Pembunuhan Misterius dan Sapi Bani Israil: Ketika Allah Menyingkap Kejahatan yang Disembunyikan


“Pembunuhan Misterius dan Sapi Bani Israil: Ketika Allah Menyingkap Kejahatan yang Disembunyikan”


1. Pembukaan 

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ada satu kisah dalam Al-Qur'an yang sangat mengguncang hati manusia.

Kisah ini sampai Allah abadikan dalam Surah Al-Baqarah.

Bukan kisah biasa.

Ini kisah tentang:

  • keserakahan manusia
  • pembunuhan dalam keluarga
  • kebenaran yang akhirnya dibongkar Allah

Allah berfirman:

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً

“Ketika Musa berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi.”
(QS Al-Baqarah: 67)


2. Kisah Pembunuhan Misterius 

Para ulama tafsir seperti:

  • Ibnu Katsir
  • Al-Qurthubi
  • Fakhruddin ar-Razi

menceritakan sebab kisah ini.

Di tengah Bani Israil…

Ada seorang lelaki tua yang sangat kaya.

Hartanya banyak.

Tanahnya luas.

Emasnya bertumpuk.

Tapi…

Ia memiliki keponakan yang sangat serakah.

Keponakan itu berpikir:

“Kalau pamanku mati… semua hartanya akan jatuh kepadaku…”

Dan suatu malam…

Di tengah gelapnya padang Sinai…

Terjadilah pembunuhan.

Pamannya dibunuh…

Secara diam-diam.

Lalu mayatnya dibuang di depan rumah orang lain…

Agar tuduhan jatuh kepada keluarga lain.

Pagi hari…

Penduduk desa geger.

Teriakan terdengar:

“ADA MAYAT!! ADA PEMBUNUHAN!!”

Seluruh Bani Israil berkumpul.

Mereka saling menuduh.

Saling curiga.

Hampir terjadi perang antar keluarga.

Akhirnya mereka datang kepada nabi mereka:

Musa

“Wahai Musa! Siapa pembunuhnya?”


3. Perintah Allah yang Mengherankan

Lalu Allah memberi wahyu kepada Nabi Musa:

“Sembelihlah seekor sapi.”

Penduduk desa bingung.

Mereka berkata:

“Apakah engkau mempermainkan kami?”

قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا

“Mereka berkata: Apakah engkau mengejek kami?”

Musa menjawab:

اَعُوْذُ بِاللّٰهِ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ

“Aku berlindung kepada Allah dari menjadi orang jahil.”


Humor 

Kadang manusia memang seperti ini.

Kalau Allah perintahkan sesuatu…

Bukannya langsung taat.

Tapi malah debat.

Seperti orang disuruh dokter:

“Pak jangan makan gula.”

Dia tanya:

“Gula merah boleh?”

“Kalau gula batu?”

“Kalau gula semut?”

Akhirnya dokternya pusing…

Yang sakit siapa…
Yang ribut siapa… 🤣

Begitulah Bani Israil.


4. Mereka Memperumit Perintah Allah

Allah hanya bilang:

“Sapi.”

Selesai.

Tapi mereka bertanya:

  • sapi apa?
  • warna apa?
  • umur berapa?

Allah berfirman:

اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا

“Sapi itu berwarna kuning cerah.”
(QS Al-Baqarah: 69)

Semakin mereka bertanya…

Semakin sulit syaratnya.

Sampai akhirnya sapi itu sangat langka.


5. Kisah Sapi Anak Yatim 

Menurut tafsir Ibnu Katsir

sapi itu dimiliki oleh seorang anak yatim.

Ayahnya dulu orang saleh.

Sebelum meninggal ia berdoa:

“Ya Allah lindungi hartaku untuk anakku.”

Maka Allah menjaga sapi itu.

Ketika Bani Israil mencarinya…

Mereka hanya menemukan satu sapi.

Milik anak yatim itu.

Mereka harus membelinya dengan harga sangat mahal.

Sebagian riwayat mengatakan:

emas seberat sapi itu.

Subhanallah.

Karena mereka mempersulit perintah Allah…

Akhirnya Allah mempersulit mereka.


6. Adegan Dramatis: Mayat Hidup Kembali

Setelah sapi disembelih…

Allah memerintahkan sesuatu yang sangat luar biasa.

Allah berfirman:

فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَا

“Kami berfirman: pukullah mayat itu dengan sebagian dari sapi tersebut.”
(QS Al-Baqarah: 73)

Bayangkan suasana itu…

Padang Sinai sunyi…

Ribuan orang berkumpul…

Mayat terbaring di tanah…

Nabi Musa berdiri di tengah manusia.

Lalu beliau berkata:

“Pukullah mayat itu dengan bagian sapi.”

Sebagian orang mengambil potongan daging sapi itu…

Mereka menyentuhkannya ke tubuh mayat.

Dan tiba-tiba…

Mayat itu bergerak…

Tangannya bergetar…

Matanya terbuka…

Seluruh Bani Israil mundur ketakutan.

Mayat itu bangun.

Ia menunjuk seseorang di tengah kerumunan.

Dan berkata:

“Dialah pembunuhku!”

Lalu ia jatuh mati kembali.

Penduduk desa gemetar.

Ternyata…

Pembunuhnya adalah keponakannya sendiri.


7. Pelajaran Besar dari Kisah Ini

Allah menutup kisah ini dengan pelajaran:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ

“Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras.”
(QS Al-Baqarah: 74)

Hati manusia bisa lebih keras daripada batu.


8. Pesan untuk Jamaah

Ma’asyiral muslimin…

Kadang manusia juga menyembunyikan dosa.

Tapi ingat…

Jika Allah ingin membuka rahasia…

Tidak ada yang bisa menutupnya.

Allah berfirman:

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ

“Pada hari ketika semua rahasia dibongkar.”
(QS At-Thariq: 9)


9. Munajat 

Ya Allah…

Kami datang kepada-Mu malam ini…

Dengan dosa yang sangat banyak…

اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها

Ya Allah ampuni dosa kami semuanya…

yang kami ingat
yang kami lupa
yang kami sembunyikan dari manusia

Ya Allah…

jika Bani Israil Engkau bongkar kejahatan mereka…

maka kami takut…

dosa kami juga terbuka di hadapan manusia.

Ya Allah tutupi aib kami…

يا ستار استر عيوبنا

Wahai Yang Maha Menutup aib…

tutupilah dosa kami.

Ya Allah…

di antara kami ada yang hatinya keras.

Lembutkan hati kami dengan Al-Qur’an.

اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا

Ya Allah jadikan Al-Qur’an musim semi bagi hati kami.

Ya Allah…

jika malam ini adalah malam terakhir kami hidup…

maka wafatkan kami dalam keadaan taubat.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar