Siapa yang Selamat di Sisi Allah?


“Siapa yang Selamat di Sisi Allah?”

Pembukaan

Alhamdulillāh… segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat iman dan Islam.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga hari kiamat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Pada kesempatan ini kita akan merenungkan firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 62, sebuah ayat yang sering menjadi bahan diskusi tentang siapa yang mendapatkan keselamatan di sisi Allah.


1. Membaca Ayat

Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالنَّصٰرٰى وَالصَّابِـِٕيْنَ
مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا
فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ
وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal saleh, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS Al-Baqarah:62)


2. Siapa yang Dimaksud dalam Ayat Ini?

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang orang-orang sebelum Nabi Muhammad ﷺ.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

“Ayat ini berlaku bagi umat-umat sebelum Nabi Muhammad. Siapa yang mengikuti nabi pada zamannya maka ia selamat.”
(Tafsir Ibn Kathir, tafsir QS 2:62)

Artinya:

pengikut Musa → selamat jika mengikuti Musa
pengikut Isa → selamat jika mengikuti Isa

Tetapi setelah Nabi Muhammad diutus, maka manusia wajib mengikuti beliau.

Allah berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا
فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ

“Barang siapa mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya.”
(QS Ali Imran:85)


3. Syarat Keselamatan Menurut Ayat

Ayat ini menyebut tiga syarat keselamatan.

1. Iman kepada Allah

Allah berfirman:

مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ

“Siapa yang beriman kepada Allah.”

Iman bukan sekadar pengakuan.

Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam hadis Jibril:

اَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik maupun buruk.”
(HR Muslim)


2. Iman kepada Hari Akhir

Allah berfirman:

وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ

“Dan hari akhir.”

Mengapa iman kepada hari akhir penting?

Karena orang yang yakin akan hari akhir akan berhati-hati dalam hidupnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR Bukhari Muslim)


3. Amal Saleh

Allah berfirman:

وَعَمِلَ صَالِحًا

“Dan beramal saleh.”

Imam Al-Qurthubi menjelaskan:

Amal saleh adalah perbuatan yang sesuai dengan syariat Allah dan dilakukan dengan niat ikhlas.
(Tafsir Al-Qurthubi)

Artinya amal itu harus dua syarat:

ikhlas
sesuai sunnah.


4. Janji Allah untuk Orang Beriman

Allah menjanjikan dua hal:

Tidak ada rasa takut

وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ

Mereka tidak takut terhadap masa depan.

Tidak bersedih

وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Mereka tidak bersedih terhadap masa lalu.

Ibnu Abbas mengatakan:

“Tidak takut terhadap apa yang akan datang dan tidak bersedih terhadap apa yang telah berlalu.”
(Tafsir At-Tabari)


5. Hikmah Besar Ayat Ini

Ayat ini mengajarkan bahwa keselamatan bukan karena:

keturunan
bangsa
status

tetapi karena iman dan amal.

Allah berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS Al-Hujurat:13)


Humor 

Kadang manusia salah memahami agama.

Ada orang berkata:

“Yang penting hati saya baik.”

Padahal shalat tidak pernah.

Kalau ditanya:

“Kenapa tidak shalat?”

Dia jawab:

“Yang penting hati saya bersih.”

Saya pernah bercanda dengan jamaah:

Kalau begitu…

kenapa mandi pakai sabun?

Yang penting kan hati bersih, bukan badan bersih.

Jamaah biasanya langsung tertawa.

Karena memang tidak logis.

Islam itu hati bersih dan ibadah juga benar.


Kisah Renungan

Imam Hasan Al-Basri pernah berkata:

“Iman bukan sekadar angan-angan, tetapi sesuatu yang tertanam di hati dan dibuktikan oleh amal.”

Banyak orang berkata:

“Iman saya kuat.”

Tetapi shalat ditinggalkan.

Qur’an jarang dibaca.

Sedekah tidak pernah.

Iman tanpa amal seperti pohon tanpa buah.


Penutup

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ayat ini mengajarkan bahwa keselamatan hanya diperoleh oleh orang yang:

beriman kepada Allah
percaya hari akhir
beramal saleh

Jika tiga hal ini ada dalam diri kita…

Allah menjanjikan:

“Tidak ada rasa takut dan tidak ada kesedihan.”

Semoga kita termasuk golongan itu.


Doa 

اللهم يا الله

Ya Allah…

tetapkanlah iman dalam hati kami.

Ya Allah…

jadikan kami termasuk orang yang beriman kepada-Mu dengan iman yang benar.

Ya Allah…

jadikan kami termasuk orang yang tidak takut pada hari kiamat dan tidak bersedih hati.

Ya Allah…

ampuni dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa seluruh kaum muslimin.

Ya Allah…

kumpulkan kami di surga bersama Nabi Muhammad ﷺ.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar