Pembunuhan yang Disembunyikan… dan Allah yang Membongkarnya
“Pembunuhan yang Disembunyikan… dan Allah yang Membongkarnya”
1. Pembukaan yang Menggetarkan Mimbar
الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Ada dosa yang manusia kira bisa disembunyikan selamanya.
Ada kejahatan yang manusia kira tidak akan pernah diketahui orang lain.
Tetapi manusia lupa…
Allah melihat.
Allah mendengar.
Allah mengetahui.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Allah mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan hati.”
(QS Ghafir: 19)
Dan pada suatu masa dalam sejarah umat manusia…
Terjadi sebuah pembunuhan misterius di tengah Bani Israil.
Kisah ini diabadikan dalam Surah Al‑Baqarah.
2. Awal Tragedi: Keserakahan
Di tengah Bani Israil…
Ada seorang lelaki tua.
Ia kaya.
Hartanya banyak.
Ladang luas.
Ternak banyak.
Namun ia tidak memiliki anak.
Yang paling dekat dengannya hanyalah seorang keponakan.
Keponakan ini awalnya terlihat baik.
Sering membantu.
Sering menemani.
Tetapi di dalam hatinya…
Tumbuh sesuatu yang sangat berbahaya:
keserakahan.
Rasulullah bersabda:
لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ ذَهَبٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا
“Jika anak Adam memiliki dua lembah emas, ia akan menginginkan yang ketiga.”
(HR Bukhari dan Muslim)
3. Dialog Dramatis Sebelum Pembunuhan
Suatu malam…
Langit gelap.
Angin padang pasir berhembus pelan.
Pamannya duduk di depan rumah.
Keponakan itu datang mendekat.
Pamannya berkata lembut:
“Anakku… duduklah di sini.”
Keponakan duduk.
Pamannya berkata:
“Aku sudah tua… mungkin tidak lama lagi aku akan meninggal.”
Keponakan menunduk.
Pamannya melanjutkan:
“Aku ingin engkau menjaga keluargamu setelah aku tiada.”
Keponakan mengangguk…
Namun di dalam hatinya ada suara lain:
“Jika ia mati… semua harta ini menjadi milikku…”
Pamannya berkata lagi:
“Ambillah sebagian hartaku sekarang, agar hidupmu mudah.”
Tetapi keserakahan sudah menutup mata hatinya.
Malam semakin sunyi.
Dan pada malam itu…
Terjadilah sesuatu yang sangat mengerikan.
Pamannya dibunuh.
Diam-diam.
Tanpa saksi.
Tanpa suara.
Mayatnya kemudian diseret…
dan diletakkan di depan rumah orang lain.
Agar tuduhan jatuh kepada keluarga lain.
4. Pagi Hari: Desa Panik
Pagi hari…
Tiba-tiba terdengar teriakan dari ujung desa:
“ADA MAYAT!!”
Orang-orang keluar dari rumah.
Anak-anak menangis.
Para lelaki berlari.
Mereka melihat tubuh seorang lelaki tua tergeletak di tanah.
“Siapa yang membunuhnya??”
Satu keluarga menuduh keluarga lain.
Suasana menjadi panas.
Hampir terjadi perang antar keluarga.
Akhirnya mereka datang kepada nabi mereka:
Musa
“Wahai Musa! Siapa pembunuhnya?”
5. Perintah Allah yang Mengejutkan
Lalu Allah memberi wahyu kepada Musa.
Allah berfirman:
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menyembelih seekor sapi.”
(QS Al-Baqarah: 67)
Penduduk desa bingung.
Mereka berkata:
“Apakah engkau mempermainkan kami?”
قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا
6. Mereka Memperumit Perintah Allah
Padahal kalau mereka langsung menyembelih sapi apa saja…
Selesai.
Namun mereka terus bertanya.
Sampai Allah berfirman:
اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا
“Sapi itu berwarna kuning cerah.”
(QS Al-Baqarah: 69)
Akhirnya sapi itu sangat langka.
Mereka harus membelinya dengan harga yang sangat mahal.
7. Adegan Paling Menggetarkan
Setelah sapi disembelih…
Allah memerintahkan sesuatu yang sangat luar biasa.
فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَا
“Kami berfirman: pukullah mayat itu dengan sebagian dari sapi itu.”
(QS Al-Baqarah: 73)
Bayangkan suasana itu.
Padang Sinai.
Ribuan orang berdiri.
Mayat terbaring.
Nabi Musa berkata:
“Pukullah mayat itu.”
Seseorang mengambil potongan daging sapi.
Ia menyentuhkannya ke tubuh mayat.
Tiba-tiba…
Jari mayat bergerak.
Orang-orang mundur ketakutan.
Matanya terbuka.
Ia bangun.
Dan dengan suara lemah ia berkata:
“Pembunuhku… adalah…”
Ia menunjuk seseorang di tengah kerumunan.
Semua orang menoleh.
Itulah keponakannya.
Lalu mayat itu jatuh dan mati kembali.
Desa menjadi sunyi.
Tak ada yang berbicara.
Semua sadar…
Allah sendiri yang membongkar kejahatan itu.
8. Pesan Menggetarkan
Ma’asyiral muslimin…
Tidak ada dosa yang benar-benar tersembunyi.
Allah berfirman:
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ
“Pada hari semua rahasia dibongkar.”
(QS At-Tariq: 9)
9. Munajat
Ya Allah…
Kami datang kepada-Mu malam ini…
dengan hati penuh dosa.
اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها
Ya Allah ampuni dosa kami semuanya.
dosa yang kecil
dosa yang besar
dosa yang kami sembunyikan
dan dosa yang diketahui manusia.
Ya Allah…
jika Engkau membuka dosa kami di hadapan manusia…
kami tidak akan mampu menanggungnya.
Ya ستار…
tutupilah aib kami.
يا غفار…
ampuni dosa kami.
Ya Allah…
di antara kami ada yang jauh dari shalat.
Ada yang durhaka kepada orang tua.
Ada yang lisannya menyakiti orang lain.
Ada yang hatinya penuh iri dan dengki.
Ya Allah bersihkan hati kami.
اللهم طهر قلوبنا من النفاق
Ya Allah bersihkan hati kami dari kemunafikan.
اللهم اجعل القرآن نور صدورنا
Ya Allah jadikan Al-Qur’an cahaya di dada kami.
Ya Allah…
jika malam ini adalah malam terakhir kami hidup…
maka wafatkan kami dalam keadaan taubat.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment