Ketika Sakit Menjadi Jalan Cinta Allah. (Keutamaan Penyakit & Menjenguk Orang Sakit)
“Ketika Sakit Menjadi Jalan Cinta Allah”
(Bab: Keutamaan Penyakit & Menjenguk Orang Sakit)
Pembukaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita tidak membahas kehebatan manusia.
Kita tidak membahas keberhasilan dunia.
Kita membahas air mata—air mata orang sakit, air mata keluarga yang menjaga, dan air mata hamba yang sedang diuji…
Karena sering kali Allah paling dekat bukan saat kita kuat,
tetapi saat kita lemah dan tak berdaya.
Bagian 1: Sakit Bukan Tanda Murka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa sakit, melainkan Allah gugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”
Jamaah…
Jika hari ini ada yang sakit,
jangan buru-buru berkata: “Mengapa aku?”
Karena bisa jadi Allah sedang berkata:
“Aku ingin membersihkanmu.”
Sakit itu bukan hukuman,
tetapi panggilan pulang—
agar hati kembali lembut,
agar doa kembali jujur,
agar sujud kembali basah oleh air mata.
Bagian 2: Malaikat Mencatat Pujian Orang Sakit
Dalam riwayat Abu Laits As-Samarqandi disebutkan:
Saat seorang hamba sakit, Allah mengutus dua malaikat untuk mendengar apa yang ia ucapkan.
Jika ia memuji Allah,
Allah berfirman:
“Jika Aku wafatkan ia, Aku masukkan ia ke surga.
Jika Aku sembuhkan, Aku ganti darah dan dagingnya dengan yang lebih baik, dan Aku hapus dosanya.”
Jamaah…
Di ranjang sakit itu ada dua pintu:
- Pintu keluh kesah,
- Pintu pahala yang tak terhitung.
Orang yang berkata: “Alhamdulillah…”
padahal tubuhnya sakit,
itulah pahlawan tanpa panggung.
Berapa banyak orang sehat yang jauh dari Allah,
namun satu orang sakit lebih dekat dari seluruh dunia.
Bagian 3: Rasulullah ﷺ dan Sakit
Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
ia melihat Nabi ﷺ sakit berat.
Ketika dikatakan, “Engkau sakit dua kali lipat,”
Nabi ﷺ menjawab:
“Benar, dan aku mendapat dua pahala.”
Jamaah…
Jika Rasulullah ﷺ—kekasih Allah—merasakan sakit,
maka kita tidak sendirian.
Sakit bukan tanda Allah meninggalkan,
tetapi tanda Allah mengangkat derajat.
Bagian 4: Hikmah di Balik Demam dan Nyeri
Dalam riwayat disebutkan:
Demam datang untuk membersihkan jiwa.
Dosa yang bersembunyi di sendi, dihapus satu per satu.
Bayangkan…
Seseorang terbaring lemah,
namun di langit, dosanya jatuh seperti daun kering.
Bagian 5: Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berjalan di dalam rahmat. Ketika ia duduk, ia tenggelam di dalam rahmat.”
Menjenguk orang sakit bukan basa-basi.
Itu ibadah besar.
Kata Ummu Darda’:
Jika hati keras,
jenguk orang sakit,
iringi jenazah,
ingat kuburan—
maka hati akan hidup kembali.
Bagian 6: Pesan untuk Keluarga yang Menjaga
Wahai para istri, suami, anak, orang tua…
yang lelah menjaga orang sakit…
Ketahuilah:
Air mata kalian tidak sia-sia.
Lelah kalian dicatat malaikat.
Sabar kalian menggugurkan dosa.
Jangan berkata: “Aku capek.”
Katakan: “Ya Allah, terimalah ini sebagai ibadah.”
Karena banyak orang ingin berbakti,
tapi tak diberi kesempatan.
DOA
Allahumma ya Allah…
Wahai Tuhan yang Maha Lembut…Jika sakit ini untuk membersihkan,
bersihkanlah hingga tak tersisa dosa.Jika sakit ini untuk meninggikan derajat,
angkatlah hingga Engkau ridha.Jika sakit ini sebagai peringatan,
bangunkanlah hati kami yang lalai.
Ya Allah…
Ringankan sakit saudara-saudara kami.
Kuatkan jiwa mereka.
Lembutkan hati mereka.Jadikan setiap desah napasnya tasbih,
setiap rintihannya penghapus dosa,
setiap air matanya saksi cinta kepada-Mu.
Ya Allah…
Untuk keluarga yang menjaga…
Lapangkan dada mereka.
Kuatkan kesabaran mereka.
Ganti lelah mereka dengan pahala yang tak terhitung.
Ya Allah…
Jika Engkau sembuhkan, jadikan ia lebih taat.
Jika Engkau panggil, panggil dalam husnul khatimah.Jangan Engkau uji kami kecuali Engkau sertakan rahmat.
Jangan Engkau ambil kecuali Engkau ampuni.
Rabbana…
Kami lemah tanpa-Mu.
Kami kecil di hadapan-Mu.Terimalah air mata ini sebagai taubat.
Terimalah sakit ini sebagai jalan pulang.
Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Post a Comment