Taurat sebagai Petunjuk dan Larangan Mengambil Pelindung Selain Allah
Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 2
Taurat sebagai Petunjuk dan Larangan Mengambil Pelindung Selain Allah
Teks Ayat
Allah Ta'ala berfirman:
وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًا
"Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), 'Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku.'" (QS. Al-Isrā': 2)
Mukadimah
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Setelah Allah menjelaskan peristiwa agung Isra' Nabi Muhammad ﷺ pada ayat pertama, Allah langsung menyebut Nabi Musa dan Kitab Taurat pada ayat kedua. Ini menunjukkan bahwa seluruh nabi membawa misi yang sama, yaitu mengajak manusia kepada tauhid dan hanya bergantung kepada Allah semata.
Tema Besar Ayat
Ayat ini mengandung tiga pelajaran utama:
- Kemuliaan kitab-kitab wahyu.
- Tauhid dan larangan bergantung kepada selain Allah.
- Pelajaran dari sejarah Bani Israil.
1. Taurat Diturunkan Sebagai Petunjuk
Allah berfirman:
وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ
"Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat)."
Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
Allah berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰىةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya."
(QS. Al-Mā'idah: 44)
Tafsir Ibnu Katsir
Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
"Allah mengingatkan bahwa sebagaimana Dia memberikan Taurat kepada Musa sebagai petunjuk bagi Bani Israil, demikian pula Dia menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi seluruh manusia."
Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir, Juz 5, Tafsir QS. Al-Isra': 2.
2. Seluruh Nabi Membawa Dakwah Tauhid
Firman Allah:
اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًا
"Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."
Maksudnya:
- Jangan menyembah selain Allah.
- Jangan bergantung kepada selain Allah.
- Jangan menjadikan makhluk sebagai tempat berharap secara mutlak.
Inilah inti dakwah seluruh nabi.
Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا فَاعْبُدُوْنِ
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau melainkan Kami wahyukan kepadanya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiyā': 25)
Tafsir Imam Ath-Thabari
Beliau menjelaskan:
"Makna ayat ini adalah janganlah kalian menyerahkan urusan kalian kepada selain Allah dan jangan mempercayai selain-Nya dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah."
Rujukan: Tafsir Ath-Thabari, Jami' al-Bayan, QS. Al-Isra': 2.
3. Hakikat Tawakal Kepada Allah
Kata وَكِيْلًا berarti tempat bersandar dan menyerahkan urusan.
Allah berfirman:
وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman."
(QS. Al-Mā'idah: 23)
Hadis Nabi ﷺ
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."
(HR. At-Tirmidzi no. 2344, shahih)
Penjelasan Imam Ibn Rajab
Beliau berkata:
"Tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, tetapi bersandarnya hati kepada Allah sambil melakukan sebab-sebab yang dibolehkan syariat."
Rujukan: Jami' al-'Ulum wal Hikam.
4. Bahaya Menyimpang dari Wahyu
Bani Israil diberi kitab, tetapi banyak yang mengubah dan menakwilkannya sesuai hawa nafsu.
Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ
"Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri lalu mengatakan: Ini dari Allah."
(QS. Al-Baqarah: 79)
Pelajaran
Umat Islam harus:
- Memahami Al-Qur'an dengan benar.
- Mengikuti tafsir para ulama.
- Tidak menafsirkan agama hanya berdasarkan akal dan hawa nafsu.
5. Al-Qur'an Adalah Petunjuk Terbesar Umat Islam
Sebagaimana Taurat menjadi petunjuk Bani Israil, Al-Qur'an adalah petunjuk umat Muhammad ﷺ.
Allah berfirman:
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus."
(QS. Al-Isrā': 9)
Hadis Rasulullah ﷺ
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya."
(HR. Al-Hakim, dinilai shahih oleh sebagian ulama)
Ulasan Para Ulama
Imam Al-Qurthubi
Beliau menjelaskan:
"Ayat ini mengandung perintah untuk memurnikan tauhid dan meninggalkan segala bentuk ketergantungan hati kepada selain Allah."
Rujukan: Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, QS. Al-Isra': 2.
Imam As-Sa'di
Beliau berkata:
"Barang siapa menjadikan Allah sebagai pelindungnya, maka Allah akan mencukupinya dalam seluruh urusannya di dunia dan akhirat."
Rujukan: Taisir al-Karim ar-Rahman.
Imam Fakhruddin Ar-Razi
Beliau menjelaskan:
"Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama seluruh kitab samawi adalah mengarahkan manusia kepada tauhid dan ketergantungan total kepada Allah."
Rujukan: Mafatih al-Ghaib.
Hikmah dan Pelajaran
Untuk Pribadi
- Perkuat tauhid.
- Perbanyak tawakal kepada Allah.
- Jadikan Al-Qur'an pedoman hidup.
Untuk Keluarga
- Tanamkan akidah tauhid sejak dini.
- Biasakan membaca dan memahami Al-Qur'an.
Untuk Masyarakat
- Jangan mudah terpengaruh pemikiran yang menyimpang dari wahyu.
- Kembalikan setiap persoalan kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Penutup
Kaum muslimin rahimakumullah,
Ayat ini mengajarkan bahwa seluruh nabi membawa risalah yang sama: mengajak manusia hanya menyembah Allah dan menjadikan-Nya satu-satunya tempat bergantung. Bani Israil diberi Taurat sebagai petunjuk, sedangkan kita diberi Al-Qur'an yang lebih sempurna. Karena itu, marilah kita menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan memperkuat tawakal kepada Allah dalam setiap urusan.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ حَقَّ التَّوَكُّلِ، وَثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ.
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ahli Al-Qur'an, jadikanlah kami orang-orang yang bertawakal kepada-Mu dengan sebenar-benarnya tawakal, dan teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu."
آمين يا رب العالمين
Post a Comment