Mengamalkan Ilmu: Antara Cahaya dan Petaka
“Mengamalkan Ilmu: Antara Cahaya dan Petaka”,
Pembukaan
الحمد لله الذي علّم بالقلم، علّم الإنسان ما لم يعلم
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه، وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Tidak ada nikmat yang lebih agung setelah iman, selain nikmat ilmu.
Namun ketahuilah…
Ilmu bisa menjadi cahaya, dan bisa pula menjadi api.
Ilmu bisa mengangkat derajat, dan bisa menjatuhkan ke jurang kehinaan.
Malam ini kita tidak sedang berbicara tentang orang bodoh,
tapi tentang orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya.
Kedudukan Ilmu dan Ulama
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Para ulama adalah pemegang amanah para rasul atas hamba-hamba Allah, selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak tenggelam dalam dunia.”
Ulama itu pewaris nabi.
Tapi pewaris nabi bukan karena hafalan,
melainkan karena akhlak, wara’, dan pengamalan ilmu.
Abu Darda’ رضي الله عنه berkata:
“Seseorang tidak akan menjadi alim sampai ia mengamalkan ilmunya.”
Ilmu tanpa amal bukan warisan nabi,
tapi beban di hari kiamat.
Ilmu yang Menjadi Hujjah
Abu Darda’ menangis dan berkata:
“Aku tidak takut ditanya: apa yang kau ketahui,
tetapi aku takut ditanya: apa yang kau amalkan dari yang kau ketahui.”
Ma’asyiral muslimin…
Setiap ayat yang kita hafal,
setiap hadis yang kita dengar,
akan menjadi saksi.
Jika diamalkan → menjadi pembela
Jika ditinggalkan → menjadi penuntut balas
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang paling buruk adalah orang alim jika ia rusak.”
Kenapa?
Karena rusaknya orang alim → rusaknya umat.
Tangisan Para Salaf
Sahl bin Abdullah berkata:
“Manusia semuanya mati kecuali ulama.
Ulama pun mabuk kecuali yang mengamalkan ilmunya.
Yang mengamalkan pun tertipu kecuali yang ikhlas.
Dan orang ikhlas berada di atas bahaya.”
Lihat…
Semakin tinggi ilmu, semakin besar rasa takut mereka.
Hasan Al-Bashri berkata:
“Faqih sejati bukan yang banyak bicara,
tetapi yang zuhud terhadap dunia dan rindu akhirat.”
Ulama salaf menangis bukan karena sedikit ilmu,
tapi karena takut ilmunya tidak diamalkan.
Ilmu yang Tidak Bermanfaat
Isa bin Maryam عليه السلام berkata:
“Apa gunanya orang buta memikul lampu, sementara orang lain yang mendapat cahaya?”
Betapa banyak:
- penceramah… tapi tidak khusyuk shalat
- penuntut ilmu… tapi lisannya menyakiti
- penghafal dalil… tapi hatinya cinta dunia
Sufyan Ats-Tsauri berkata:
“Awal ilmu adalah diam,
akhirnya adalah amal.”
Jika tidak berujung amal,
maka itu bukan ilmu, tapi fitnah.
Bahaya Ulama Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa belajar ilmu untuk popularitas, harta, atau kedudukan, maka ia di neraka.”
Ali bin Abi Thalib berkata:
“Jika alim tidak mengamalkan ilmunya, orang bodoh enggan belajar darinya.”
Inilah sebab rusaknya generasi:
- ilmunya ada
- teladannya hilang
Penutup
Ma’asyiral muslimin…
Jangan minta ditambah ilmu,
jika yang lama belum diamalkan.
Bishr Al-Hafi berkata:
“Tunaikan zakat ilmu: amalkan sebagian dari yang kau ketahui.”
Mari bertanya pada diri sendiri malam ini:
- Ilmu shalat → apakah shalatku khusyuk?
- Ilmu lisan → apakah lisanku dijaga?
- Ilmu ikhlas → apakah amalku tersembunyi?
DOA
اللهم يا عليم، يا خبير، يا بصير…
Ya Allah…
kami datang dengan ilmu yang banyak,
namun amal kami sedikit…
Ya Allah…
jika Engkau hisab kami dengan ilmu kami,
maka binasalah kami…
Ya Allah…
jangan jadikan ilmu kami sebagai hujjah atas kami…
jadikan ia cahaya yang menuntun kami…
Ya Allah…
ampuni dosa para ulama kami…
ampuni dosa guru-guru kami…
ampuni dosa kami yang tahu tapi lalai…
Ya Allah…
jangan Engkau jadikan kami seperti lilin,
menerangi orang lain, tapi membakar diri sendiri…
Ya Allah…
tanamkan dalam hati kami:
- keikhlasan orang shalih
- rasa takut para salaf
- amal orang-orang yang jujur
Ya Allah…
hidupkan kami dengan ilmu yang bermanfaat…
wafatkan kami dalam husnul khatimah…
kumpulkan kami bersama nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin…
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
وهب لنا من لدنك رحمة
إنك أنت الوهاب
وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
والحمد لله رب العالمين
Post a Comment