Hati yang Terkunci Karena Dosa
Hati yang Terkunci Karena Dosa
Tafsir QS Al-Baqarah 88–89
1. Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Setelah Allah menceritakan bagaimana Bani Israil menolak para nabi…
Allah menjelaskan penyebab paling dalam dari penolakan itu.
Bukan karena kurang bukti.
Bukan karena kurang mukjizat.
Tetapi karena hati mereka sudah terkunci.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
وَقَالُوا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ ۗ بَلْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلًا مَّا يُؤْمِنُوْنَ
“Mereka berkata: hati kami tertutup. Bahkan Allah melaknat mereka karena kekafiran mereka, maka sangat sedikit dari mereka yang beriman.”
(QS Al-Baqarah: 88)
Kemudian Allah berfirman:
وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ
“Dan ketika datang kepada mereka kitab dari Allah yang membenarkan kitab yang ada pada mereka…”
(QS Al-Baqarah: 89)
3. Apa Artinya Hati Terkunci?
Kata غُلْفٌ artinya:
hati yang tertutup.
Tidak bisa menerima kebenaran.
Allah juga berfirman:
خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ
“Allah telah mengunci hati mereka.”
(QS Al-Baqarah: 7)
Tafsir Imam Ath-Thabari
Dalam kitab Jami’ Al-Bayan:
“Makna hati terkunci adalah hati yang tidak lagi mampu memahami kebenaran karena dosa yang terus-menerus.”
4. Kisah Hati yang Menghitam Karena Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ
“Ketika seorang hamba melakukan dosa, muncul satu titik hitam di hatinya.”
(HR Tirmidzi)
Jika ia bertaubat…
titik itu hilang.
Jika ia terus berdosa…
titik hitam itu bertambah.
Sampai akhirnya hati menjadi gelap.
5. Gambaran yang Menakutkan
Para ulama mengatakan:
Hati manusia itu seperti kaca.
Kalau dosa sedikit…
kaca itu berdebu.
Kalau dosa terus-menerus…
kaca itu menjadi hitam.
Akhirnya kebenaran datang…
tetapi tidak terlihat lagi.
6. Kritik Sosial: Agama Dipakai Untuk Dunia
Jamaah…
ada penyakit lain yang lebih berbahaya.
Agama dipakai untuk kepentingan dunia.
Allah berfirman:
وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا
“Jangan kalian tukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah.”
(QS Al-Baqarah:41)
Tafsir Al-Qurthubi
Dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an:
“Yang dimaksud adalah menjadikan agama sebagai alat untuk mendapatkan dunia.”
Kadang ada orang belajar agama…
bukan untuk mencari ridha Allah.
Tetapi untuk:
jabatan
popularitas
atau pengaruh.
Ini sangat berbahaya.
Humor
Sekarang ada fenomena baru.
Kalau ceramahnya banyak dalil…
view sedikit.
Kalau ceramahnya banyak sensasi…
view jutaan.
Ada ustadz ceramah 1 jam.
Isinya cuma tiga:
“MasyaAllah… luar biasa… dahsyat…”
Dalilnya belum datang…
ceramahnya sudah selesai.
7. Kisah Ulama yang Takut Berbicara Tanpa Ilmu
Para ulama salaf sangat takut berbicara tentang agama tanpa ilmu.
Kisah Imam Malik
Seseorang datang kepada Imam Malik dan bertanya 40 pertanyaan.
Imam Malik hanya menjawab 4 pertanyaan.
Sisanya beliau berkata:
“لا أدري”
“Saya tidak tahu.”
Orang itu berkata:
“Bagaimana saya pulang ke negeri saya membawa jawaban ‘saya tidak tahu’?”
Imam Malik menjawab:
“Katakan kepada mereka: Malik tidak tahu.”
Subhanallah…
ulama besar seperti Imam Malik saja takut berbicara tanpa ilmu.
Sekarang…
kadang orang baru belajar agama dua bulan di YouTube…
sudah berani mengeluarkan fatwa.
Humor
Sekarang ada orang berkata:
“Saya belajar agama dari internet.”
Kalau internetnya mati…
ilmunya juga mati.
8. Mengapa Bani Israil Menolak Nabi Muhammad?
Padahal mereka tahu tanda-tanda Nabi Muhammad.
Allah berfirman:
الَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ
“Mereka mengenal Nabi itu seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.”
(QS Al-Baqarah:146)
Tetapi mereka menolak.
Kenapa?
Karena kesombongan dan kepentingan dunia.
9. Renungan
Jamaah…
jangan-jangan ayat ini bukan hanya tentang Bani Israil.
Tetapi tentang kita juga.
Apakah hati kita masih lembut ketika mendengar Al-Qur’an?
Atau hati kita sudah keras?
Allah berfirman:
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ
“Belumkah datang waktunya bagi orang beriman untuk tunduk hatinya kepada mengingat Allah?”
(QS Al-Hadid:16)
10. Penutup
Saudara-saudaraku…
dosa tidak langsung menghancurkan hidup.
Tetapi dosa perlahan mengunci hati.
Ketika hati sudah terkunci…
nasihat tidak masuk.
Al-Qur’an tidak menyentuh.
Tangisan tidak keluar.
Ini keadaan yang sangat berbahaya.
Doa
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami di atas agama-Mu.
اللهم طهر قلوبنا من النفاق والكبر
Ya Allah bersihkan hati kami dari kemunafikan dan kesombongan.
اللهم لا تجعل القرآن حجة علينا
Ya Allah jangan jadikan Al-Qur’an sebagai hujjah yang memberatkan kami.
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا
Ya Allah jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya bagi hati kami.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment