Kesombongan yang Menghancurkan Iman


Kesombongan yang Menghancurkan Iman

Tafsir QS Al-Baqarah 90–91


1. Pembukaan Renungan

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Dalam perjalanan sejarah manusia, ada satu dosa yang sangat berbahaya.

Bukan zina.
Bukan riba.
Bukan minuman keras.

Tetapi dosa yang lebih halus namun lebih mematikan:

menolak kebenaran ketika kebenaran sudah jelas.

Inilah yang terjadi pada Bani Israil.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَّكْفُرُوا بِمَا أَنْزَلَ اللّٰهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلٰى مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ

“Alangkah buruknya apa yang mereka jual dengan diri mereka sendiri, yaitu mereka kafir terhadap apa yang Allah turunkan karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-Nya.”

(QS Al-Baqarah:90)

Kemudian Allah berfirman:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا

“Apabila dikatakan kepada mereka: berimanlah kepada apa yang Allah turunkan, mereka berkata: kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.”

(QS Al-Baqarah:91)


3. Penyakit Dengki Terhadap Kebenaran

Menurut tafsir para ulama, termasuk Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Bani Israil mengetahui tanda-tanda Nabi Muhammad.

Tetapi mereka menolak.

Kenapa?

Karena Nabi terakhir bukan dari keturunan mereka.

Dengki.

Kesombongan.


Allah berfirman:

أَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ

“Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan kepadanya?”

(QS An-Nisa:54)


4. Kisah Ulama yang Menangis Ketika Membaca Ayat Ini

Diriwayatkan dari ulama besar tabi’in Al‑Hasan Al‑Basri.

Suatu malam beliau membaca ayat tentang kesombongan Bani Israil.

Ketika sampai pada ayat:

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ

Beliau menangis lama.

Lalu berkata:

“Betapa banyak manusia yang mengetahui kebenaran… tetapi tidak mengikutinya.”

Kemudian beliau berkata lagi:

“Demi Allah, aku khawatir ayat ini juga mengenai kita.”

Jamaah biasanya mulai terdiam ketika kisah ini dibacakan.


5. Kritik Sosial: Mengetahui Kebenaran Tapi Tidak Mengikutinya

Jamaah…

sekarang ilmu agama sangat mudah didapat.

Ceramah ada di YouTube.

Tafsir ada di internet.

Kitab ada di PDF.

Tetapi masalah kita bukan kurang ilmu.

Masalah kita adalah:

kurang taat.

Kita tahu riba haram.

Kita tahu ghibah dosa.

Kita tahu shalat wajib.

Tetapi kadang kita tetap melakukannya.


Humor 

Sekarang banyak orang berkata:

“Ustadz, saya sudah tahu hukumnya.”

Tetapi belum ditanya:

“Sudah diamalkan belum?”

Kadang jawabannya:

“Masih dalam proses…”

Prosesnya sudah 15 tahun belum selesai.


6. Kisah Penyesalan di Akhir Hayat

Ada seorang ulama yang menceritakan kisah nyata.

Seorang lelaki hidupnya penuh maksiat.

Ketika sakit keras…

ia berkata kepada anaknya:

“Dekatkan aku dengan imam masjid.”

Ketika imam datang, lelaki itu menangis.

Ia berkata:

“Aku sudah mendengar azan ribuan kali…
tetapi aku jarang datang ke masjid.”

“Aku tahu shalat itu wajib…
tetapi aku menunda-nundanya.”

Kemudian ia berkata dengan suara gemetar:

“Seandainya hidup bisa diulang…”

Namun hidup tidak bisa diulang.

Tak lama kemudian…

ia meninggal dunia.


7. Renungan 

Saudara-saudaraku…

masalah terbesar manusia bukan tidak tahu kebenaran.

Masalah terbesar adalah:

menunda taubat.

Padahal Allah sudah memperingatkan:

حَتّٰى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ

“Sampai ketika kematian datang kepada seseorang, ia berkata: Ya Tuhanku, kembalikan aku ke dunia.”

(QS Al-Mu’minun:99)

Tetapi saat itu sudah terlambat.


8. Penutup 

Jamaah yang dimuliakan Allah…

kesombongan telah menghancurkan banyak umat sebelum kita.

Jangan sampai kita mengetahui kebenaran…

tetapi tidak mengikutinya.

Karena ilmu tanpa amal bisa menjadi hujjah yang memberatkan kita di hari kiamat.


MUNAJAT 

اللهم يا ربنا…

Ya Allah…

kami datang kepada-Mu malam ini membawa dosa yang sangat banyak.

Dosa yang kami ingat…

dan dosa yang kami lupakan.

اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها

Ya Allah ampuni dosa kami semuanya.

صغيرها وكبيرها

yang kecil dan yang besar.

سرها وعلانيتها

yang tersembunyi dan yang terang-terangan.


Ya Allah…

berapa banyak umur kami yang Engkau beri…

tetapi kami gunakan untuk maksiat.

Berapa banyak nikmat yang Engkau beri…

tetapi kami gunakan untuk melanggar perintah-Mu.


Ya Allah…

jika Engkau tidak mengampuni kami…

kepada siapa lagi kami meminta ampun?

Jika Engkau tidak menerima taubat kami…

ke mana lagi kami akan kembali?


اللهم تب علينا توبة نصوحا

Ya Allah terimalah taubat kami dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Taubat sebelum datang kematian.

Taubat sebelum matahari terbit dari barat.

Taubat sebelum pintu rahmat ditutup.


اللهم لا تقبض أرواحنا إلا وأنت راضٍ عنا

Ya Allah jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.


اللهم اختم حياتنا بخاتمة السعادة

Ya Allah tutuplah hidup kami dengan husnul khatimah.

واجعل آخر كلامنا لا إله إلا الله

Dan jadikan kalimat terakhir kami:

لا إله إلا الله محمد رسول الله


آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar