Tauhid: Allah Tidak Memiliki Anak
Tauhid: Allah Tidak Memiliki Anak
Tafsir QS Al-Baqarah 116–118
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Tauhid adalah inti dari seluruh agama para nabi.
Semua nabi datang membawa satu pesan yang sama:
Sembahlah Allah semata.
Namun sepanjang sejarah manusia selalu muncul penyimpangan besar dalam akidah.
Salah satu penyimpangan paling berat adalah menisbatkan anak kepada Allah.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ
“Mereka berkata: Allah mempunyai anak.”
“Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.”
(QS Al-Baqarah:116)
Kemudian Allah berfirman:
بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
“Bahkan milik-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi.”
Semua makhluk adalah ciptaan-Nya.
Semua makhluk adalah hamba-Nya.
3. Bantahan Tauhid yang Sangat Kuat
Saudara-saudaraku…
jika seluruh langit dan bumi adalah milik Allah…
lalu bagaimana mungkin Allah memiliki anak?
Anak adalah makhluk yang membutuhkan orang tua.
Sedangkan Allah tidak membutuhkan apa pun.
Anak lahir dari kebutuhan.
Sedangkan Allah adalah Yang Maha Kaya.
4. Ayat tentang Keagungan Allah
Allah kemudian berfirman:
بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
“Dialah pencipta langit dan bumi.”
(QS Al-Baqarah:117)
Kata Badi’ berarti menciptakan sesuatu tanpa contoh sebelumnya.
Allah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.
Visualisasi Renungan
Coba bayangkan…
langit yang luas.
Bintang yang jumlahnya miliaran.
Planet yang beredar tanpa bertabrakan.
Semua itu berjalan dengan satu perintah:
كُنْ فَيَكُوْنُ
“Jadilah, maka jadilah ia.”
Inilah kekuasaan Allah.
5. Kisah Ulama yang Menjaga Kemurnian Akidah
Dalam sejarah Islam ada ulama yang mempertahankan tauhid dengan sangat kuat.
Salah satunya adalah
Ahmad ibn Hanbal.
Pada masa itu muncul fitnah besar tentang akidah.
Banyak ulama dipaksa mengikuti keyakinan penguasa.
Namun beliau tetap berkata:
“Aku tidak akan mengatakan sesuatu tentang agama kecuali yang ada dalam Al-Qur’an dan sunnah.”
Beliau dipenjara.
Beliau disiksa.
Namun beliau tetap mempertahankan kemurnian tauhid.
Karena bagi ulama sejati…
akidah lebih mahal daripada nyawa.
Humor
Kadang manusia mengaku percaya kepada Allah.
Tetapi dalam hidupnya…
yang paling ditakuti justru manusia.
Ketika ditanya:
“Apakah kamu percaya Allah Maha Kuasa?”
Jawabannya:
“Percaya.”
Tetapi ketika diminta jujur…
dia berkata:
“Takut sama atasan.”
Jamaah biasanya tertawa.
Padahal tauhid sejati membuat manusia hanya takut kepada Allah.
6. Kritik terhadap Orang yang Menuntut Mukjizat
Pada ayat berikutnya Allah berfirman:
وَقَالَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللّٰهُ اَوْ تَأْتِيْنَا اٰيَةٌ
“Orang-orang yang tidak berilmu berkata: Mengapa Allah tidak berbicara langsung kepada kami? Atau datang kepada kami tanda (mukjizat)?”
(QS Al-Baqarah:118)
Ini adalah penyakit lama manusia.
Ketika kebenaran datang…
mereka meminta mukjizat baru.
Padahal banyak tanda kebesaran Allah di sekitar mereka.
7. Renungan Besar tentang Alam Semesta
Saudara-saudaraku…
setiap hari kita melihat mukjizat.
Matahari terbit.
Hujan turun.
Jantung kita berdetak.
Namun manusia sering lalai melihat tanda-tanda Allah.
Padahal seluruh alam semesta adalah ayat-ayat Allah.
8. Penutup
Tauhid bukan sekadar ucapan.
Tauhid adalah keyakinan yang memenuhi hati.
Tauhid membuat manusia hanya bergantung kepada Allah.
Tauhid membuat manusia tidak takut kepada dunia.
Karena dia tahu:
Yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah.
Dan kepada-Nya kita semua akan kembali.
Doa
اللهم ثبت قلوبنا على التوحيد
Ya Allah teguhkan hati kami di atas tauhid.
اللهم طهر عقيدتنا من الشرك
Ya Allah bersihkan akidah kami dari kesyirikan.
اللهم اجعلنا من عبادك الموحدين
Ya Allah jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertauhid.
ربنا ما خلقت هذا باطلاً
Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia.
سبحانك فقنا عذاب النار
Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment