Menangis Karena Menjadi Umat Muhammad ﷺ
“Menangis Karena Menjadi Umat Muhammad ﷺ”
PEMBUKAAN
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Alhamdulillāh…
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.
Yang masih memberi kita iman,
yang masih memberi kita Islam,
yang masih memberi kita kesempatan untuk duduk di majelis ilmu,
sementara betapa banyak manusia hari ini… hidup, tapi mati hatinya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarganya, sahabatnya,
dan kepada kita semua yang berharap dikumpulkan bersama beliau…
meski amal kita sedikit,
meski dosa kita bertumpuk,
tapi cinta kita—mudah-mudahan—masih hidup.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Sebelum kita bicara tentang surga,
sebelum kita bicara tentang pahala,
sebelum kita bicara tentang jihad, amal, dan pengorbanan…
izinkan saya bertanya kepada diri saya dan kepada Anda semua:
👉 Pernahkah kita menangis karena menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ?
Bukan menangis karena dunia,
bukan karena jabatan,
bukan karena harta…
tapi menangis karena satu kalimat:
“Aku adalah umat Muhammad ﷺ.”
BAGIAN 1: KEINGINAN PARA NABI TERHADAP UMAT INI
Hadirin yang dirahmati Allah…
Tahukah Anda?
Ada seorang Nabi besar,
Kalimullāh,
orang yang diajak bicara langsung oleh Allah…
Nabi Musa ‘alaihis salām.
Beliau membaca lembaran-lembaran wahyu.
Di sana beliau menemukan ciri-ciri sebuah umat.
Maka Nabi Musa berkata dengan penuh harap:
“Wahai Tuhanku… aku dapati suatu umat yang dosa-dosa mereka ditebus dengan shalat lima waktu… jadikanlah mereka umatku.”
Allah berfirman dengan lembut namun tegas:
“Mereka adalah umat Muhammad ﷺ.”
Musa belum berhenti…
“Wahai Tuhanku… aku dapati suatu umat yang jika berniat kebaikan, meski belum dikerjakan, sudah dicatat pahala…”
Allah berfirman:
“Mereka adalah umat Muhammad ﷺ.”
Musa kembali berkata…
“Aku dapati suatu umat yang tujuh puluh ribu dari mereka masuk surga tanpa hisab…”
Allah menjawab:
“Mereka adalah umat Muhammad ﷺ.”
Hadirin…
Bayangkan…
seorang Nabi sebesar Musa ‘alaihis salām
berharap…
ingin…
menjadi bagian dari umat ini.
Sedangkan kita?
Kita terlahir sebagai umat Muhammad ﷺ…
tanpa minta…
tanpa usaha…
Lalu pantaskah kita lalai?
BAGIAN 2: KEMULIAAN YANG SERING KITA LUPAKAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi sebelumku…”
Salah satunya…
👉 Aku diberi syafaat… dan aku simpan untuk umatku.
Hadirin…
Syafaat itu bukan untuk orang yang merasa paling saleh.
Syafaat itu untuk orang yang hancur hatinya karena dosa, tapi tidak putus harapannya kepada Allah.
Syafaat itu untuk orang yang mungkin shalatnya bolong,
akhlaknya compang-camping,
tapi setiap kali disebut nama Nabi ﷺ…
dadanya bergetar…
Allah menjadikan bumi ini masjid bagi kita…
Kita sujud di mana saja…
sementara umat terdahulu hanya boleh shalat di tempat tertentu.
Allah halalkan ghanimah bagi kita…
Allah ringankan hisab kita…
Allah pendekkan umur kita…
agar dosa kita tidak terlalu banyak…
Tapi apa balasan kita?
Kita sering lupa…
kita sering lalai…
kita sering sibuk mencela umat ini,
tanpa sadar…
kita sendiri adalah bagian dari umat yang sedang kita hina.
BAGIAN 3: UMAT TERAKHIR, TAPI TERDEPAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kita adalah umat terakhir, dan kita yang pertama pada hari kiamat.”
Bayangkan hari itu…
semua nabi berdiri…
semua umat berlutut…
matahari satu hasta di atas kepala…
Lalu umat Muhammad ﷺ dipanggil lebih dulu.
Kenapa?
Bukan karena kita paling banyak amal…
tapi karena kita punya Nabi yang paling mulia…
yang tidak pernah lelah bersujud dan berkata:
“Ummati… ummati…”
Bahkan di saat sakaratul maut,
bukan dirinya yang beliau pikirkan…
tapi umatnya.
BAGIAN 4: MUHASABAH DIRI
Hadirin…
Jika Nabi Musa ingin menjadi umat ini…
jika Nabi Isa memberi kabar gembira tentang umat ini…
jika para malaikat bangga dengan umat ini…
👉 Lalu mengapa kita sendiri meremehkan identitas kita sebagai Muslim?
Mengapa shalat terasa berat?
Mengapa Al-Qur’an jarang kita sentuh?
Mengapa maksiat terasa ringan?
Bukan karena Islam itu berat…
tapi karena hati kita yang lelah oleh dosa.
DOA
Ya Allah…
Jika bukan karena rahmat-Mu…
kami bukan siapa-siapa…
Ya Allah…
kami ini umat yang Engkau muliakan,
tapi sering lupa bersyukur…
Ya Allah…
jika hari ini Engkau hisab kami dengan keadilan-Mu,
maka binasalah kami…
tapi jika Engkau hisab kami dengan rahmat-Mu,
maka selamatlah kami…
Ya Allah…
kami menangis bukan karena dunia…
kami menangis karena takut kehilangan-Mu…
Ya Allah…
jangan Engkau cabut iman ini dari dada kami…
jangan Engkau matikan kami kecuali dalam keadaan Islam…
Ya Allah…
di hari ketika semua manusia mencari naungan…
naungilah kami dengan ‘Arsy-Mu…
Ya Allah…
di hari ketika semua lari dari saudaranya…
pertemukan kami dengan Nabi kami Muhammad ﷺ…
Ya Allah…
jadikan kami umat yang layak mendapatkan syafaat beliau…
meski amal kami sedikit…
tapi cinta kami tulus…
Rabbana…
jangan Engkau pisahkan kami dari Nabi kami…
jangan Engkau pisahkan kami dari Al-Qur’an…
jangan Engkau pisahkan kami dari rahmat-Mu…
Shallallāhu ‘alā Muhammad…
wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma‘īn…
Āmīn… Āmīn… Yā Rabbal ‘Ālamīn…
Post a Comment