Jangan Sampai Menjadi Orang yang Rugi di Akhirat

Ceramah: Jangan Sampai Menjadi Orang yang Rugi di Akhirat

Mukadimah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْحَيَاةَ وَالْمَوْتَ لِيَبْلُوَنَا أَيُّنَا أَحْسَنُ عَمَلًا، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الْخُسْرَانِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Jamaah rahimakumullah…

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Karena hidup ini hanya sekali. Tidak ada manusia yang bisa memutar ulang umur. Setiap detik yang lewat adalah bagian dari modal hidup kita yang tidak akan kembali.


Ayat Pokok Ceramah

Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 109

لَا جَرَمَ اَنَّهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Artinya:

“Pastilah mereka menjadi orang-orang yang rugi di akhirat.”
(QS. An-Naḥl: 109)


1. Kerugian Terbesar Bukan Kehilangan Harta, Tetapi Kehilangan Akhirat

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Kalau kehilangan uang masih bisa dicari. Kalau kehilangan pekerjaan masih bisa melamar lagi.

Tetapi kalau kehilangan akhirat… tidak ada kesempatan kedua.

Allah menyebut mereka:

هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Kenapa rugi? Karena:

  • umur habis,
  • tenaga habis,
  • dunia ditinggalkan,
  • akhirat juga gagal didapat.

Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Al-‘Ashr

وَالْعَصْرِ ۝ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۝ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya:

“Demi masa. Sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr)


Penjelasan Ulama

Imam Asy-Syafi'i berkata:

“Seandainya manusia merenungkan surah Al-‘Ashr saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.”

Karena surah ini menjelaskan: modal hidup manusia adalah waktu.

Kalau waktu habis tanpa iman dan amal saleh… maka rugi besar.


Humor 

Sekarang manusia kalau kuota internet tinggal 2%: panik.

Kalau baterai HP tinggal 1%: langsung cari charger.

Tetapi umur tinggal separuh lebih… masih santai: “Masih muda…”

Padahal uban sudah mulai rapat seperti antrean minyak goreng.


2. Orang yang Lalai Akan Menyesal di Akhirat

Jamaah rahimakumullah…

Di dunia orang bisa tertawa karena maksiat. Bisa bangga karena harta. Bisa sombong karena jabatan.

Tetapi di akhirat… semua topeng terbuka.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Al-Munafiqun Ayat 10

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍ

Artinya:

“Infakkanlah sebagian rezeki yang Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kalian, lalu dia berkata: ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menangguhkan aku sedikit waktu lagi…’”
(QS. Al-Munafiqun: 10)

Penjelasan

Di akhir hayat manusia ingin:

  • tambah umur,
  • tambah sujud,
  • tambah sedekah,
  • tambah taubat.

Tetapi waktu sudah habis.


Hadis Tentang Penyesalan

HR. Bukhari

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya:

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Sahih Bukhari)


Penjelasan Ulama

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan: Banyak manusia baru sadar nikmat sehat dan waktu setelah keduanya hilang.


Humor 

Sekarang banyak orang:

  • olahraga demi badan sixpack,
  • skincare demi glowing,
  • diet demi bentuk tubuh…

Tetapi hati? Jerawatan dosa.

(beri jeda jamaah tertawa)

Ada juga: kalau promo diskon hafal tanggalnya.

Tetapi jadwal pengajian lupa terus.

Kalau flash sale: cepat.

Kalau shalat: “nanti dulu…”


3. Dunia yang Dikejar Akan Ditinggalkan

Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 60

وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتُهَا ۚ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

Artinya:

“Apa saja yang diberikan kepada kalian hanyalah kenikmatan hidup dunia dan perhiasannya, sedangkan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-Qashash: 60)


Hadis Nabi ﷺ

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

Artinya:

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara.”
(HR. Sahih Bukhari)

Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan: Seorang mukmin jangan terlalu bergantung kepada dunia karena dunia hanyalah tempat singgah sementara.


4. Modal Utama Manusia Adalah Umur

Jamaah sekalian…

Dalam tafsir ayat ini disebutkan: modal utama manusia adalah umur.

Kalau umur dipakai:

  • maksiat,
  • lalai,
  • sombong,
  • meninggalkan Allah…

Maka modal hidup habis sia-sia.


Humor 

Sekarang banyak orang: memori HP penuh… tetapi hati kosong.

Galeri foto ribuan… tetapi hafalan doa sedikit.

Update story tiap jam… tetapi tidak pernah update iman.

Padahal yang menemani di kubur nanti: bukan followers, bukan subscriber, bukan saldo rekening…

Tetapi amal.


Pesan Inti Ceramah

1. Kerugian terbesar adalah rugi akhirat

2. Waktu dan umur adalah modal hidup

3. Dunia hanya sementara

4. Gunakan hidup untuk iman dan amal saleh

Karena orang cerdas bukan yang paling kaya… tetapi yang paling siap bertemu Allah.


Doa 

اللّٰهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَعْمَارِنَا وَأَوْقَاتِنَا وَأَعْمَالِنَا.

اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا التَّوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَالرَّاحَةَ عِنْدَ الْمَوْتِ وَالْجَنَّةَ بَعْدَ الْمَوْتِ.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar