Fanatisme Golongan dan Luasnya Rahmat Allah
Fanatisme Golongan dan Luasnya Rahmat Allah
Tafsir QS Al-Baqarah 113–115
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Sejak dahulu manusia sering bertengkar atas nama agama.
Bukan karena mereka tidak tahu kitab suci.
Tetapi karena fanatisme golongan lebih kuat daripada mencari kebenaran.
Fenomena ini sudah terjadi sejak zaman dahulu.
Dan Al-Qur’an mengingatkan kita melalui kisah umat terdahulu.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَيْءٍۙ وَقَالَتِ النَّصٰرٰى لَيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى شَيْءٍ
“Orang Yahudi berkata: Orang Nasrani tidak berada di atas kebenaran.”
“Dan orang Nasrani berkata: Orang Yahudi tidak berada di atas kebenaran.”
(QS Al-Baqarah:113)
Padahal kata Allah:
وَهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتٰبَ
“Padahal mereka sama-sama membaca kitab.”
Kemudian Allah berfirman:
فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ
“Allah akan memutuskan di antara mereka pada hari kiamat.”
3. Perdebatan Golongan
Pada masa dahulu terjadi perdebatan keras antara kaum Yahudi dan Nasrani.
Masing-masing berkata:
“Kami yang benar.”
“Kalian yang salah.”
Padahal kedua kelompok sama-sama memiliki kitab.
Namun karena fanatisme golongan, mereka tidak lagi mencari kebenaran.
4. Kritik terhadap Fanatisme
Saudara-saudaraku…
fanatisme golongan adalah penyakit lama dalam sejarah manusia.
Ketika seseorang lebih mencintai kelompoknya daripada kebenaran…
maka dia bisa menolak kebenaran meskipun jelas di depan mata.
Padahal Islam mengajarkan bahwa kebenaran lebih tinggi daripada golongan.
Humor
Kadang manusia sangat fanatik pada kelompoknya.
Kalau kelompoknya salah…
tetap dibela.
Seperti penggemar sepak bola.
Timnya kalah 5-0…
tetap berkata:
“Kita sebenarnya menang secara moral.”
Namun dalam agama, fanatisme seperti ini sangat berbahaya.
5. Kisah Ulama yang Menyerukan Persatuan
Sejarah Islam juga mencatat banyak ulama yang menyerukan persatuan umat.
Salah satu di antaranya adalah
Al-Ghazali.
Beliau mengingatkan bahwa perpecahan umat sering terjadi bukan karena perbedaan kecil…
tetapi karena ego manusia yang ingin selalu benar.
Beliau berkata:
“Carilah kebenaran, bukan kemenangan dalam perdebatan.”
6. Ayat Tentang Rahmat Allah
Setelah membicarakan perdebatan manusia…
Allah memberikan ayat yang sangat indah.
Allah berfirman:
وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ
“Milik Allah timur dan barat.”
فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِ
“Kemana pun kalian menghadap, di sanalah wajah Allah.”
(QS Al-Baqarah:115)
Ayat ini menunjukkan bahwa rahmat Allah sangat luas.
Allah tidak terbatas oleh tempat.
Allah tidak terbatas oleh arah.
7. Penjelasan Ulama
Para ulama tafsir seperti
Ibn Kathir
menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keluasan rahmat Allah.
Jika seorang hamba mencari Allah dengan tulus…
Allah akan membimbingnya.
Karena Allah dekat dengan hamba-Nya.
8. Renungan
Saudara-saudaraku…
Allah tidak membutuhkan perdebatan manusia.
Allah tidak membutuhkan pembelaan manusia.
Yang Allah inginkan adalah hati yang tunduk dan mencari kebenaran.
Karena kebenaran tidak dimonopoli oleh ego manusia.
Kebenaran adalah milik Allah.
9. Penutup
Mari kita menjauhi fanatisme buta.
Mari kita mencari kebenaran dengan hati yang bersih.
Dan mari kita ingat bahwa rahmat Allah sangat luas.
Selama manusia kembali kepada Allah dengan tulus…
pintu rahmat-Nya selalu terbuka.
Doa
اللهم ألف بين قلوب المسلمين
Ya Allah satukan hati kaum muslimin.
اللهم جنبنا التعصب والفرقة
Ya Allah jauhkan kami dari fanatisme dan perpecahan.
اللهم ارزقنا اتباع الحق
Ya Allah karuniakan kepada kami kemampuan mengikuti kebenaran.
ربنا وسعت رحمتك كل شيء
Wahai Tuhan kami rahmat-Mu meliputi segala sesuatu.
فارحمنا برحمتك يا أرحم الراحمين
Maka rahmatilah kami dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment