Jangan Seperti Bani Israil: Banyak Bertanya Tapi Lambat Taat


“Jangan Seperti Bani Israil: Banyak Bertanya Tapi Lambat Taat”


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Al-Qur’an bukan hanya menceritakan sejarah.
Al-Qur’an menunjukkan penyakit hati manusia.

Dan salah satu penyakit yang paling berbahaya adalah:

banyak bertanya tetapi tidak mau taat.

Inilah yang terjadi pada Bani Israil ketika Allah memerintahkan mereka menyembelih sapi.


2. Ayat yang Dibahas

Allah berfirman:

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَ ۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَارِضٌ وَّلَا بِكْرٌۗ عَوَانٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَ ۗ فَافْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ

“Mereka berkata: Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami tentang sapi itu. Musa berkata: Allah berfirman bahwa sapi itu tidak tua dan tidak muda, tetapi pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
(QS Al-Baqarah: 68)


3. Latar Belakang Kisah (Asbab Al-Qissah)

Menurut para mufassir, kisah ini terjadi karena:

Ada seorang kaya dari Bani Israil dibunuh oleh keponakannya sendiri karena ingin mewarisi hartanya.

Kemudian mereka bertanya kepada Nabi Musa.

Allah memerintahkan:

sembelihlah seekor sapi.

Tapi Bani Israil tidak langsung taat.

Mereka mulai bertanya terus.


4. Penjelasan Ulama Tafsir

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam kitab
تفسير القرآن العظيم لابن كثير

Ibnu Katsir menjelaskan:

لو أنهم أخذوا أدنى بقرة فذبحوها لكفتهم ولكنهم شددوا فشدد الله عليهم

“Seandainya mereka menyembelih sapi apa saja sejak awal, itu sudah cukup bagi mereka. Tetapi mereka mempersulit, maka Allah pun mempersulit mereka.”

(Tafsir Ibn Katsir)

Ini pelajaran besar:

ketika manusia mempersulit agama, Allah bisa membuatnya semakin sulit.


5. Bahaya Banyak Bertanya

Allah sudah memperingatkan dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian menanyakan sesuatu yang jika dijelaskan kepada kalian justru akan menyusahkan kalian.”
(QS Al-Maidah: 101)

Tafsir Imam Qurthubi

Dalam الجامع لأحكام القرآن

Imam Qurthubi mengatakan:

هذا تأديب من الله للمؤمنين أن لا يسألوا عن الأشياء التي لا يحتاجون إليها

“Ayat ini adalah adab dari Allah agar manusia tidak menanyakan hal yang tidak diperlukan.”


6. Hadis Tentang Banyak Bertanya

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ جُرْمًا فِي الْمُسْلِمِينَ مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ

“Orang yang paling besar dosanya terhadap kaum muslimin adalah orang yang menanyakan sesuatu yang sebelumnya tidak diharamkan, lalu menjadi haram karena pertanyaannya.”
(HR Bukhari Muslim)


7. Perintah Allah Sangat Sederhana

Awalnya Allah hanya berkata:

“Sembelihlah sapi.”

Tidak ada syarat warna.

Tidak ada syarat umur.

Tidak ada syarat jenis.

Sapi apa saja sudah cukup.

Tapi mereka bertanya:

"Yang bagaimana sapinya?"

Lalu Allah jelaskan.

Mereka tanya lagi.

Allah jelaskan lagi.

Sampai akhirnya sapinya menjadi sangat langka dan mahal.


8. Komentar Imam As-Sa’di

Dalam kitab

تفسير السعدي

Imam As-Sa’di menulis:

فيه أن التشديد يجلب التشديد

“Dalam kisah ini ada pelajaran:
memperkeras diri dalam agama akan mendatangkan kesulitan.”


9. Humor Ceramah (Bikin Jamaah Ketawa)

Kadang kita seperti Bani Israil.

Allah bilang:

"Shalatlah."

Kita tidak tanya:

"Ya Allah bagaimana khusyuk?"

Tapi yang ditanya malah:

"Kalau shalat pakai kaos bola boleh gak?"

😆

Allah bilang:

"Tutup aurat."

Kita malah tanya:

"Kalau celana robeknya cuma sedikit gimana?"

😆

Allah bilang:

"Jangan ghibah."

Tapi kita bilang:

"Kalau cuma cerita fakta gimana?"

😆

Akhirnya yang penting ditinggalkan.

Yang tidak penting malah diperdebatkan.


10. Pelajaran Besar Dari Ayat Ini

1. Taat itu harus segera

Allah berfirman:

فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ

“Maka lakukanlah apa yang diperintahkan.”


2. Jangan suka menunda ketaatan

Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Tidak pantas bagi seorang mukmin ketika Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu perkara, lalu dia masih punya pilihan lain.”
(QS Al-Ahzab: 36)


3. Jangan keras kepala

Allah menggambarkan Bani Israil:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ

“Kemudian hati kalian menjadi keras.”
(QS Al-Baqarah: 74)


11. Pelajaran Untuk Kehidupan Kita

Kadang manusia berkata:

"Nanti saya taubat kalau sudah tua."

"Nanti saya rajin shalat kalau sudah pensiun."

Padahal kematian tidak pernah menunggu.

Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
(QS Ali Imran: 185)


12. Penutup yang Menyentuh

Jamaah…

Bani Israil tidak hancur karena tidak tahu.

Mereka hancur karena tidak mau taat.

Ilmu tanpa ketaatan
seperti lampu tanpa listrik.

Terang tapi tidak menyala.


13. Doa Penutup

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك

Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami di atas agama-Mu.

اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه

Ya Allah jadikan kami orang yang mendengar nasihat lalu mengikuti yang terbaik darinya.

اللهم لا تجعلنا من القوم المعاندين

Ya Allah jangan jadikan kami seperti kaum yang keras kepala.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar