KALIMAT TOBAT NABI ADAM: JATUH, MENANGIS, BANGKIT, DAN DIPANGKU RAHMAT
“KALIMAT TOBAT NABI ADAM: JATUH, MENANGIS, BANGKIT, DAN DIPANGKU RAHMAT”
Tafsir Tahlili QS Al-Baqarah Ayat 37
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 37:
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
I. DRAMA MANUSIA PERTAMA: JATUHNYA ADAM BUKAN AKHIR SEGALANYA
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ayat ini adalah ayat pengharapan. Ayat ini adalah ayat yang mematahkan bisikan setan:
“Sudah terlanjur… sudah rusak… sudah tamat…”
Tidak!
Nabi Adam عليه السلام melakukan kesalahan. Tapi beliau tidak beralasan. Tidak menyalahkan pasangan. Tidak menyalahkan setan. Tidak menyalahkan takdir.
Beliau menangis… lalu bertobat.
Allah berfirman dalam Surah Al-A‘rāf ayat 23:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Keduanya berkata: Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
✨ Pelajaran Besar:
Adam berkata:
ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا – Kami menzalimi diri kami sendiri.
Bukan:
“Ya Allah, Hawa yang bujuk saya…”
Bukan:
“Ya Allah, setan yang rayu duluan…”
Humor sedikit ya jamaah…
Kalau manusia zaman sekarang?
Ketahuan salah malah bilang:
“Ya Allah ini salah sistem…”
Padahal sistemnya baik, yang salah SIM card akhlaknya 😄
II. APA ITU “KALIMAT” YANG DITERIMA ADAM?
Dalam tafsir Ibnu Katsir رحمه الله dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim¹ dijelaskan bahwa “kalimat” itu adalah doa yang terdapat dalam Surah Al-A‘raf ayat 23 tadi.
Imam Al-Tabari dalam Jāmi‘ al-Bayān² menjelaskan:
Allah mengilhamkan kepada Adam cara meminta ampun.
Artinya apa?
Bahkan cara kita menangis pun Allah yang ajarkan.
Bahkan cara kita kembali pun Allah yang tunjukkan.
MasyaAllah…
Jadi kalau hari ini kita tergerak ingin taubat… itu bukan karena kita hebat. Itu karena Allah masih memanggil kita.
III. SYARAT TOBAT YANG DITERIMA ALLAH
Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin³ menjelaskan syarat tobat ada tiga:
1️⃣ Menyesal (An-Nadam)
Rasulullah ﷺ bersabda:
النَّدَمُ تَوْبَةٌ
“Penyesalan itu adalah tobat.”
(HR. Ibnu Majah)
Menyesal bukan sekadar berkata “astaghfirullah” sambil update status…
Tapi hati terasa perih.
Kalau dosa masih diceritakan dengan bangga…
Itu bukan tobat, itu nostalgia maksiat 😅
2️⃣ Meninggalkan Dosa
Allah berfirman:
وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Dan mereka tidak terus-menerus dalam dosa yang mereka lakukan.”
(QS Ali ‘Imran: 135)
3️⃣ Bertekad Tidak Mengulangi
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا
“Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapusnya.”
(HR. at-Tirmidzi)
Artinya setelah salah, jangan berhenti di sedih.
Bangun! Tambah sedekah! Tambah shalat! Tambah amal!
Kalau jatuh di got jangan tiduran di got 😄
Bangun! Mandi! Bersih!
IV. DUA SIFAT ALLAH: AT-TAWWAB & AR-RAHIM
Dalam ayat disebut:
إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
🔹 At-Tawwab (Maha Penerima Tobat)
Imam Al-Ghazali dalam Al-Maqshad al-Asna⁴ menjelaskan:
At-Tawwab adalah Dzat yang berulang-ulang menerima tobat hamba-Nya meski hamba itu berulang kali berdosa.
Berulang kali!
Selama belum mati…
Selama matahari belum terbit dari barat…
Pintu itu terbuka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ
“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berdosa di siang hari bertobat.”
(HR. Muslim)
Bayangkan… Allah “menunggu” kita.
Kita yang dosa…
Allah yang nunggu…
Kita yang lari…
Allah yang panggil…
🔹 Ar-Rahim (Maha Penyayang)
Kasih sayang Allah bukan hanya menghapus dosa,
tapi mengganti dengan pahala.
Allah berfirman:
فَأُولٰٓئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍ
“Maka Allah akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan.”
(QS Al-Furqan: 70)
Ini bukan sekadar dihapus…
Tapi di-upgrade!
Dosa di-convert jadi pahala.
MasyaAllah…
Kalau sistem dunia?
Dosa = hukuman.
Kalau sistem Allah?
Dosa + tobat = pahala.
V. PESAN MENDALAM UNTUK KITA
Adam jatuh sekali.
Kita mungkin jatuh seribu kali.
Tapi bedanya bukan di jumlah jatuhnya.
Bedanya di bangkitnya.
Setan ingin kita putus asa.
Allah ingin kita kembali.
Jangan jadi seperti orang yang mandi tapi masih pegang sabunnya terus 😄
Sudah tobat, masih ingat-ingat nikmat dosanya.
VI. PENUTUP MENYENTUH HATI
Bayangkan hari kiamat…
Kita berdiri dengan dosa menggunung.
Tiba-tiba Allah berkata:
“Aku telah ampuni…”
Kenapa?
Karena satu malam kita menangis seperti Adam.
Karena satu sujud kita berkata:
“Ya Allah aku zalim…”
Jamaah…
Tidak ada dosa yang lebih besar dari rahmat Allah.
FOOTNOTE RUJUKAN
- Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, juz 1, tafsir QS Al-Baqarah: 37.
- Al-Tabari, Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān, juz 1.
- An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, Bab Taubat.
- Al-Ghazali, Al-Maqshad al-Asna fi Syarh Asma’illah al-Husna.
Post a Comment