Jangan Jadikan Takdir Sebagai Alasan Bermaksiat

Materi Ceramah: “Jangan Jadikan Takdir Sebagai Alasan Bermaksiat”

Tafsir Surah An-Naḥl Ayat 35


Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba‘du.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Ada orang kalau dinasihati malah jawab: “Ya gimana lagi ustaz… memang sudah takdir saya begini.”

Ditegur karena malas salat: “Kalau Allah kasih hidayah juga saya salat…”

Ditegur karena maksiat: “Belum dipanggil Allah…”

Padahal yang dipanggil itu…
bukan cuma ke masjid…
kadang langsung ke kuburan 😭


Ayat yang Dibahas

Firman Allah Ta‘ala

وَقَالَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا لَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا عَبَدْنَا مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍ نَّحْنُ وَلَآ اٰبَاۤؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍ ۗ كَذٰلِكَ فَعَلَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚفَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Artinya:
“Dan orang musyrik berkata, ‘Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa izin-Nya.’ Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.”
(QS. An-Naḥl: 35)


1. Kesalahan Orang Musyrik: Menjadikan Takdir Sebagai Tameng Dosa

Orang musyrik berkata: “Kalau Allah mau, kami tidak akan syirik.”

Ini alasan klasik:

  • salah tapi menyalahkan takdir,
  • maksiat tapi menyalahkan keadaan,
  • dosa tapi menyalahkan lingkungan.

Padahal…

Allah memberi:

  • akal,
  • hati,
  • wahyu,
  • nabi,
  • petunjuk.

Maka manusia tetap bertanggung jawab atas pilihannya.


Dalil Al-Qur’an

Allah memberi manusia pilihan

اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا

Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan kepadanya; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.”
(QS. Al-Insān: 3)


Hadis Nabi ﷺ

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللّٰهِ وَلَا تَعْجِزْ

Artinya:
“Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.”
(HR. Imam Muslim)

Penjelasan Imam An-Nawawi

Dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, beliau menjelaskan:

Hadis ini membantah orang yang malas berusaha lalu berdalih dengan takdir.


2. Takdir Tidak Boleh Dipakai Membela Maksiat

Jamaah…

Kalau takdir dijadikan alasan dosa, nanti maling juga bisa bilang: “Maaf pak polisi… saya mencuri karena takdir.” 😭

Kalau begitu semua penjahat bebas dong?

Maka para ulama menjelaskan:

Kaidah penting:

Takdir boleh dijadikan penghibur musibah,
tetapi tidak boleh dijadikan pembela maksiat.


Penjelasan Ulama

Imam Ibnul Qayyim

Dalam kitab Syifā’ al-‘Alīl:

Orang yang berhujjah dengan takdir untuk membela dosa lebih buruk daripada iblis. Karena iblis masih mengakui dosanya, sedangkan dia menyalahkan takdir Allah.


Contoh dari Nabi Adam dan Iblis

Nabi Adam عليه السلام

Ketika bersalah, beliau berkata:

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا

Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri.”
(QS. Al-A‘rāf: 23)

Beliau mengakui dosa lalu taubat.


Sedangkan Iblis berkata:

فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ

Artinya:
“Karena Engkau telah menyesatkanku…”
(QS. Al-A‘rāf: 16)

Iblis menyalahkan Allah.

Na‘udzubillah.


Humor 

Ada orang ditanya: “Kenapa belum tobat?”

Dia jawab: “Belum dapat hidayah.”

Tapi anehnya…

Kalau ada diskon 90% di toko online…
hidayahnya cepat banget 🤣

Jam 12 malam:

  • mata melek,
  • jari lincah,
  • checkout kilat.

Tapi azan Subuh: “Ya Allah berat sekali ujian hidup ini…” 😭


3. Tugas Rasul Hanya Menyampaikan

Allah berfirman:

فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Artinya:
“Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan dengan jelas.”

Pelajaran besar:

  • Nabi tidak memaksa.
  • Dai tidak memaksa.
  • Ustaz tidak memaksa.

Hidayah milik Allah.

Tugas kita:

  • menyampaikan,
  • mengingatkan,
  • mendoakan.

Dalil Tentang Tidak Ada Paksaan

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ

Artinya:
“Tidak ada paksaan dalam agama.”
(QS. Al-Baqarah: 256)

Tafsir Ibnu Katsir

Beliau menjelaskan:

Islam jelas dalilnya, terang hujahnya, sehingga tidak perlu dipaksakan.


4. Hidayah Harus Dijemput

Banyak orang berkata: “Nanti kalau Allah kasih hidayah saya berubah.”

Padahal Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Artinya:
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridaan Kami, pasti Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 69)

Ulasan Imam As-Sa‘di

Dalam Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān:

Siapa yang jujur mencari kebenaran, Allah akan bukakan pintu hidayah baginya.


5. Bahaya Taklid Buta

Orang musyrik berkata: “Kami hanya ikut nenek moyang.”

Hari ini juga sama:

  • “Yang penting ikut tradisi.”
  • “Dari dulu juga begini.”
  • “Keluarga saya semua begitu.”

Padahal ukuran benar bukan:

  • mayoritas,
  • adat,
  • kebiasaan.

Ukuran benar adalah: Al-Qur’an dan Sunnah.


Hadis Nabi ﷺ

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي

Artinya:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnahku.”
(HR. Imam Malik dalam Al-Muwaṭṭa’)


Pesan Inti Ceramah

Jangan salahkan takdir atas dosa kita.

Karena Allah sudah memberi petunjuk.

Jangan tunggu hidayah sambil diam.

Hidayah harus dicari.

Jangan taklid buta.

Ikuti Al-Qur’an dan Sunnah.

Tugas kita adalah taat.

Bukan mencari alasan.


Penutup 

Jamaah yang dirahmati Allah…

Banyak orang ingin masuk surga…
tetapi jalannya tidak mau ditempuh.

Ingin panen pahala…
tapi malas menanam amal.

Ingin husnul khatimah…
tapi akrab dengan maksiat.

Padahal hidup ini bukan soal siapa yang paling pintar mencari alasan…
tetapi siapa yang paling jujur mencari kebenaran.


Doa 

اللهم اهدنا فيمن هديت، وعافنا فيمن عافيت، ولا تجعلنا ممن يحتجون بالقدر على المعصية، واجعلنا من عبادك الصالحين المتقين.

“Ya Allah, berilah kami petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Jangan jadikan kami orang-orang yang menjadikan takdir sebagai alasan untuk bermaksiat. Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang saleh dan bertakwa.”

آمين يا رب العالمين.

Tidak ada komentar