Kajian Ilmiah QS Al-Baqarah Ayat 28

Kajian Ilmiah 

📖 QS Al-Baqarah Ayat 28

(Kajian ilmiah + dalil lengkap + analisa nahwu, balaghah, mantiq + humor segar)


🕌 Teks Ayat

Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 28:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Artinya:
“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, lalu kepada-Nya kamu dikembalikan.”


🧠 I. TAFSIR TAHLILI (Penjelasan Bertahap)

1️⃣ “كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ”

Imam Ibn Kathir menjelaskan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:

Ini bentuk ta’ajjub (keheranan) dan inkār (celaan keras) terhadap kekufuran manusia.¹

Artinya: Ayat ini bukan sekadar pertanyaan, tapi teguran keras.

Secara logika sederhana:
Orang yang diberi hidup, diberi rezeki, diberi akal — kok malah ingkar?

Kalau ada orang kasih kita rumah gratis, mobil gratis, makan gratis, listrik gratis…
Masa kita bilang: “Saya nggak kenal Anda.” 😅
Itu bukan lupa… itu kurang ajar tingkat nasional!


2️⃣ “وَكُنتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ”

Menurut At-Tabari dalam Jāmi’ al-Bayān
Yang dimaksud “mati” adalah tidak ada (adam) sebelum penciptaan.

Allah berfirman:

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا

“Bukankah telah datang kepada manusia satu waktu dari masa, sedang dia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (QS Al-Insan: 1)

Manusia awalnya:

  • Tanah
  • Air mani
  • Segumpal darah

Lalu Allah berfirman:

ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ

“Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain.” (QS Al-Mu’minun: 14)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا... ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari… kemudian ditiupkan ruh.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari³ dan Muslim ibn al-Hajjaj dalam Shahih Muslim.


😄 Humor Ilmiah

Kita ini dulu cuma “proyek mikro” ukuran mikroskopis…
Sekarang beratnya bisa 80 kilo lebih 🤭

Dulu nggak punya apa-apa…
Sekarang sombongnya melebihi tinggi badan.


3️⃣ “ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ”

Imam Al-Qurtubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an menjelaskan:⁴
Ayat ini adalah dalil qath’i tentang kebangkitan.

Allah berfirman:

كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

“Sebagaimana Dia menciptakan kamu pada permulaan, begitulah kamu akan kembali.” (QS Al-A’raf: 29)

Secara mantiq (logika):

Premis 1: Allah mampu menciptakan dari tidak ada.
Premis 2: Mengulang lebih mudah daripada memulai.
Kesimpulan: Allah pasti mampu membangkitkan.

Sebagaimana firman-Nya:

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ

“Dialah yang memulai penciptaan lalu mengulanginya, dan itu lebih mudah bagi-Nya.” (QS Ar-Rum: 27)


4️⃣ “ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ”

Kita semua akan kembali.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk setelah mati.”
(HR. Tirmidzi)


🧩 II. ANALISA NAHWU

  1. كَيْفَ → istifham inkari (pertanyaan mencela)
  2. تَكْفُرُونَ → fi’il mudhari’ marfu’, dhamir jama’
  3. كُنتُمْ → kana ناقصة, ism-nya “tum”, khabar-nya “amwātan”
  4. فَأَحْيَاكُمْ → fa’ sababiyah menunjukkan konsekuensi
  5. Urutan dengan ثُمَّ menunjukkan tartīb ma‘a tarākhī (urutan dengan jeda waktu)

🎨 III. ANALISA BALĀGHAH

  • Penggunaan “كيف” → efek retoris mengguncang
  • Pengulangan “ثم” → memberi efek perjalanan panjang hidup
  • Struktur paralel → ritme emosional kuat

Menurut Abd al-Qahir al-Jurjani dalam Dalā’il al-I’jaz:⁵
Keindahan susunan ayat terletak pada tartib maknawi sebelum lafzhi.


🧠 IV. ANALISA MA’ANI & MANTIQ

Ayat ini membentuk silogisme tauhid rububiyyah:

  1. Allah memberi hidup
  2. Allah memberi mati
  3. Allah membangkitkan
  4. Maka mustahil mengingkari-Nya

Itu argumentasi eksistensial Qur’ani.


📌 V. PESAN AKIDAH & TARBIYAH

  1. Hidup dunia hanya fase.
  2. Jangan terlalu cinta dunia.
  3. Siapkan bekal akhirat.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

“Wahai manusia, engkau bekerja keras menuju Tuhanmu, dan pasti menemui-Nya.” (QS Al-Insyiqaq: 6)


😄 HUMOR PENUTUP

Kita ini dulu nggak ada…
Sekarang ada…
Nanti nggak ada lagi…
Lalu ada lagi…

Hidup ini kayak “versi trial” 😆
Bedanya… nggak bisa diperpanjang pakai voucher!


📚 FOOTNOTE RUJUKAN

  1. Ibn Kathir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, tafsir QS 2:28
  2. At-Tabari, Jāmi’ al-Bayān, jilid 1
  3. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab Bad’ul Khalq
  4. Al-Qurtubi, Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an, tafsir QS 2:28
  5. Abd al-Qahir al-Jurjani, Dalā’il al-I’jaz


Tidak ada komentar