SYUKUR: IBAHNYA ORANG YANG HIDUP, JALANNYA PARA NABI, DAN TIKET KE SURGA
“SYUKUR: IBAHNYA ORANG YANG HIDUP, JALANNYA PARA NABI, DAN TIKET KE SURGA”
I. PEMBUKAAN
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…
Alhamdulillāh…
Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Rabb yang memberi sebelum kita meminta, Rabb yang menguji sebelum kita mengeluh, Rabb yang menutup aib kita sementara kita terus membuka dosa.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang berjalan di atas sunnahnya hingga hari kiamat.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini kita membuka satu bab yang ringan di lisan, tetapi berat di timbangan: Bab Syukur.
Banyak orang merasa dirinya sudah beriman, tapi lupa bersyukur.
Banyak orang rajin berdoa minta tambahan, tapi lupa berterima kasih atas yang sudah ada.
II. ALLAH RIDHA DENGAN SYUKUR YANG SEDERHANA
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا»
“Sesungguhnya Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang ketika makan satu suapan atau minum satu tegukan, lalu ia memuji-Nya.”
Jamaah…
Allah tidak meminta syukur yang mewah,
Allah tidak menunggu ibadah yang berat,
cukup lisan yang jujur mengucap: Alhamdulillāh.
Tapi lihat realita kita:
- Makan → lupa Allah
- Minum → lupa Allah
- Sehat → lupa Allah
- Sakit → marah kepada Allah
III. ORANG-ORANG YANG DIPANGGIL TERLEBIH DAHULU DI AKHIRAT
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لِيَقُمِ الَّذِينَ كَانُوا يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ»
“Bangkitlah orang-orang yang memuji Allah di waktu lapang dan sempit.”
➡️ Mereka sedikit,
➡️ Mereka tidak populer,
➡️ Tapi mereka yang paling dulu dimuliakan.
Syukur bukan hanya saat senang.
Syukur sejati diuji saat sakit, kehilangan, gagal, dan kecewa.
IV. SYUKUR ADALAH IBAHNYA PARA NABI
1. Adam ‘alaihis salām
Saat pertama hidup, ia bersin dan berkata:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
2. Nuh ‘alaihis salām
Allah berfirman:
{فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ}
(QS. Al-Mu’minūn: 28)
3. Ibrahim ‘alaihis salām
{الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ}
4. Dawud dan Sulaiman
{الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ}
➡️ Semua nabi hidup dengan syukur, bukan keluhan.
V. NIKMAT YANG SERING MENIPU MANUSIA
Rasulullah ﷺ bersabda:
«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»
Dua nikmat yang banyak manusia tertipu:
- Sehat
- Waktu luang
Kita baru sadar sehat itu nikmat saat terbaring lemah.
Kita baru sadar waktu itu mahal saat usia tak bisa diulang.
VI. MAKNA SYUKUR SEJATI
Syukur bukan sekadar ucapan, tapi 3 lapis ibadah:
- Lisan → memuji Allah
- Hati → meyakini nikmat dari Allah
- Anggota badan → tidak maksiat dengan nikmat
Allah berfirman:
{اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا}
“Beramallah sebagai bentuk syukur.”
VII. MUHASABAH
Jamaah…
Berapa banyak nikmat yang kita gunakan untuk melawan Allah?
Mata untuk maksiat,
Lidah untuk ghibah,
Waktu untuk lalai,
Harta untuk pamer.
Padahal:
«مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ مِنْ نِعْمَةٍ… فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ قَدْ أَعْطَى أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ»
DOA
اللَّهُمَّ يَا رَبَّنَا…
Ya Allah…
Kami sering menikmati nikmat-Mu tanpa mengingat-Mu…
Kami sering mengeluh atas takdir-Mu, tapi lupa bersyukur atas rahmat-Mu…
Ya Allah…
Ampuni dosa kami yang lahir dan batin…
Ajari kami menjadi hamba yang bersyukur di kala lapang dan sempit…
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ…
اللَّهُمَّ لَا تَسْلُبْ نِعْمَتَكَ بِذُنُوبِنَا…
اللَّهُمَّ اخْتِمْ أَعْمَارَنَا بِالْحَمْدِ…
Ya Allah…
Jika malam ini adalah malam terakhir kami…
Maka terimalah kami dalam keadaan hati yang penuh syukur…
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا
إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
وَتُبْ عَلَيْنَا
إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Āmīn… Āmīn… Āmīn…
Post a Comment