Jangan Memperumit Perintah Allah


“Jangan Memperumit Perintah Allah”


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Dalam kehidupan ini ada dua jenis manusia:

1️⃣ Orang yang mendengar perintah lalu langsung taat.
2️⃣ Orang yang banyak bertanya tetapi tidak segera melaksanakan.

Jenis kedua inilah yang digambarkan oleh Al-Qur’an dalam kisah Bani Israil dengan sapi yang harus disembelih.


2. Ayat yang Dibahas

Allah berfirman:

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَا ۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِيْنَ

“Mereka berkata: Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan apa warnanya. Musa menjawab: Allah berfirman bahwa sapi itu adalah sapi yang berwarna kuning tua yang menyenangkan orang yang melihatnya.”
(QS Al-Baqarah: 69)


3. Latar Belakang Kisah

Awalnya Allah hanya memerintahkan:

“Sembelihlah seekor sapi.”

Selesai.

Tetapi Bani Israil tidak langsung taat.

Mereka bertanya:

  • Sapinya umur berapa?
  • Sapinya warna apa?
  • Sapinya seperti apa?

Semakin banyak pertanyaan, semakin sulit syaratnya.


4. Penjelasan Ulama Tafsir

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam kitab
تفسير القرآن العظيم

Ibnu Katsir berkata:

لو أنهم ذبحوا أي بقرة لكفتهم ولكنهم شددوا فشدد الله عليهم

“Seandainya mereka menyembelih sapi apa saja sejak awal, itu sudah cukup bagi mereka. Tetapi mereka mempersulit diri, maka Allah mempersulit mereka.”

(Tafsir Ibn Katsir)


5. Makna “صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا”

Para ulama menjelaskan bahwa:

فَاقِعٌ لَوْنُهَا

artinya:

warna kuning yang sangat cerah dan indah.

Tafsir Al-Qurthubi

Dalam kitab
الجامع لأحكام القرآن

Imam Qurthubi menulis:

أي صفراء شديدة الصفرة حسنة تسر من نظر إليها

“Yaitu sapi yang sangat kuning cerah, indah dipandang dan menyenangkan hati orang yang melihatnya.”


6. Sifat Bani Israil: Banyak Bertanya

Allah sudah memperingatkan umat Islam agar tidak meniru sifat ini.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan sesuatu yang jika dijelaskan kepada kalian justru akan menyusahkan kalian.”
(QS Al-Maidah: 101)


7. Hadis Tentang Banyak Bertanya

Rasulullah ﷺ bersabda:

ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ

“Biarkan aku selama aku membiarkan kalian. Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka.”

(HR Bukhari dan Muslim)


8. Hikmah Dari Kisah Ini

1. Jangan mempersulit agama

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

“Sesungguhnya agama ini mudah.”

(HR Bukhari)


2. Taat harus segera

Allah berfirman:

فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ

“Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian.”

(QS Al-Baqarah: 68)


3. Banyak bertanya bisa menjerumuskan

Imam As-Sa’di dalam تفسير السعدي mengatakan:

التشديد يجلب التشديد

“Memperkeras diri dalam agama akan mendatangkan kesulitan.”


9. Humor 

Allah bilang:

“Shalat lima waktu.”

Yang kita tanya bukan:

“Bagaimana agar khusyuk?”

Tapi yang ditanya:

“Kalau shalat pakai sarung motif Manchester United boleh gak?”

😂

Allah bilang:

“Puasa Ramadhan.”

Yang ditanya:

“Kalau sikat gigi jam 11 lewat 23 detik batal gak?”

😂

Allah bilang:

“Jangan ghibah.”

Kita bilang:

“Kalau cuma cerita fakta gimana ustadz?”

😆

Padahal inti agama itu sederhana:

Taat.


10. Contoh Sahabat Nabi

Berbeda dengan Bani Israil, para sahabat Nabi sangat cepat taat.

Ketika turun ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى

“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian mendekati shalat dalam keadaan mabuk.”
(QS An-Nisa: 43)

Para sahabat langsung meninggalkan khamar.

Ketika turun ayat pengharaman total:

فَاجْتَنِبُوهُ

“Maka jauhilah khamar itu.”
(QS Al-Maidah: 90)

Mereka langsung menumpahkan khamar di jalan-jalan Madinah.

Tidak ada debat.

Tidak ada tanya.


11. Pelajaran Untuk Kita

Kadang kita berkata:

“Nanti saya berhijrah kalau sudah tua.”

“Nanti saya rajin shalat kalau sudah pensiun.”

Padahal Allah berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا

“Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi besok.”
(QS Luqman: 34)


12. Renungan 

Jamaah…

Masalah Bani Israil bukan karena mereka tidak tahu.

Masalah mereka adalah hati yang keras.

Mereka mendengar perintah
tetapi tidak mau taat.

Ilmu tanpa amal
adalah musibah.


13. Doa 

اللهم إنا نسألك قلبًا خاشعًا

Ya Allah kami memohon hati yang khusyuk.

اللهم لا تجعلنا من القوم المعاندين

Ya Allah jangan jadikan kami termasuk orang yang keras kepala.

اللهم اجعلنا ممن إذا سمعوا أمرك قالوا سمعنا وأطعنا

Ya Allah jadikan kami orang yang ketika mendengar perintah-Mu berkata:
Kami dengar dan kami taat.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar