Allah Memerintahkan Keadilan dan Berada di Jalan yang Lurus
Materi Ceramah
“Allah Memerintahkan Keadilan dan Berada di Jalan yang Lurus”
Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 76
Pembukaan
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ، وَجَعَلَنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِ الْأَنَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ وَالْأَنَامِ.
Amma ba’du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Manusia itu lucu.
Kalau beli barang:
- lihat kualitas
- lihat fungsi
- lihat manfaat
Tapi dalam urusan hidup… kadang malah mengikuti sesuatu yang:
- tidak memberi manfaat
- tidak memberi petunjuk
- bahkan menyesatkan
Ada orang: kalau GPS salah arah langsung marah:
“Ih aplikasi ini bikin nyasar!”
Tapi kalau hidupnya jauh dari petunjuk Allah… malah bilang:
“Santai… yang penting happy.”
Padahal tidak semua yang bikin happy itu membawa berkah.
Ayat Utama
Firman Allah
Surah An-Naḥl ayat 76
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا رَّجُلَيْنِ اَحَدُهُمَآ اَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلٰى شَيْءٍ وَّهُوَ كَلٌّ عَلٰى مَوْلٰىهُ ۗ اَيْنَمَا يُوَجِّهْهُّ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖهَلْ يَسْتَوِيْ هُوَۙ وَمَنْ يَّأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Artinya:
“Dan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki; yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu, dan menjadi beban bagi penanggungnya. Ke mana saja dia disuruh, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah dia dengan orang yang menyuruh berbuat adil dan dia berada di jalan yang lurus?”
Penjelasan Ayat
1. Perumpamaan untuk Orang Musyrik dan Tauhid
Ayat ini melanjutkan bantahan Allah terhadap kesyirikan.
Allah membuat perumpamaan:
- orang bisu, lemah, tidak mampu memberi manfaat
- dibandingkan dengan orang yang:
- menyeru kepada keadilan
- berada di jalan lurus
Tentu tidak sama.
Begitu pula:
- berhala tidak bisa memberi apa-apa
- makhluk tidak punya kuasa mutlak
- hanya Allah yang memberi petunjuk dan keadilan
Tafsir Para Ulama
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim beliau menjelaskan:
Orang bisu yang tidak mampu apa-apa adalah permisalan bagi berhala yang disembah selain Allah. Sedangkan yang menyeru kepada keadilan adalah permisalan bagi Allah Yang Maha Benar.
Tafsir Al-Qurthubi
Dalam Tafsir al-Qurthubi disebutkan:
Allah menegaskan bahwa segala perintah-Nya dibangun di atas keadilan, hikmah, dan kebenaran.
Allah Memerintahkan Keadilan
Dalil Al-Qur'an
Surah An-Naḥl ayat 90
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.”
Penjelasan Ulama
Imam Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir berkata:
Ayat ini mencakup seluruh akhlak mulia dan seluruh larangan keburukan.
Allah Maha Adil
Dalil Al-Qur'an
Surah Fussilat ayat 46
وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ
Artinya:
“Dan Tuhanmu tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya.”
Hadis Tentang Keadilan
Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلْمُقْسِطُوْنَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَىٰ مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ
Artinya:
“Orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya.”
(HR. Sahih Muslim)
Ciri Orang yang Berada di Jalan Lurus
1. Mengajak kepada Kebenaran
Bukan mengajak:
- gibah
- fitnah
- permusuhan
2. Adil kepada Semua Orang
Adil kepada:
- keluarga
- pasangan
- anak
- teman
- bawahan
Kadang ada orang: kalau jadi ketua RT… gaya jalannya berubah.
Dulu:
“Assalamu’alaikum tetangga…”
Setelah jadi ketua:
jalannya seperti mau inspeksi negara.
Padahal rapatnya saja masih pinjam kursi tetangga.
3. Ucapannya Jujur
Surah Al-Ahzab ayat 70
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
Bahaya Mengikuti Jalan yang Salah
Kadang manusia mengikuti sesuatu tanpa ilmu:
- ikut tren
- ikut viral
- ikut kata orang
Padahal belum tentu benar.
Ada orang: judul videonya:
“Rahasia kaya dalam 3 menit!”
Yang kaya siapa? Yang bikin videonya.
Yang nonton? Masih tetap cari promo gratis ongkir.
Ulasan Ulama Tentang Jalan Lurus
Perkataan Ibnul Qayyim
Dalam Madarij as-Salikin beliau berkata:
Jalan lurus adalah jalan yang membawa seorang hamba kepada Allah melalui ilmu, keikhlasan, dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Perkataan Sufyan Ats-Tsauri
Tidaklah suatu amal diterima kecuali dengan niat yang benar dan sesuai sunnah.
Humor
Jamaah…
Kadang ada orang kalau tersesat di jalan: langsung buka maps.
Tapi kalau tersesat dalam hidup: malah buka komentar netizen.
Ada juga:
- nasihat ustaz diabaikan
- tapi “kata influencer” langsung dipercaya
Padahal influencer itu: sarapan endorse, makan siang endorse, minum kopi juga endorse.
Kalau bisa tidur di-endorse mungkin sudah diposting:
“Tidur nyenyak berkat kasur ini…”
Pelajaran Besar dari Ayat
1. Allah tidak sama dengan makhluk
2. Semua perintah Allah penuh keadilan
3. Jalan Allah adalah jalan lurus
4. Keadilan adalah ciri orang beriman
5. Jangan mengikuti sesuatu tanpa ilmu
Muhasabah
Mari bertanya pada diri sendiri:
- apakah kita sudah adil?
- apakah lisan kita mengajak kebaikan?
- apakah hidup kita berada di jalan lurus?
Karena banyak orang:
- terlihat sukses
- tapi hidupnya jauh dari petunjuk Allah
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Jangan menjadi manusia:
- yang tidak memberi manfaat
- tidak membawa kebaikan
- menjadi beban bagi orang lain
Jadilah hamba Allah:
- yang adil
- bermanfaat
- mengajak kepada kebenaran
- berjalan di atas jalan yang lurus
Doa
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ.
“Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang adil dan berbuat ihsan.”
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Post a Comment