Jangan Jadi Bani Israil: Perintah Allah Dipersulit Sendiri


“Jangan Jadi Bani Israil: Perintah Allah Dipersulit Sendiri”


1. Pembukaan 

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Hari ini kita belajar dari sebuah kisah yang sangat dalam pelajarannya. Kisah ini bukan sekadar cerita, tetapi cermin sifat manusia.

Allah berfirman:

Ayat Pokok

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۗ قَالَ اَعُوْذُ بِاللّٰهِ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ

Artinya:

“Ketika Musa berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi. Mereka berkata: Apakah engkau menjadikan kami bahan ejekan? Musa menjawab: Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang jahil.”
(QS Al-Baqarah: 67)


2. Latar Belakang Kisah (Sebab Turunnya Perintah)

Menurut para mufassir seperti:

  • Ibnu Katsir
  • Al‑Qurthubi
  • Fakhruddin ar‑Razi

kisahnya bermula dari pembunuhan misterius di kalangan Bani Israil.

Ada seorang kaya yang dibunuh oleh kerabatnya sendiri agar mendapatkan warisan.

Lalu mereka datang kepada Nabi Musa dan berkata:

“Wahai Musa, siapa pembunuhnya?”

Allah kemudian memerintahkan sesuatu yang tampaknya tidak ada hubungannya:

“Sembelihlah seekor sapi.”


Hikmahnya

Allah ingin menguji:

  1. Ketaatan
  2. Keimanan kepada yang ghaib
  3. Kejujuran masyarakat

3. Reaksi Bani Israil: Sifat Membantah

Alih-alih taat, mereka malah berkata:

“Apakah engkau mengejek kami?”

Padahal Nabi Musa adalah rasul.

Nabi Musa menjawab:

اَعُوْذُ بِاللّٰهِ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ

“Aku berlindung kepada Allah dari menjadi orang jahil.”


Penjelasan Ulama

Ibnu Katsir berkata:

إن الاستهزاء بالناس من أخلاق الجاهلين
“Mengolok manusia adalah akhlak orang jahil.”

📚 Tafsir Ibnu Katsir 1/221


4. Penyakit Bani Israil: Terlalu Banyak Bertanya

Allah berfirman dalam ayat berikutnya:

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَنَا مَا هِيَ

“Mereka berkata: Mintalah kepada Tuhanmu agar dijelaskan sapi apa itu.”
(QS Al-Baqarah: 68)

Padahal kalau mereka langsung menyembelih sapi apa saja, selesai urusannya.

Namun mereka malah bertanya:

  • Sapi apa?
  • Warna apa?
  • Umur berapa?
  • Dipakai kerja atau tidak?

Akhirnya sapi yang diminta menjadi sangat spesifik dan sulit ditemukan.


5. Dalil Sunnah tentang Bahaya Banyak Bertanya

Rasulullah bersabda:

اِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِيْنَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ

“Orang yang paling besar dosanya adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan, lalu menjadi haram karena pertanyaannya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

📚 Shahih Bukhari no 7289


6. Dalil Qur’an: Larangan Banyak Bertanya

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

“Wahai orang beriman, janganlah kalian bertanya tentang sesuatu yang jika dijelaskan akan menyusahkan kalian.”
(QS Al-Ma'idah: 101)


7. Humor 

Kadang kita juga seperti Bani Israil.

Misalnya ada ustadz bilang:

“Besok kita gotong royong di masjid.”

Langsung ada yang bertanya:

“Jam berapa ustadz?”

“Jam 7.”

“Jam 7 lewat berapa?”

“Jam 7.”

“Jam 7 waktu Indonesia barat atau waktu masjid?” 🤣

Ada lagi yang tanya:

“Bersih-bersihnya pakai sapu apa? Sapu lidi atau sapu plastik?”

Ustadz sampai mikir:

“Ini mau bersih-bersih masjid atau mau bikin proposal penelitian?” 😂


8. Hikmah Besar dari Kisah Ini

1. Perintah Allah harus ditaati

Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Tidak pantas bagi mukmin jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lalu mereka masih punya pilihan lain.”
(QS Al-Ahzab:36)


2. Jangan mempersulit agama

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

“Sesungguhnya agama itu mudah.”

(HR Bukhari)


3. Banyak bertanya bisa menjadi sebab kesulitan

Kata Imam Al‑Qurthubi:

لو أنهم ذبحوا أي بقرة لكفتهم
“Jika mereka menyembelih sapi apa saja, itu sudah cukup.”

📚 Tafsir Al-Qurthubi 1/420


9. Pelajaran untuk Umat Islam

Kadang kita juga begitu.

Allah bilang:

“Shalat lima waktu.”

Kita malah bertanya:

“Kalau shalatnya di akhir waktu masih boleh?”

“Kalau qadha bagaimana?”

“Kalau sambil main HP boleh?”

Padahal yang paling penting adalah langsung shalat.


10. Penutup Ceramah

Ma’asyiral muslimin…

Kisah sapi Bani Israil mengajarkan satu hal:

Agama itu mudah, manusia yang sering membuatnya rumit.

Kalau Allah sudah memerintahkan:

➡ kerjakan
➡ jangan debat
➡ jangan cari alasan

Karena iman sejati adalah:

سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

“Kami dengar dan kami taat.”

(QS Al-Baqarah: 285)


Doa Penutup

اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه

Ya Allah jadikan kami orang yang mendengar kebenaran lalu mengikutinya.

اللهم ارزقنا طاعةً بلا جدال، وإيمانًا بلا شك

Ya Allah berikan kami ketaatan tanpa banyak membantah dan iman tanpa keraguan.

آمين يا رب العالمين.



Tidak ada komentar