatan.”
Lihat… Nabi tidak berkata: “Carilah pertempuran.”
Beliau berkata: “Mintalah keselamatan.”
Namun ketika ujian itu datang…
ketika tidak ada jalan kembali…
beliau bersabda:
“Jika kalian bertemu mereka, maka tetaplah teguh
dan perbanyaklah mengingat Allah.”
Bukan marah yang diperintah,
bukan benci yang dipupuk,
tetapi dzikir… keteguhan… kendali diri.
Niat: Timbangan yang Menentukan Segalanya
Dari ‘Auf bin Malik, disebutkan sepuluh adab bagi siapa pun
yang ingin berjalan di jalan Allah sesuai sunnah.
Adab yang pertama:
Tidak keluar kecuali dengan ridha kedua orang tua.
Berapa banyak ibadah kita
yang kita banggakan,
tetapi melukai hati ibu?
Berapa banyak amal yang kita ceritakan,
namun membuat ayah menangis diam-diam?
Jika ridha orang tua tidak kita jaga,
bagaimana mungkin kita berharap ridha Allah?
Melunasi Amanah Sebelum Melangkah
Adab yang kedua:
Menunaikan amanah Allah dan amanah manusia.
Shalat… zakat… haji…
lalu kezaliman yang belum kita minta maaf…
ghibah yang belum kita tarik kembali…
dusta yang belum kita luruskan…
Bagaimana mungkin seseorang berjalan menuju Allah
sementara hak manusia masih ia genggam?
Ma’asyiral muslimin…
amal yang paling berat bukan yang paling tampak,
tetapi yang paling bersih dari kezaliman.
Tanggung Jawab Keluarga dan Kehalalan Harta
Adab berikutnya:
Meninggalkan nafkah yang cukup bagi keluarga.
Berangkat dengan harta yang halal.
Islam tidak memuliakan pengorbanan
yang menelantarkan keluarga,
dan tidak menerima perjuangan
yang dibangun di atas yang haram.
Allah tidak butuh pengorbanan kita,
kitalah yang butuh penerimaan Allah.
Sudahkah kita bertanya:
“Apakah rezeki yang kita bawa
disukai Allah?”
Taat, Rendah Hati, dan Menjaga Ukhuwah
Adab berikutnya:
Mendengar dan taat kepada pemimpin dalam kebaikan.
Menjaga hak sahabat: senyum, membantu, merawat.
Di saat berat,
akhlaklah yang terlihat.
Islam tidak membesarkan ego,
Islam membesarkan ukhuwah.
Senyum yang ikhlas,
bantuan yang diam-diam,
kesabaran saat diuji oleh sesama…
Itulah keindahan Islam
yang sering kita lupakan.
Tidak Menyakiti, Tidak Berkhianat, Tidak Lari
Adab berikutnya:
Tidak menyakiti muslim maupun nonmuslim yang terikat perjanjian.
Tidak lari dari tanggung jawab.
Tidak berkhianat sedikit pun.
Allah berfirman:
“Barang siapa berkhianat,
ia akan datang pada hari kiamat
membawa apa yang dikhianatkannya.”
Pada hari itu,
tidak ada tempat bersembunyi,
tidak ada alasan,
yang ada hanya amal yang berbicara.
Tujuan Akhir: Memuliakan Agama, Bukan Diri
Adab yang kesepuluh—dan paling menentukan:
Berniat memuliakan agama dan menolong kaum mukminin.
Bukan ingin dipuji,
bukan ingin disebut berani,
bukan ingin diingat manusia…
Tetapi ingin Allah ridha.
Berapa banyak amal yang runtuh
karena niat yang retak?
Sifat-Sifat Hati: Kuat tapi Tunduk
Para ulama menyebutkan sifat-sifat batin:
tegar seperti batu,
sabar saat berat,
setia, cerdas melihat peluang…
Namun semua itu bukan untuk kesombongan,
melainkan untuk menjaga amanah.
Kekuatan tanpa adab adalah bencana.
Keberanian tanpa dzikir adalah petaka.
Doa
Ya Allah…
kami sering meminta kemenangan,
tetapi lupa memperbaiki niat…
Kami sering ingin terlihat benar,
tetapi lalai menjaga adab…
Ya Allah…
ajarkan kami untuk tidak mencari ujian,
namun teguh saat Engkau mengujinya.
Ya Allah…
bersihkan hati kami dari dendam,
kuatkan kami dengan dzikir,
hiasilah langkah kami dengan adab…
Ya Allah…
jika Engkau takdirkan kami hidup,
hidupkan kami dalam ketaatan…
jika Engkau takdirkan kami wafat,
wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha…
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا…
وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً…
إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ…
Post a Comment