Ketika Allah Membalas Olok-Olok: Bahaya Dibiarkan Dalam Kesesatan

“Ketika Allah Membalas Olok-Olok: Bahaya Dibiarkan Dalam Kesesatan”

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 15


📖 AYAT POKOK

Allah ﷻ berfirman:

اَللّٰهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

Artinya:
“Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.”

Allahu Akbar…

Ayat sebelumnya mereka mengolok-olok orang beriman.
Sekarang Allah membalas.


I. APA MAKSUD “ALLAH MEMPEROLOK-OLOK”?

Apakah Allah seperti makhluk? Tidak.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibn Kathir menjelaskan:

“Ini adalah balasan yang setimpal (جزاء من جنس العمل). Mereka memperolok agama Allah, maka Allah membalas mereka dengan kehinaan dan hukuman.”
(Juz 1, hlm. 52)

Artinya:
Bukan Allah bercanda.
Tapi Allah membalas sesuai perbuatan mereka.

Imam Al-Qurtubi berkata:

“Istihza’ dari Allah adalah balasan berupa penangguhan dan penambahan kesesatan sampai mereka binasa.”
(Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, 1/226)


II. DIHUKUM DENGAN “DIBIARKAN”

Perhatikan bagian kedua ayat:

وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

“Dan Allah membiarkan mereka dalam kesesatan mereka, dalam keadaan bingung.”

Ini hukuman paling mengerikan.

Bukan langsung disambar petir.
Bukan langsung sakit.
Tapi… dibiarkan.

Hadirin…

Kadang yang paling berbahaya bukan ketika Allah menghukum.
Tapi ketika Allah membiarkan.


III. DALIL PENDUKUNG

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-An‘am ayat 110:

وَنُقَلِّبُ اَفْـِٕدَتَهُمْ وَاَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖٓ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

Artinya:
“Kami palingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana pertama kali mereka tidak beriman, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.”

Ibnu Katsir menjelaskan:

“Karena mereka menolak kebenaran pertama kali, maka Allah hukum dengan tidak diberi taufiq setelahnya.”
(Tafsir Ibn Kathir, 3/266)

Allahu Akbar…

Sekali hati menolak…
Kalau tidak segera taubat…
Bisa dikunci.


IV. BUTA HATI

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 46:

فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِي الصُّدُوْرِ

“Bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada.”

Bisa lihat…
Tapi tidak sadar.

Bisa dengar ceramah…
Tapi tidak berubah.

Bisa hafal ayat…
Tapi akhlak tetap bengkok.

😂 (Senyum)

Seperti orang update status:
“Jangan sombong ya…”
Tapi ngetiknya sambil pamer.


V. HADITS TENTANG HATI YANG TERKUNCI

Rasulullah ﷺ bersabda dalam Sahih Muslim:

تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا...

“Fitnah ditawarkan kepada hati satu demi satu seperti anyaman tikar…”

Hati yang menerima → ada titik hitam.
Hati yang menolak → ada titik putih.

Sampai akhirnya hati menjadi:

• Hitam pekat seperti gelas terbalik
• Atau putih bersih seperti batu licin

(HR Muslim no. 144)

Artinya…

Nifaq tidak datang tiba-tiba.
Dia datang pelan-pelan.


VI. ISTIDRAJ – NIKMAT YANG MENJERUMUS

KAN

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-A‘raf ayat 182:

سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit dari arah yang tidak mereka ketahui.”

Imam Ibn al-Jawzi menjelaskan:

“Istidraj adalah diberi nikmat padahal sedang dimurkai.”
(Talbis Iblis)

Hadirin…

Ada orang makin maksiat…
Makin kaya.
Makin sombong…
Makin naik jabatan.

Dia kira itu tanda cinta Allah.
Padahal bisa jadi… tali yang sedang ditarik perlahan.


VII. HUMOR

Kadang kita merasa aman.

Shalat? Kadang.
Ngaji? Kalau sempat.
Taubat? Nanti dulu.

Kita ini seperti HP lowbat 2%.
Tapi masih buka TikTok.

😂😂

Padahal charger-nya ada: taubat.


VIII. PENYAKIT HATI MEREKA

Ayat ini menunjukkan:

• Sombong
• Dengki
• Tidak mau tunduk
• Benci melihat Islam maju

Allah membiarkan mereka tenggelam dalam pikiran sendiri.

Seperti orang nyasar tapi tidak mau tanya.
Sudah salah arah…
Masih bilang, “Saya yakin ini jalan!”

😂


IX. INTROSPEKSI

Jamaah…

Takutlah jika:

• Nasihat tidak lagi menyentuh
• Dosa terasa biasa
• Maksiat terasa ringan
• Al-Qur’an tidak lagi menggetarkan

Itu tanda hati mulai dibiarkan.


X. PENUTUP

Hukuman paling berat bukan miskin.
Bukan sakit.
Bukan gagal.

Tapi hati yang tidak lagi bisa menerima kebenaran.

Jika Allah sudah membiarkan…
Siapa lagi yang bisa menyelamatkan?


🎯 PESAN

Segera taubat.
Jangan menunda.

Karena sekali hati dikunci…
Tidak ada kunci duplikat.



Tidak ada komentar