KETIKA ADAM MENANGIS: DRAMA DOSA, TOBAT, DAN RAHMAT ALLAH
“KETIKA ADAM MENANGIS: DRAMA DOSA, TOBAT, DAN RAHMAT ALLAH”
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Malam ini kita tidak sedang membahas orang lain.
Kita sedang membahas diri kita sendiri.
Karena kisah Nabi Adam bukan sekadar sejarah.
Itu adalah cermin.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 37:
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
Adam jatuh.
Adam salah.
Adam tergelincir.
Tapi Adam tidak lari dari Allah.
Adam lari menuju Allah.
BAGIAN 1 – DRAMA KEJATUHAN
Allah sudah memperingatkan Adam.
Tapi setan membisikkan.
Allah ceritakan dalam Surah Al-A‘raf ayat 23:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri…”
Perhatikan…
Adam tidak menyalahkan Hawa.
Tidak menyalahkan setan.
Tidak menyalahkan takdir.
Kalau kita? 😅
Ketahuan salah:
“Ya Allah ini karena lingkungan…”
“Karena teman…”
“Karena ekonomi…”
Padahal yang salah bukan lingkungannya…
yang salah itu firmware imannya belum di-update!
BAGIAN 2 – TURUNNYA KE BUMI
Bayangkan suasana itu…
Baru saja menikmati surga.
Tiba-tiba harus turun ke bumi.
Dari kenikmatan… ke perjuangan.
Dari kedekatan… ke rasa bersalah.
Menurut riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, Adam menangis ratusan tahun karena penyesalan.
Saudara-saudaraku…
Tangisan Adam bukan tangisan lemah.
Itu tangisan orang yang sadar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
النَّدَمُ تَوْبَةٌ
“Penyesalan adalah tobat.”
(HR. Ibnu Majah)
Menyesal itu tanda hati hidup.
Kalau dosa tidak lagi membuat kita sedih…
Itu alarm bahaya.
BAGIAN 3 – KALIMAT DARI LANGIT
Allah berfirman:
فَتَلَقّٰى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ
Imam Al-Tabari menjelaskan dalam Jāmi‘ al-Bayān bahwa Allah sendiri yang mengajarkan kalimat tobat itu.
Artinya apa?
Bahkan cara kita kembali pun Allah yang ajarkan.
Doa itu:
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا…
Bayangkan…
Kita salah.
Allah yang ajarkan cara minta maaf.
Allah yang bukakan pintu.
Allah yang terima.
Siapa yang lebih penyayang dari itu?
Allah menegaskan:
إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
BAGIAN 4 – ALLAH MENUNGGU KITA
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ
“Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berdosa di siang hari bertobat.”
(HR. Muslim)
MasyaAllah…
Kita yang dosa.
Allah yang menunggu.
Kita yang menjauh.
Allah yang memanggil.
Kadang kita ini lucu ya jamaah…
Kalau WA tidak dibalas 5 menit saja sudah marah.
Tapi Allah panggil kita 5 waktu sehari… kita sering tidak jawab 😅
BAGIAN 5 – SYARAT TOBAT
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan syarat tobat:
- Menyesal
- Berhenti
- Bertekad tidak mengulangi
- Jika menyangkut hak manusia, kembalikan haknya
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا
“Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu menghapusnya.”
(HR. at-Tirmidzi)
Jangan cuma sedih.
Tambah sedekah.
Tambah tahajud.
Tambah istighfar.
Kalau jatuh di got jangan rebahan di got!
Bangun! Mandi! Bersih! 😄
BAGIAN 6 – PUNCAK EMOSI
Bayangkan hari kiamat…
Kita berdiri.
Dosa dibuka satu per satu.
Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ
“Wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
Ayat ini menurut sebagian ulama adalah ayat paling penuh harapan dalam Al-Qur’an.
Allah tidak berkata:
“Wahai orang saleh…”
Allah berkata:
“Wahai yang melampaui batas…”
Itu kita…
Kalau hari ini kita masih bisa menangis…
Itu tanda Allah masih memanggil.
PENUTUP
Adam jatuh satu kali.
Kita mungkin jatuh berkali-kali.
Tapi yang Allah lihat bukan berapa kali kita jatuh.
Yang Allah lihat: berapa kali kita kembali.
Selama nafas masih ada…
Selama matahari belum terbit dari barat…
Pintu itu terbuka.
Jangan pulang malam ini tanpa istighfar sungguh-sungguh.
Mari tundukkan hati…
“Ya Allah…
Kami telah menzalimi diri kami sendiri…
Jika Engkau tidak mengampuni kami…
Kami termasuk orang-orang yang rugi…”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Post a Comment