SHALAWAT: TALI CINTA, KUNCI AMPUNAN, DAN JALAN KESELAMATAN

SHALAWAT: TALI CINTA, KUNCI AMPUNAN, DAN JALAN KESELAMATAN


I. PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang membuka pintu taubat di malam hari, yang menurunkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba yang lemah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad ï·º…
Nabi yang kelak di hari kiamat bukan hanya menyebut namanya sendiri, tapi menyebut:

“Ummatii… ummatii…”

Hadirin yang dirahmati Allah…
Malam ini bukan sekadar ceramah.
Malam ini adalah malam pulang.
Pulangnya hati kepada Rasulullah ï·º.
Pulangnya jiwa yang lelah kepada shalawat.

Mari kita tundukkan hati… Mari kita niatkan:

“Ya Allah, jangan pulangkan kami dari majelis ini kecuali Engkau ampuni dosa kami, dan Engkau ikat hati kami dengan cinta kepada Nabi-Mu.”


II. SHALAWAT: PERINTAH LANGIT, BUKAN SEKADAR AMAL LISAN 

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Allah berfirman:

Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ ÙˆَÙ…َÙ„َائِÙƒَتَÙ‡ُ ÙŠُصَÙ„ُّونَ عَÙ„َÙ‰ النَّبِÙŠِّ ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا صَÙ„ُّوا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„ِّÙ…ُوا تَسْÙ„ِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkan salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Perhatikan, hadirin… Dalam ibadah lain Allah hanya memerintahkan. Tapi dalam shalawat:

  • Allah bershalawat terlebih dahulu
  • Malaikat ikut bershalawat
  • Baru kita, manusia yang penuh dosa, diajak bergabung

Artinya apa? 👉 Shalawat bukan amalan biasa
👉 Shalawat adalah amalan langit

Kalau kita bershalawat, sejatinya kita sedang ikut irama langit.


III. SHALAWAT YANG SAMPAI LANGSUNG KEPADA RASULULLAH ï·º 

Rasulullah ï·º bersabda:

“Tidaklah seorang pun di antara kalian mengucapkan salam kepadaku setelah aku wafat, kecuali Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Wahai Muhammad, ini fulan bin fulan mengucapkan salam kepadamu.’ Maka aku menjawab: ‘Wa ‘alaihis salam wa rahmatullahi wa barakatuh.’”

Hadirin… Bayangkan… Nama kita disebut di hadapan Rasulullah ï·º.

Bukan nama orang besar, Bukan nama pejabat, Tapi nama kita, hamba penuh dosa…

💔 Sudah berapa lama kita tidak menyapa Nabi kita sendiri?


IV. SHALAWAT: KUNCI TERANGKATNYA DOA

Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:

“Doa itu tertahan di antara langit dan bumi, tidak naik sedikit pun sampai engkau bershalawat kepada Nabimu.”

Berapa banyak doa kita:

  • Sudah menangis
  • Sudah bersujud
  • Sudah mengangkat tangan

Tapi lupa satu kunci… shalawat

Maka jangan heran:

  • Hati masih gelisah
  • Doa terasa jauh
  • Hidup terasa sempit

Bukan karena Allah jauh… Tapi karena kita lupa jalan ke langit


V. PERINGATAN KERAS: ORANG YANG ENGGAN BERSHALAWAT 

Rasulullah ï·º naik mimbar dan berkata tiga kali: “Aamiin… Aamiin… Aamiin…”

Yang ketiga, Jibril berkata:

“Celakalah orang yang disebut namamu di hadapannya, tapi ia tidak bershalawat kepadamu.”

Hadirin… Ini bukan dosa besar karena maksiat… Tapi keringnya cinta

Lisan menyebut Nabi, Tapi hati dingin…


VI. KISAH YANG MELULUHKAN: SYAFAAT SHALAWAT 

Kisah yang diriwayatkan dari Sufyan Ats-Tsauri…

Seorang anak melihat ayahnya wafat, wajahnya menghitam.
Ia tertidur, lalu bermimpi melihat seorang lelaki sangat indah.

Lelaki itu membuka kain wajah ayahnya…
Sekejap, wajah itu menjadi putih bercahaya.

Siapakah engkau? Jawabnya:

“Aku Muhammad bin Abdullah. Ayahmu banyak dosa, tapi ia memperbanyak shalawat kepadaku. Aku adalah penolong bagi orang yang banyak bershalawat.”

Hadirin… 💔 Kalau shalawat bisa menyelamatkan orang yang banyak dosa… Lalu mengapa kita pelit bershalawat?


VII. SHALAWAT: PENYUCI DOSA DAN PENGANGKAT DERAJAT 

Rasulullah ï·º bersabda:

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosa, dan mengangkat sepuluh derajat.”

Satu shalawat… 👉 Sepuluh rahmat
👉 Sepuluh dosa gugur
👉 Sepuluh derajat naik

Ini perdagangan terbaik dengan Allah


VIII. SHALAWAT BERJAMAAH 

(Nada pelan, lampu diredupkan jika memungkinkan)

Hadirin… Mari kita duduk tenang… Pejamkan mata…

Bayangkan kita berdiri di hadapan Rasulullah ï·º… Dengan wajah penuh malu… Dengan dosa yang kita tahu…

Mari kita bershalawat perlahan…

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD… (jamaah mengikuti, perlahan)

Ulangi… lebih dalam… Lebih pelan… Lebih dari hati…

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD…

Sekarang tambahkan…

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD
WA ‘ALA ALI MUHAMMAD
KAMAA SHALLAITA ‘ALA IBRAHIM…

Jika air mata jatuh…
Jangan ditahan…

Karena shalawat adalah bahasa cinta orang berdosa


PENUTUP 

Hadirin… Kalau kita lupa amal lain, jangan lupa shalawat. Kalau hidup terasa berat, perbanyak shalawat. Kalau takut mati, genggam shalawat.

Karena shalawat… 👉 Akan menjawab salam kita 👉 Akan menyebut nama kita 👉 Akan menjemput kita

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Tidak ada komentar