Ketika Sesembahan Berlepas Diri
Materi Ceramah
“Ketika Sesembahan Berlepas Diri”
Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 86
Pembukaan
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَنَا لِنُوَحِّدَهُ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي دَعَا إِلَى التَّوْحِيْدِ وَحَذَّرَ مِنَ الشِّرْكِ وَالضَّلَالِ.
Amma ba’du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Di dunia ini manusia kadang salah memilih sandaran.
Ada yang:
- terlalu percaya harta
- terlalu bangga jabatan
- terlalu mengagungkan manusia
- bahkan menggantungkan hidup kepada selain Allah
Padahal… di hari kiamat nanti, semua yang dijadikan sandaran selain Allah akan lepas tangan.
Ayat Utama
Firman Allah
Surah An-Naḥl ayat 86
وَاِذَا رَاَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا شُرَكَاۤءَهُمْ قَالُوْا رَبَّنَا هٰٓؤُلَاۤءِ شُرَكَاۤؤُنَا الَّذِيْنَ كُنَّا نَدْعُوْا مِنْ دُوْنِكَۚ فَاَلْقَوْا اِلَيْهِمُ الْقَوْلَ اِنَّكُمْ لَكٰذِبُوْنَ
Artinya:
“Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.’ Lalu sekutu-sekutu mereka berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya kamu benar-benar pendusta.’”
Penjelasan Ayat
Ayat ini menggambarkan suasana mengerikan di hari kiamat.
Orang-orang musyrik:
- menunjuk sesembahan mereka
- mencoba mencari kambing hitam
- berharap ada yang menyelamatkan mereka
Tetapi… semua sesembahan itu justru berlepas diri.
Tidak Ada yang Mau Bertanggung Jawab
Di dunia: orang suka berkata:
“Saya ikut-ikutan saja…”
Tetapi di akhirat: tidak ada alasan:
- ikut teman
- ikut tren
- ikut lingkungan
Semua bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Dalil Pendukung
Surah Maryam ayat 81–82
وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لِّيَكُوْنُوْا لَهُمْ عِزًّا ۙ
كَلَّا ۗسَيَكْفُرُوْنَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا
Artinya:
“Dan mereka telah mengambil tuhan-tuhan selain Allah agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak! Kelak sesembahan itu akan mengingkari penyembahan mereka dan menjadi musuh bagi mereka.”
Tafsir Para Ulama
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim beliau menjelaskan:
Sesembahan mereka akan mengingkari penyembahan itu dan berlepas diri dari para penyembahnya.
Tafsir Al-Qurthubi
Dalam Tafsir al-Qurthubi disebutkan:
Orang musyrik berusaha mengalihkan kesalahan kepada sesembahan mereka, namun itu tidak bermanfaat sedikit pun.
Bentuk Syirik Zaman Sekarang
Syirik bukan hanya menyembah patung.
Kadang manusia:
- mengagungkan uang melebihi Allah
- takut manusia melebihi takut kepada Allah
- lebih percaya ramalan daripada doa
- menggantungkan hati kepada makhluk
Itu semua bibit-bibit syirik hati.
Hadis Tentang Bahaya Syirik
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُوْنِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ
Artinya:
“Barang siapa meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah, maka ia masuk neraka.”
(HR. Sahih al-Bukhari)
Syirik Kecil yang Sering Tidak Disadari
Rasulullah ﷺ bersabda:
اَخْوَفُ مَا اَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْاَصْغَرُ
Para sahabat bertanya:
“Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
الرِّيَاءُ
Artinya:
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya.”
(HR. Musnad Ahmad)
Bahaya Mengandalkan Makhluk
Kadang manusia:
- lebih tenang lihat saldo ATM daripada lihat sajadah
- lebih percaya koneksi manusia daripada pertolongan Allah
Padahal manusia: hari ini memuji, besok bisa meninggalkan.
Ulasan Ulama
Perkataan Ibnul Qayyim
Dalam Ighatsatul Lahfan beliau berkata:
Hati tidak akan tenang kecuali ketika bergantung hanya kepada Allah.
Perkataan Imam Al-Ghazali
Orang yang paling rugi adalah yang menggantungkan harapan kepada selain Allah.
Humor
Jamaah…
Kadang manusia itu lucu.
Waktu susah:
“Ya Allah tolong…”
Begitu punya uang: yang dibuka malah aplikasi belanja.
Ada juga: kalau sinyal hilang panik sekali.
“Aduh… tidak ada jaringan!”
Padahal hubungan dengan Allah sudah lama “lost connection”… tetap santai.
Ada orang: hafal password WiFi tetangga… tapi lupa doa masuk rumah.
Semua Akan Berlepas Diri
Di akhirat nanti:
- harta tidak menolong
- jabatan tidak menyelamatkan
- teman tidak membela
Allah berfirman:
Surah Asy-Syu'ara ayat 88–89
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
Artinya:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
Pelajaran Besar dari Ayat
1. Jangan menyekutukan Allah
2. Jangan menggantungkan hati kepada makhluk
3. Semua manusia bertanggung jawab atas amalnya sendiri
4. Syirik adalah dosa terbesar
5. Keselamatan hanya dengan tauhid
Muhasabah
Mari bertanya:
- apa yang paling kita andalkan selain Allah?
- apakah hati kita terlalu bergantung pada dunia?
- apakah ibadah kita benar-benar ikhlas?
Karena di akhirat nanti… semua yang palsu akan runtuh.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Tauhid adalah penyelamat terbesar manusia.
Kalau hati sudah penuh dengan Allah, maka dunia tidak akan mampu memperbudak kita.
Jangan tunggu hari kiamat baru sadar… bahwa selain Allah tidak mampu menolong apa-apa.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُتَعَلِّقَةً بِكَ وَحْدَكَ، وَلَا تَجْعَلْ فِيْهَا تَعَلُّقًا بِغَيْرِكَ، وَأَمِتْنَا عَلَى التَّوْحِيْدِ وَالْإِخْلَاصِ.
“Ya Allah, jadikan hati kami bergantung hanya kepada-Mu, jangan jadikan dalam hati kami ketergantungan kepada selain-Mu, dan wafatkan kami di atas tauhid dan keikhlasan.”
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Post a Comment